Dark/Light Mode

Prabowo Turunkan Biaya Haji Rp 2 Juta di Tengah Kenaikan Harga Avtur Global

Rabu, 8 April 2026 20:19 WIB
Presiden Prabowo Subianto dalam Rapat Kerja Kabinet Merah Putih, di Istana Negara, Jakarta, Rabu (8/4/2026). (Foto: Dwi Pambudo/RM)
Presiden Prabowo Subianto dalam Rapat Kerja Kabinet Merah Putih, di Istana Negara, Jakarta, Rabu (8/4/2026). (Foto: Dwi Pambudo/RM)

RM.id  Rakyat Merdeka - Presiden Prabowo Subianto memutuskan biaya haji tahun 2026 turun hingga Rp 2 juta di tengah kenaikan harga avtur global. Ini merupakan bagian dari komitmen Pemerintah melindungi rakyat.

“Kita pastikan bahwa biaya haji tahun 2026 turunkan harganya sekitar Rp 2 juta walaupun harga avtur naik,” kata Prabowo, dalam Rapat Kerja Kabinet Merah Putih, di Istana Negara, Jakarta, Rabu (8/4/2026).

Pada kesempatan itu, Prabowo menyebut juga durasi antrean keberangkatan ibadah haji kini sudah mulai tereduksi yang awalnya 48 tahun menjadi 26 tahun. “Saya akan berjuang untuk lebih ringkas lagi,” ucapnya.

Baca juga : PRESISI Ingatkan Pentingnya Narasi Sejuk di Tengah Dinamika Global

Kepala Negara juga memaparkan, untuk pertama kalinya dalam sejarah, Indonesia kini punya lahan di Makkah seluas 45 hektare yang akan menjadi Perkampungan Haji WNI. Rencananya, ada puluhan menara untuk menampung para jemaah haji asal Indonesia. Ke depan, Pemerintah berharap Indonesia juga punya terminal khusus di bandara Arab Saudi bagi jemaah WNI.

“Saya minta izin dari Kerajaan Arab Saudi untuk Indonesia bisa punya terminal khusus haji. Jadi, nanti terminal itu khusus untuk haji kita, supaya bisa lebih cepat masuk dan keluar,” kata Prabowo.

Sementara, dalam rapat kerja Kementerian Haji dan Umrah bersama Komisi VIII DPR, Menteri Haji dan Umrah Mochamad Irfan Yusuf menjelaskan, dalam ketetapan Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) 2026, biaya rata-rata penerbangan per jemaah haji berkisar di angka Rp 33,5 juta. Namun, saat ini terjadi kenaikan harga avtur global, lonjakan premi asuransi war-risk, serta pelemahan nilai tukar rupiah.

Baca juga : DPR Dukung Negara Tetap Berpihak Ke Rakyat Di Tengah Tekanan Global

“Biaya tersebut (penerbangan) meningkat dengan signifikan,” ujar Irfan, Rabu (8/4/2026).

Selain itu, dengan situasi geopolitik global saat ini, ada kemungkinan maskapai melakukan pengalihan rute (rerouting) untuk menghindari wilayah udara konflik. Dua maskapai yang menjalin kerja sama dengan Pemerintah, yaitu Garuda Indonesia dan Saudia Airlines, menyiapkan skema penambahan waktu perjalanan dan penambahan konsumsi avtur yang berdampak pada bertambahnya biaya penerbangan jemaah.

Melalui surat resmi, Garuda Indonesia mengajukan tambahan biaya penerbangan Rp 7,9 juta dan Saudia Airlines 480 dolar AS (Rp 8,1 juta) per jemaah berdasarkan rute alternatif yang mereka siapkan.

Baca juga : Produksi Batu Bara Bukit Asam (PTBA) Naik 47,2 Juta Ton di Tengah Koreksi Harga

Irfan menyebut, dalam skenario tanpa perubahan rute, biaya penerbangan rata-rata per jemaah naik menjadi sekitar Rp 46,9 juta atau meningkat 39,85 persen. Sementara dengan skenario perubahan rute, biaya penerbangan haji naik tajam menjadi sekitar Rp 50,8 juta atau meningkat hingga 51,48 persen.  

“Kondisi ini menekaskan bahwa penyelenggaraan haji tahun ini berada dalam tekanan faktor global yang semakin kompleks sehingga diperlukan penguatan efisiensi, koordinasi, dan mitigasi untuk menjaga berlanjutan pembiayaan haji,” ujar dia.

Ia menegaskan, saat ini Kementerian Haji dan Umrah pun terus berkoordinasi dengan pihak Garuda Indonesia dan Saudia Airlines untuk merespons perkembangan situasi saat ini.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.