Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Ekspor Perdana Produk Turunan Kelapa Rp 1,6 Miliar, HIPMI Sumsel Dorong UMKM Tembus Global
Selasa, 28 April 2026 20:17 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) resmi melepas pengiriman perdana berbagai komoditas unggulan ke pasar internasional melalui Pelabuhan Boom Baru, Palembang, Selasa (28/4/2026).
Komoditas yang diekspor ini senilai total mencapai Rp 1,6 miliar dengan negara tujuan Tiongkok, Taiwan, dan Prancis.
Ekspor tersebut merupakan hasil kolaborasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Sumatera Selatan bersama Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Sumatera Selatan.
Pelepasan ekspor perdana ini juga digelar bersamaan dengan pelantikan Basnom SSEXIM HIPMI Sumsel.
Baca juga : Kapolda Aceh Pastikan Bantuan Rp 100,9 Miliar Untuk Korban Banjir Tersalurkan
Komoditas yang dikirimkan terdiri dari produk hilirisasi atau turunan, di antaranya Arang tempurung kelapa (coconut shell charcoal) sebanyak 46 ton ke Tiongkok. Kemudian Coconut chips (25 ton) dan Lada hitam (500 kg) ke Taiwan, serta Produk olahan kerupuk sebanyak 21 ton. Komoditas lain seperti desiccated coconut, gula kelapa, hingga bubuk kayu manis.
Ketua BPD HIPMI Sumatera Selatan, Muhammad Puri Andamas, mengatakan ekspor perdana ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang membangun ekosistem kewirausahaan berbasis ekspor di daerah.
Kegiatan pelepasan, lanjutnya, bukan sekadar seremoni tetapi sebagai awal dari gerakan besar untuk mendorong pengusaha muda Sumsel berani mengambil peluang di pasar internasional dengan produk yang kompetitif.
HIPMI Sumsel, kata Puri, terus mendorong pengusaha muda melalui program inkubasi bisnis, pendampingan, serta akses pembiayaan.
Baca juga : Polda Metro Bongkar Peredaran Narkotika Rp 41,7 Miliar di Tangerang
Menurutnya HIPMI Sumsel memiliki target setiap bulan ada pengiriman ekspor, untuk membangun budaya baru di kalangan pengusaha, tentunya dengan koordinasi bersama Pemerintah Kabupaten/Kota, dan juga Pemerintah Provinsi Sumsel.
"Ekspor ini juga selaras dengan arah kebijakan Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan maupun Pemerintah Pusat yakni perluasan pasar. Potensi Sumatera Selatan sangat besar, tinggal kita mengelola, meningkatkan kualitas, dan menembus pasar baru di dunia,” katanya.
Sementara itu Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Sumsel Babel Arifin Susanto, menyampaikan dukungannya terhadap penguatan sektor usaha, khususnya bagi pengusaha muda.
"Saat ini sudah ada 9.020 pelaku usaha yang tergabung, dengan target mencapai 100 ribu Sultan Muda selama masa kepemimpinan Gubernur Sumsel Herman Daru," katanya.
Baca juga : MoreFood Expo dan HIPMI Dorong Pengusaha Muda Tembus Pasar F&B Global
Ia juga menekankan pentingnya implementasi Program Pengembangan Ekonomi Daerah (PED) serta peran Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) dalam memperluas akses pembiayaan, meningkatkan kualitas produk, dan membuka akses pasar global.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya