Dark/Light Mode

Awal Mei Harga Minyak Dunia Meroket

Harga Pertalite & Pertamax Stabil

Sabtu, 2 Mei 2026 08:02 WIB
Foto: SPBU Pertamina
Foto: SPBU Pertamina

RM.id  Rakyat Merdeka - Harga minyak dunia masih meroket pada awal Mei 2026. Meski begitu, harga Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi dan nonsubsidi Pertamina tetap stabil alias tidak naik. 

Berdasarkan data dari aplikasi MyPertamina pada Jumat (1/5/2026), harga BBM subsidi seperti Pertalite tetap Rp 10.000 per liter dan Biosolar Rp 6.800 per liter.

Sementara itu, harga BBM nonsubsidi juga tidak mengalami perubahan. Pertamax tetap Rp 12.300 per liter dan Pertamax Green Rp 12.900 per liter. Adapun Pertamax Turbo dibanderol Rp 19.400 per liter, Dexlite Rp 23.600 per liter, serta Pertamina Dex Rp 23.900 per liter. 

Baca juga : Perundingan AS-Iran Redup, Harga Minyak Melonjak Lagi

Padahal, perdagangan Jumat (1/5/2026), harga minyak mentah Brent berada di level 115,8 dolar AS per barel. Harga ini naik signifikan dibanding sebelum konflik antara Amerika Serikat (AS) dan Iran yang masih di kisaran 73 dolar AS per barel.

Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) tercatat di level 106 dolar AS per barel. 

Bahkan sehari sebelumnya Kamis (30/4/2026), harga Brent sempat menyentuh 126 dolar AS per barel. Harga tersebut tertinggi dalam empat tahun terakhir.

Baca juga : DPR Ingatkan Fenomena Peralihan Konsumsi Energi

Pemerintah sebelumnya telah menegaskan komitmen untuk menjaga stabilitas harga BBM bersubsidi hingga akhir tahun. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyatakan, kebijakan tersebut merupakan arahan langsung dari Presiden Prabowo Subianto.

“Kami sudah bersepakat bahwa harga BBM subsidi tidak akan dinaikkan sampai dengan akhir tahun,” ujar Bahlil.

Ia juga memastikan, stok BBM nasional masih dalam kondisi aman untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

Baca juga : Minyak Rusia Datang Bulan Ini, Harga Dinamis

Senada, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyebut, Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) masih mampu menahan dampak kenaikan harga minyak dunia, dengan asumsi harga rata-rata minyak 100 dolar AS per barel.

Pemerintah juga telah menyiapkan berbagai langkah mitigasi, termasuk pemanfaatan Sisa Anggaran Lebih (SAL) serta optimalisasi pendapatan negara dari sektor energi.

Presiden Prabowo turut menegaskan, cadangan BBM nasional tetap aman di tengah ketidakpastian global akibat konflik di berbagai kawasan. “Kita bersyukur Indonesia dalam keadaan baik dan damai. Soal BBM masih terkendali, kita masih kuat dan cadangan cukup baik,” ujarnya. 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.