Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Kemenperin Siapkan Insentif Kerek Daya Saing Industri Tekstil
Rabu, 15 April 2026 19:57 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Pemerintah melalui Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menyiapkan berbagai insentif guna mendorong peningkatan daya saing industri tekstil dan produk tekstil (TPT) nasional di tengah tekanan global yang kian kompleks.
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan langkah tersebut dilakukan melalui pemberian fasilitas fiskal dan nonfiskal untuk memperkuat produktivitas, efisiensi, serta transformasi industri dari hulu hingga hilir.
“Pemerintah berkomitmen menjaga dan memperkuat pertumbuhan industri TPT melalui kebijakan strategis, termasuk memperluas akses pasar dan mengawal pemberian insentif bagi pelaku industri,” ujar Agus dalam pembukaan Indo Intertex–Inatex 2026 di Jakarta, Rabu (15/4/202
Ia menjelaskan, kebijakan tersebut diarahkan untuk mendorong akselerasi adopsi teknologi industri 4.0, penerapan prinsip keberlanjutan (sustainability), serta pengembangan produk bernilai tambah tinggi yang mampu memenuhi standar global.
Baca juga : Buka Kantor Di China, HKI Pacu Investasi Ke Kawasan Industri
Selain itu, pemerintah juga berupaya memperluas akses pasar domestik dan ekspor di tengah dinamika perdagangan internasional dan perubahan struktur rantai pasok global.
Agus menyebutkan, langkah penguatan ini menjadi penting mengingat industri TPT masih menghadapi sejumlah tantangan, seperti kenaikan harga bahan baku global, disrupsi rantai pasok, serta fluktuasi permintaan pasar internasional.
Meski demikian, kinerja industri TPT dinilai tetap menunjukkan ketahanan. Sepanjang 2025, sektor ini mencatatkan pertumbuhan sebesar 3,55 persen secara tahunan dengan nilai ekspor mencapai 12,08 miliar dolar AS dan surplus sebesar 3,45 miliar dolar AS.
Dari sisi investasi, industri TPT mampu menarik investasi sebesar Rp20,23 triliun serta menyerap tenaga kerja sebanyak 3,96 juta orang.
Baca juga : Bertemu WHIM Management, Wapres Gibran Dorong Penguatan Industri Game Nasional
Menurut Agus, capaian tersebut mencerminkan masih terjaganya kepercayaan investor terhadap industri tekstil Indonesia di tengah ketidakpastian geoekonomi dan geopolitik global.
Untuk memperkuat momentum tersebut, pemerintah juga mendorong pemanfaatan ajang Indo Intertex–Inatex 2026 sebagai platform business matching antara pelaku industri nasional dan internasional.
“Pameran ini menjadi sarana penting untuk membuka peluang kemitraan, investasi, serta memperkuat posisi industri nasional dalam rantai pasok global,” katanya.
Lebih lanjut, Agus menegaskan pemerintah akan terus hadir sebagai mitra strategis bagi pelaku industri dalam menghadapi tantangan sekaligus memanfaatkan peluang yang muncul dari pergeseran rantai pasok global.
Baca juga : Prabowo: Pembicaraan Indonesia-Rusia Sangat Produktif
“Sinergi antara pemerintah, asosiasi, dan pelaku usaha menjadi kunci untuk memastikan industri TPT tetap kompetitif dan berkelanjutan,” ujarnya.
Dengan berbagai langkah tersebut, pemerintah optimistis industri tekstil nasional dapat terus tumbuh dan menjadi salah satu sektor unggulan yang berdaya saing tinggi di pasar global.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya