Dark/Light Mode

BTN Kantongi Laba Bersih Rp 1,1 Triliun Melesat 22,6 Persen Per Kuartal I-2026

Rabu, 15 April 2026 19:28 WIB
Foto: Dok. BTN
Foto: Dok. BTN

RM.id  Rakyat Merdeka - PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk atau BTN mengantongi laba bersih sebesar Rp 1,1 triliun atau melonjak hingga 22,6 persen secara tahunan (year-on-year/yoy) pada kuartal I-2026 dibanding periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 904 miliar.

Direktur Utama BTN Nixon LP Napitupulu mengatakan, capaian tersebut berkat ditopang berbagai langkah transformasi, inovasi, serta dukungan solid Pemerintah untuk industri pembiayaan perumahan nasional.

Sekaligus, BTN juga terus menjalankan noble purpose dalam mendukung masyarakat memiliki rumah dengan menyalurkan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) mencapai 6 juta unit sejak 1976 hingga awal April 2026 atau senilai Rp 530 triliun.

“Capaian tersebut tidak terlepas dari keberpihakan Pemerintah kepada rakyat, khususnya masyarakat menengah ke bawah,” kata Nixon dalam konferensi pers Paparan Kinerja kuartal I-2026 di Menara BTN, Jakarta, Rabu (15/4/2026).

Nixon menegaskan, dari 6 juta rumah tersebut, jika satu rumah 4 orang maka total ada 24 juta orang yang akhirnya bisa memiliki rumah layak huni.

“Kami berterima kasih karena keberpihakan Pemerintah yang menempatkan sektor perumahan sebagai program prioritas nasional yang pro-rakyat menjadi fondasi penting dalam mendorong peningkatan kualitas hidup masyarakat,” ucapnya.

Nixon juga merinci, penyaluran KPR bagi jutaan keluarga Indonesia tersebut membuat kinerja perseroan makin positif.

Baca juga : BRI Salurkan KPR Subsidi Rp17,13 Trilium Hingga Akhir Maret 2026

BTN mencatatkan penyaluran kredit senilai total Rp 400,63 triliun atau naik 10,3 persen yoy dari Rp 363,11 triliun per kuartal I-2026.

Dari total penyaluran kredit tersebut, di segmen KPR Subsidi, BTN merekam telah menyalurkan kredit senilai Rp 193,55 triliun naik 7,7 persen yoy dari Rp 179,70 triliun di periode yang sama tahun sebelumnya.

Kemudian, untuk segmen KPR Non-Subsidi, posisi kredit telah mencapai Rp 112,56 triliun atau naik 5,4 persen yoy dari Rp 106,81 triliun.

“Sejalan dengan pertumbuhan kredit, penghimpunan dana pihak ketiga (Dana Pihak Ketiga/DPK) BTN juga tumbuh positif sebesar 9,9 persen yoy menjadi Rp 422,63 triliun dari Rp 384,70 triliun di periode yang sama tahun lalu,” ujarnya.

Current account and savings account (CASA) BTN juga terus menunjukkan peningkatan sejalan dengan transformasi di segmen retail dan kehadiran Bale by BTN.

CASA BTN tercatat naik 7,9 persen yoy menjadi Rp 212,11 triliun atau menempati porsi 50,2 persen dari total DPK.

Cost of Fund (CoF) BTN pun membaik ke level 3,0 persen atau turun dari 4,0 persen di periode yang sama tahun lalu.

Baca juga : Rudianto Lallo Apresiasi Jaksa Agung Setor Rp 11,42 Triliun Ke Negara

Kinerja kredit dan DPK tersebut juga ikut menopang peningkatan aset BTN sebesar 10,5 persen yoy menjadi Rp 517,54 triliun.

Nixon menegaskan, bagi BTN, hal ini bukan hanya memperkuat kinerja bisnis secara berkelanjutan dan sesuai prinsip Good Corporate Governance (GCG).

“Tetapi juga menjadi pendorong kami untuk terus memperkuat peran sebagai mitra strategis Pemerintah terutama dalam memenuhi kebutuhan hunian layak bagi masyarakat,” ujarnya.

Menurutnya, keberpihakan pada perumahan memiliki multiplier effect yang besar, tidak hanya bagi penghuni rumah tapi juga bagi perekonomian nasional.

Dia merinci, sektor perumahan merupakan sektor padat modal yang membutuhkan tenaga kerja lokal baik dari pengembang hingga tukang. Kemudian, untuk membangun rumah, 90 persen bahan bakunya berasal dari produk lokal.

Selain itu, dari setiap rumah yang terjual, ada pendapatan negara berupa pajak.

“Dari sektor perumahan nasional bisa membuka peluang pekerjaan terhadap 12,5 juta orang di seluruh sektor terkait dan setiap tambahan capital injection sebesar Rp 1 triliun di industri ini akan menambah keterlibatan tenaga kerja sebanyak 8 ribu orang,” ujar Nixon.

Baca juga : Produksi Laut dan Perikanan RI Terus Meningkat, Tumbuh 3,8 Persen di 2025

Dia menegaskan, kinerja positif ini tidak terlepas dari dukungan Danantara Indonesia dan BP BUMN yang terus mendorong BTN dalam menjalankan noble purpose perusahaan, sebagai motor penggerak pembiayaan perumahan nasional. Sekaligus tetap memberikan kinerja yang optimal dan berkelanjutan bagi para shareholders.

Transaksi Digital Sementara itu, di kuartal pertama tahun ini, pengguna bale by BTN juga melonjak sebesar 67,5 persen yoy menjadi 4 juta pengguna dari 2,4 juta pengguna di kuartal I-2026.

Peningkatan jumlah pengguna tersebut juga diikuti pertumbuhan positif rata-rata saldo tabungan, jumlah, dan nilai transaksi yang masing-masing melesat sebesar 18 persen yoy, 8,1 persen yoy, dan 48,2 persen yoy per kuartal I-2026.

Menurut Nixon, salah satu penopang utama peningkatan signifikan tersebut yakni acara BTN Jakarta International Marathon (JAKIM) 2026. BTN JAKIM menjadi salah satu pendongkrak peningkatan signifikan untuk transaksi dan pengguna bale, karena BTN menyadari sebagai consumer bank, perlu terus menghadirkan berbagai kemudahan transaksi perbankan untuk mendukung berbagai aktivitas gaya hidup masyarakat termasuk olahraga.

“Tahun ini sendiri, kami optimis membidik jumlah pengguna bale naik menjadi 5 juta,” pungkas Nixon.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.