Dark/Light Mode

Meski Stok Cukup & Sudah Swasembada Pangan

Bulog Perkuat Strategi Hadapi Cuaca Ekstrem

Kamis, 9 April 2026 06:35 WIB
Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani. (Foto: Dok. Perum Bulog)
Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani. (Foto: Dok. Perum Bulog)

 Sebelumnya 
Dengan kapasitas itu, maka memungkinkan penyerapan gabah petani di dalam negeri secara optimal selama memasuki masa panen. 

“Kami laporkan jumlah cadangan beras Pemerintah sesuai yang disampaikan Menteri Pertanian (Andi Amran Sulaiman), per Selasa (7/4/2026), sudah 4,59 juta ton. Kami siapkan juga cadangan space gudang, masih tersisa 1,07 juta ton,” bebernya. 

Sejauh ini, kapasitas gudang didukung oleh jaringan gudang sewa mencapai total sekitar 2 juta ton, serta tambahan kapasitas dari proses sewa lanjutan sebesar 7,62 ton dan pembangunan fasilitas baru sekitar 250 ton. 

Sementara, cadangan jagung Pemerintah tercatat mencapai 175.598 ton dengan total kapasitas gudang 275.444 ton, sehingga masih tersedia ruang penyimpanan sekitar 99.846 ton untuk komoditas tersebut. 

Baca juga : Kemendag Pangkas Izin Ekspor Dan Kerek Daya Saing

Ke depan, Bulog akan membangun 100 infrastruktur pasca panen untuk beras dan jagung, guna memperkuat sistem logistik dan meningkatkan efisiensi pengelolaan cadangan pangan nasional. 

Sebagai informasi, Bulog segera melakukan pembangunan 100 gudang baru tersebar di 92 kabupaten, dengan total anggaran sekitar Rp 5 triliun. Terdiri dari Rp 4,4 triliun untuk pembangunan infrastruktur utama dan sekitar Rp 560 miliar untuk mekanisasi, otomatisasi, serta sistem teknologi informasi. 

Rencana pembangunan infrastruktur pasca panen meliputi 94 unit gudang penyimpanan, seperti enam unit silo gabah, delapan unit silo jagung, 17 unit dryer beras, 17 unit Rice Milling Unit (RMU), delapan unit dryer jagung dan sembilan unit sentra pengolahan dan fasilitas packaging beras. 

“Semua upaya itu guna memperkuat ketahanan pangan nasional melalui peningkatan kapasitas penyimpanan pasca panen,” tukasnya. 

Baca juga : BGN Sampaikan Permohonan Maaf, Siswa Yang Keracunan Makanan Sudah Pulih

Dihubungi terpisah, pengamat kebijakan publik dari Universitas Trisakti, Trubus Rahardiansah menilai, tingginya stok beras Pemerintah termasuk yang dikelola Bulog yang telah melampaui 4 juta ton menunjukkan program swasembada pangan telah tercapai. 

“Dengan masa panen saat ini juga telah menambah ketersediaan stok pangan, khususnya beras. Jadi swasembada benar tercapai,” katanya. 

Ia mengimbau agar ketersediaan stok beras tersebut disimpan dengan baik di gudang Bulog, mengingat tantangan ke depan seperti perubahan iklim El Nino dan ketidakpastian geopolitik global. 

Menurutnya, fokus utama saat ini adalah memastikan cadangan pangan digunakan untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri. 

Baca juga : Madrid Sedekah Gol Buat Bayern

“Fokus dulu cadangan stok ini untuk konsumsi dalam negeri karena kita akan menghadapi kemarau panjang atau El Nino, dan kondisi global juga perlu diperhatikan. Jangan sampai justru terjadi kesulitan pangan,” imbaunya. [IMA]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.