Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Harga Pertamax Tidak Naik, Migrasi Ke BBM Subsidi Harusnya Tidak Terjadi
Selasa, 21 April 2026 07:50 WIB
Sebelumnya
Demer-sapaan akrab Gde Sumarjaya Linggih-menilai stabilitas harga energi menjadi kunci dalam menjaga efisiensi biaya logistik dan produksi, sehingga daya saing industri nasional tetap terjaga. Ia juga menilai kebijakan ini membawa banyak manfaat bagi masyarakat.
“Misalnya melindungi UMKM, menahan tekanan inflasi, dan menjaga konsumsi domestik tetap kuat sebagai motor utama pertumbuhan ekonomi,” ucap Demer.
Di sisi lain, politisi Partai Golkar itu menilai penyesuaian harga BBM non-subsidi sebagai langkah strategis dalam menjaga ketahanan energi nasional. Menurutnya, kebijakan ini mampu menyeimbangkan antara stabilitas pasokan energi dan perlindungan masyarakat, mengingat BBM non-subsidi mayoritas dikonsumsi oleh kelompok menengah ke atas sehingga dampaknya lebih terukur.
Baca juga : Kapalnya Disita Dan Ditembaki AS, Iran Tolak Kesepakatan Damai
Demer juga mengapresiasi, kinerja Menteri ESDM Bahlil Lahadalia dalam memastikan ketersediaan energi nasional tetap aman. Ia menilai, upaya menjaga stok, memperkuat pasokan, hingga pengelolaan impor energi menjadi bagian penting dalam menjaga ketahanan energi di tengah tekanan global.
Ia menekankan sinergi antara Presiden Prabowo dan kementerian teknis menjadi kunci dalam memastikan energi tetap terjangkau sekaligus memperkuat ketahanan industri nasional. Dengan kebijakan yang konsisten dan terarah, stabilitas energi diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih tangguh di tengah dinamika global.
“Kepastian pemerintah untuk tidak menaikkan harga BBM subsidi pada 2026 menjadi sinyal kuat dalam menjaga stabilitas ekonomi nasional di tengah tekanan global,” cetus Demer.
Baca juga : IHSG Galau Bergerak Merah-Hijau
Sebelumnya, pada Sabtu (18/4/2026), Pertamina melakukan penyesuaian harga. Harga Pertamax Turbo naik dari Rp 13.100 menjadi Rp 19.400 per liter. Harga Dexlite juga naik dari Rp 14.200 menjadi Rp 23.600 per liter. Begitu pula Pertamina Dex, dari Rp 14.500 menjadi Rp 23.900 per liter.
Sementara itu, harga BBM bersubsidi masih tetap. Pertalite dibanderol Rp 10.000 per liter dan Biosolar Rp 6.800 per liter. Pertamax dan Pertamax Green yang juga dikonsumsi sebagian masyarakat tidak mengalami kenaikan, masing-masing tetap di harga Rp 12.300 dan Rp 12.900 per liter.
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengatakan, penyesuaian harga BBM non-subsidi merupakan hal yang wajar karena mengikuti mekanisme pasar. Sesuai Peraturan Menteri ESDM Tahun 2022, BBM dengan nilai oktan tinggi seperti RON 98 atau Pertamax Turbo tidak termasuk dalam kategori subsidi.
Baca juga : Feriansyah: Persoalan Tata Kelola Juga Perlu Diperbaiki
Hal yang sama berlaku untuk bahan bakar jenis solar dengan cetane number (CN) 51 seperti Dexlite, yang diperuntukkan bagi sektor industri dan pengguna dengan kemampuan ekonomi lebih tinggi.
“Yang diatur pemerintah adalah BBM subsidi. Untuk industri, sesuai Peraturan Menteri ESDM Tahun 2022, mengikuti harga pasar,” ujar Bahlil usai menjadi narasumber Kursus Pemantapan Pimpinan Daerah di Akademi Militer (Akmil) Magelang, Jawa Tengah, Sabtu (18/4/2026).
“Turbo itu kan untuk orang mampu. RON 98 dan solar CN 51 itu memang untuk kalangan tersebut,” pungkasnya. [UMM]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya