Dark/Light Mode

Lotte Chemical Prioritaskan Pasokan Domestik Di Tengah Krisis Global

Kamis, 9 April 2026 06:46 WIB
Foto: Lotte
Foto: Lotte

RM.id  Rakyat Merdeka - PT LOTTE Chemical Indonesia (LCI) memastikan komitmennya dalam menjaga stabilitas pasokan bahan baku bagi industri hilir dan manufaktur nasional di tengah tekanan krisis rantai pasok global.

Krisis ini dipicu oleh eskalasi geopolitik di Timur Tengah yang berdampak langsung pada jalur distribusi energi dunia, khususnya di Selat Hormuz. Gangguan tersebut menyebabkan terbatasnya pasokan bahan baku utama seperti nafta dan LPG yang menjadi komponen penting dalam industri petrokimia.

Direktur Management Support PT LOTTE Chemical Indonesia, Cho Jin-Woo menegaskan, perusahaan saat ini memprioritaskan pemenuhan kebutuhan pasar domestik Indonesia.

“Dalam situasi penuh ketidakpastian ini, prioritas utama kami adalah menjaga keberlangsungan pasokan bagi industri dalam negeri. Kami mengoptimalkan seluruh sumber daya untuk meminimalkan dampak gangguan serta mendukung stabilitas sektor manufaktur nasional,” ujar Cho.

Baca juga : Wapres Dampingi Presiden Prabowo Di Rapat Kerja, Bahas Ketidakpastian Global

Untuk mengantisipasi gangguan pasokan, LCI активно melakukan diversifikasi sumber bahan baku dari berbagai alternatif global. Langkah ini dilakukan guna menjaga keberlanjutan produksi sekaligus memenuhi kebutuhan pelanggan di dalam negeri.

Distribusi produk juga dilakukan secara terukur agar tetap menjaga keseimbangan antara ketersediaan pasokan dan permintaan industri hilir.

LCI memastikan operasional pabrik tetap berjalan, meskipun dengan penyesuaian kapasitas produksi. Penurunan produksi dilakukan akibat perubahan jalur logistik bahan baku yang terdampak krisis.

“LCI hingga saat ini masih beroperasi, namun dengan tingkat produksi yang disesuaikan. Kami melakukan evaluasi harian untuk memastikan transparansi dan respons cepat terhadap dinamika situasi global,” jelas Cho.

Baca juga : Prabowo Turunkan Biaya Haji Rp 2 Juta di Tengah Kenaikan Harga Avtur Global

Dalam menghadapi krisis ini, LCI juga mengajukan sejumlah dukungan strategis kepada Pemerintah Indonesia, antara lain: penyederhanaan regulasi impor bahan baku, penerapan bea masuk 0 persen untuk LPG sebagai bahan baku industri

Lalu, Dukungan fiskal sementara akibat lonjakan biaya logistik global. Dan, bantuan pembukaan jalur aman bagi kapal pengangkut bahan baku yang tertahan di Selat Hormuz.

Menurut Cho, dukungan tersebut sangat krusial tidak hanya untuk menjaga keberlangsungan operasional LCI, tetapi juga untuk memperkuat ketahanan industri petrokimia nasional.

“Kami berharap pemerintah dapat memastikan ketersediaan energi serta kebijakan yang tepat sasaran agar aktivitas produksi tetap berjalan dan mendukung program hilirisasi nasional,” tambahnya.

Baca juga : Menperin Pastikan Stok Plastik Aman Di Tengah Gejolak Global

LCI juga menyampaikan apresiasi kepada pelanggan dan seluruh pemangku kepentingan atas kepercayaan yang terus diberikan. Perusahaan menegaskan komitmennya untuk menjaga transparansi komunikasi serta keberlanjutan pasokan di tengah kondisi global yang menantang.

PT LOTTE Chemical Indonesia (LCI) merupakan perusahaan petrokimia yang berperan dalam mendukung pertumbuhan industri kimia dan manufaktur nasional. Sebagai bagian dari LOTTE Chemical Corporation, LCI mengoperasikan fasilitas naphtha cracker pertama di Indonesia dalam tiga dekade terakhir.

Perusahaan memiliki kapasitas produksi tahunan yang besar, meliputi: 1 juta ton etilena, 520 ribu ton propilena, dan 350 ribu ton polipropilena.

Kehadiran LCI diharapkan mampu memperkuat kemandirian industri petrokimia nasional sekaligus memenuhi kebutuhan pasar global.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.