Dark/Light Mode

Hadapi Indonesia Emas 2045

Kemenperin Siapkan SDM Industri Yang Kompeten

Sabtu, 11 April 2026 06:45 WIB
Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita. Foto: Dok. Kemenperin
Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita. Foto: Dok. Kemenperin

RM.id  Rakyat Merdeka - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) berkomitmen meningkatkan daya saing industri manufaktur nasional yang menjadi pilar penting dalam mewujudkan visi pembangunan Indonesia Emas.

Penyediaan Sumber Daya Manusia (SDM) industri yang kompeten, adaptif, dan siap kerja, menjadi langkah strategis mewujudkan program Presiden Prabowo Subianto.

Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan, industri pengolahan nonmigas tetap menunjukkan ketangguhan dan berkontribusi signifikan terhadap perekonomian Indonesia di tengah tekanan global.

“Kemenperin proaktif melaksanakan berbagai upaya untuk menjaga ketahanan industri manufaktur. Karena sektor ini merupakan tulang punggung ekonomi nasional,” kata Agus di Jakarta, Jumat (10/4/2026).

Menurutnya, ketangguhan industri manufaktur nasional tercermin dari capaian Purchasing Manager’s Index (PMI) pada Maret 2026 yang masih berada dalam zona ekspansi di level 50,1.

Baca juga : Eugenia Pamit Ke Kader Beringin, Bahlil Bakal Hadiri Musda Golkar Sulut

Selain itu, pertumbuhan industri pengolahan juga tercatat sebesar 5,40 persen dengan kontribusi mencapai 19,07 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional pada triwulan IV 2025.

Untuk memacu kinerja industri manufaktur nasional, Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI) Kemenperin berperan menyiapkan infrastruktur dan sarana prasarana untuk pelaksanaan program pengembangan SDM industri.

Kepala BPSDMI Kemenperin Doddy Rahadi mengatakan, kegiatan tersebut diselenggarakan di 13 unit pendidikan tinggi vokasi milik Kemenperin, yaitu 9 Sekolah Menengah Kejuruan-Sekolah Menengah Teknologi Industri (SMK-SMTI) dan 7 balai diklat industri.

Menurut Doddy, pada Rabu (8/4/2026), BPSDMI bekerja sama dengan PT Mayora Indah Tbk menunjukkan hasil positif dalam penyelenggaraan program kelas industri.

Program ini meluluskan 111 siswa kelas industri, terdiri atas 26 lulusan SMK-SMTI Pontianak dan 85 lulusan SMK-SMTI Padang.

Baca juga : Para Menteri Jangan Kasih Laporan ABS!

Program tersebut dirancang secara kolaboratif melalui kurikulum berbasis industri, pembelajaran bersama praktisi, serta penguatan kompetensi melalui praktik kerja industri.

“Hal ini dilakukan agar lulusan yang dihasilkan benar-benar siap memenuhi kebutuhan dunia kerja,” jelasnya.

Sebanyak 73 siswa sekolah vokasi Kemenperin juga langsung terserap bekerja di PT Mayora Indah Tbk.

Hasil ini menjadi bukti bahwa lulusan sekolah vokasi Kemenperin siap berkontribusi di dunia industri, serta program kelas industri berhasil menyiapkan kompetensi yang sesuai kebutuhan kerja.

“Harapan kami, para lulusan kelas industri dapat menggunakan ilmu, keterampilan, dan pengalaman yang diperoleh selama belajar untuk terus berkarya, berinovasi, dan memberikan kontribusi nyata bagi dunia industri,” kata Kepala Pusat Pengembangan Pendidikan Vokasi Industri (PPPVI) Kemenperin Wulan Aprilianti Permatasari.

Baca juga : BTN Bertransformasi Menuju Beyond Mortgage

Wulan menambahkan, saat ini Kemenperin membuka pendaftaran siswa dan mahasiswa baru pada unit pendidikan vokasi melalui Jalur Penerimaan Vokasi Industri (JARVIS) Bersama 2026 yang dapat diakses hingga Mei 2026 melalui jarvis.kemenperin.go.id. DIR

Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 8, edisi Sabtu, 11 April 2026 dengan judul "Hadapi Indonesia Emas 2045 Kemenperin Siapkan SDM Industri Yang Kompeten"

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.