Dark/Light Mode

Produksi Laut dan Perikanan RI Terus Meningkat, Tumbuh 3,8 Persen di 2025

Selasa, 7 April 2026 17:16 WIB
Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono saat  rapat kerja di Komisi IV DPR, Jakarta, Selasa (7/4/2026). (Foto: Dok. Bakom RI)
Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono saat rapat kerja di Komisi IV DPR, Jakarta, Selasa (7/4/2026). (Foto: Dok. Bakom RI)

RM.id  Rakyat Merdeka - Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono menyampaikan, produksi kelautan dan perikanan nasional terus menunjukkan tren peningkatan.

Pada 2025, produksi sektor tersebut mencapai 26,25 juta ton atau tumbuh sekitar 3,8 persen dibandingkan tahun sebelumnya dan menjadi produksi tertinggi dalam beberapa tahun terakhir.

“Produksi mencapai 26,25 juta ton, menjadi capaian tertinggi yang terdiri atas 11,65 juta ton rumput laut, 7,85 juta ton perikanan tangkap, dan 6,75 juta ton perikanan budidaya,” ujar Trenggono dalam rapat kerja di Komisi IV DPR, Jakarta, Selasa (7/4/2026).

Baca juga : Kredit Infrastruktur Bank Mandiri Melonjak 30,8 Persen Per Februari 2026

Selain produksi, nilai ekspor produk perikanan Indonesia juga mengalami peningkatan signifikan.

Pada 2025, nilai ekspor tercatat mencapai 6,27 miliar dolar AS, yang menjadi capaian tertinggi dalam lima tahun terakhir.

Trenggono menambahkan, di tengah dinamika geopolitik global dan fenomena perubahan iklim, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) tetap berkomitmen memastikan ketersediaan protein hewani bagi masyarakat, khususnya dari sektor perikanan.

Baca juga : Ekonomi RI Tumbuh

“Di tengah berbagai tantangan yang dihadapi, kinerja sektor kelautan dan perikanan nasional hingga saat ini tetap menunjukkan capaian produksi dan ekspor yang terjaga dengan baik,” ujarnya.

Trenggono memaparkan untuk periode April hingga Desember 2026, KKP memproyeksikan total produksi ikan nasional mencapai 10,57 juta ton.

"Angka ini terdiri dari kontribusi produksi ikan tangkap sebesar 5,42 juta ton, serta produksi ikan budidaya sebesar 5,15 juta ton," ucapnya.

Baca juga : Power Commerce Asia Catat Pertumbuhan 50 Persen di Ramadan 2026

Selain itu, KKP juga terus memantau komoditas utama perikanan di delapan kota besar, di antaranya di Jakarta, Surabaya, Banjarmasin, Bandar Lampung, dan Medan.

Ia menegaskan, status ketersediaan ikan secara nasional periode April-Juni 2026 dalam kondisi aman.

“Berdasarkan hasil pemantauan, kami dapat melaporkan bahwa status ketersediaan ikan berada pada kategori aman hingga Juni 2026,” ujar Trenggono.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.