Dark/Light Mode

Resmikan Pabrik Mobil Listrik, Bereskan Angkutan Umum

Prabowo Serius Kurangi Konsumsi BBM Nasional

Jumat, 10 April 2026 08:41 WIB
Presiden Prabowo Subianto saat meresmikan pabrik perakitan kendaraan listrik PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk, di Magelang, Jawa Tengah, Kamis (9/4/2026). (Foto: Setkab)
Presiden Prabowo Subianto saat meresmikan pabrik perakitan kendaraan listrik PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk, di Magelang, Jawa Tengah, Kamis (9/4/2026). (Foto: Setkab)

RM.id  Rakyat Merdeka - Presiden Prabowo Subianto menunjukkan keseriusan dalam mengurangi konsumsi Bahan Bakar Minyak (BBM) nasional. Keseriusan itu di antaranya terlihat dari langkah Prabowo meresmikan pabrik mobil listrik dan komitmen membereskan angkutan umum. 

Presiden Prabowo meresmikan pabrik perakitan kendaraan listrik atau Electric Vehicle (EV) PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk, di Magelang, Jawa Tengah, Kamis (9/4/2026). Prabowo tiba di area pabrik pukul 11.25 WIB dengan menumpangi kendaraan Maung Garuda. 

Kepala Negara datang didampingi sejumlah menteri Kabinet Merah Putih. Di antaranya Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, dan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.

Kedatangan Prabowo dan rombongan disambut Komisaris Utama VKTR Anindya Bakrie. Di lokasi, Prabowo langsung meninjau sejumlah fasilitas produksi kendaraan listrik. Prabowo beberapa kali mengamati detail lini perakitan yang tengah berjalan.

Perhatian Presiden sempat tertuju pada satu unit bus listrik biru yang diproduksi untuk operasional TransJakarta. Prabowo menaiki bus tersebut untuk melihat langsung kondisi interior dan fasilitas yang akan digunakan masyarakat. Di dalam bus, Prabowo duduk di kursi penumpang sambil mendengarkan penjelasan terkait spesifikasi teknis dan fitur kendaraan.

Baca juga : Pegadaian Siap Adaptasi Perkuat Fondasi Bisnis

Setelah itu, Prabowo meninjau sejumlah kendaraan listrik lain yang diproduksi. Mulai dari ekskavator, truk, hingga mobil travel berbasis listrik.

Usai peninjauan, Prabowo menuju lokasi acara peresmian sambil menyapa para tamu undangan dan pekerja di fasilitas produksi. Dalam sambutannya, Prabowo mendorong Pemerintah Daerah mulai membeli bus dan truk listrik produksi dalam negeri. Dia menegaskan, Indonesia kini mampu memproduksi kendaraan listrik sendiri dengan kapasitas yang cukup besar.

Menurut Prabowo, fasilitas VKTR memiliki kapasitas produksi hingga 10 ribu unit bus listrik, dengan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) mencapai 40 persen. Prabowo menargetkan adanya peningkatan menjadi 60 persen dalam dua tahun ke depan. Kemudian 80 persen pada dua tahun berikutnya.

Prabowo mengapresiasi langkah Pemprov Jawa Tengah dan Pemprov DKI Jakarta yang telah memesan puluhan unit bus listrik. "Kita harapkan Pemprov lain akan bersikap dan membeli produk bangsa kita sendiri,” ucapnya. Dia lalu meminta Prasetyo Hadi mencatat kepala daerah yang belum memesan produk kendaraan listrik dalam negeri.

Selain ke Pemerintah Daerah, Prabowo juga mendorong institusi Pemerintah seperti TNI untuk menggunakan kendaraan produksi nasional. Bagi Prabowo, industrialisasi tidak berhenti pada penguasaan teknologi semata. Teknologi harus diolah menjadi industri yang memberikan manfaat nyata bagi perekonomian nasional.

Baca juga : Rakyat Iran Happy Rayakan Victory

Selain mendorong elektrifikasi transportasi, Prabowo juga menegaskan komitmen Pemerintah mempercepat hilirisasi energi. Dia menyebut, Indonesia memiliki potensi besar untuk memproduksi bahan bakar alternatif, agar konsumsi BBM fosil bisa berkurang.

“Sekarang avtur pun bisa dari kelapa sawit, dan kita punya banyak kelapa sawit. Bahkan, avtur nanti itu dari jelantah. Limbah minyak goreng bisa kita olah menjadi avtur,” jelas Prabowo. 

Prabowo pun bertekad membuka sejumlah pusat pengolahan kelapa sawit menjadi bahan bakar pesawat. "Beberapa saat lagi kita akan buka pusat-pusat pengolahan, refinery-refinery untuk ini. Kita akan investasi besar-besaran di bidang itu," ucapnya.

Langkah lain yang dilakukan Prabowo untuk mengurangi konsumsi BBM adalah menutup 13 Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD), dan menggantinya dengan pembangkit ramah lingkungan. Prabowo yakin, terobosan ini dapat menghemat konsumsi BBM hingga sekitar 200 ribu barel per hari. 

“Dengan kita tutup PLTD, kita menghemat langsung 20 persen (konsumsi BBM). Dengan program 100 gigawatt program elektrifikasi nasional, mungkin dua atau tiga tahun lagi kita tidak perlu impor BBM sama sekali,” ucap Prabowo.

Baca juga : Bahas Ekonomi, Prabowo Kumpulkan Menteri & Bos BUMN

Untuk angkutan umum, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi memastikan, Pemerintah berkomitmen melakukan perbaikan. Tujuannya agar masyarakat secara bertahap beralih dari kendaraan pribadi menuju transportasi umum yang lebih efisien energi.

"Kita berharap semua mulai perlahan-lahan memperbaiki transportasi publik sehingga masyarakat mulai bergeser untuk menggunakan transportasi massal,” ujarnya, di Kompleks Istana Negara, Jakarta, Rabu (8/4/2026).

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.