Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Harga Minyak 100 Dolar AS per Barel, Trump: Harga Kecil Demi Perdamaian Dunia
Senin, 9 Maret 2026 11:47 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump meremehkan kekhawatiran terhadap kenaikan harga minyak dunia yang mencapai 100 dolar AS per barel pada Minggu (8/3/2026).
Menurut Trump, itu adalah harga yang sangat kecil untuk dibayar dalam perang dengan Iran.
“Harga minyak dalam jangka pendek, yang akan turun cepat ketika ancaman nuklir Iran berhasil dihancurkan, adalah harga sangat kecil yang harus dibayar demi keselamatan dan perdamaian Amerika Serikat dan dunia. Hanya orang bodoh yang berpikir sebaliknya!” tulis Trump via Truth Social.
Desak Trump Gunakan SPR
Baca juga : Kapolri Ajak Masyarakat Dukung Presiden Prabowo Jaga Perdamaian Dunia
Merespons kenaikan harga minyak dunia, Pemimpin Minoritas Senat AS Chuck Schumer mendesak Trump untuk menggunakan Strategic Petroleum Reserve (SPR), yang merupakan cadangan minyak darurat terbesar di dunia, untuk menurunkan harga energi di tengah situasi perang Iran.
“Strategic Petroleum Reserve justru ada untuk momen seperti ini,” kata Schumer dalam pernyataannya, seperti dikutip CNN International, Minggu (8/3/2026).
“Ketika perang dan krisis global mengganggu pasar energi, Amerika Serikat memiliki kemampuan untuk bertindak, tetapi Presiden Trump dan pemerintahannya menolak melakukannya," imbuhnya.
Baca juga : Idrus Marham: Serangan Militer Ke Iran Ancaman Bagi Perdamaian Dunia
Rencana untuk tidak menggunakan Strategic Petroleum Reserve, yang disimpan dalam jaringan gua garam bawah tanah di Louisiana dan Texas ini sebelumnya juga sudah diungkap Trump dalam wawancara dengan Reuters.
Data American Automobile Association yang dirilis pada Minggu (8/3/2025) menyebut, sejak perang Iran dimulai seminggu lalu, harga bensin naik 47 sen atau sekitar 16 persen, menjadi 3,45 dolar per galon untuk bensin reguler.
“Keluarga Amerika menderita akibat kenaikan harga minyak. Dampak perang Trump mulai terasa di pompa bensin dan meluas ke berbagai sektor, sebab bensin yang tinggi membuat segala sesuatu menjadi lebih mahal,” tutur Schumer.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya