Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Kadin Dorong Skema Impor Gandum Lebih Fleksibel Dan Efisien
Selasa, 5 Mei 2026 11:13 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Bidang Perindustrian, Saleh Husin, menilai kebijakan pemusatan impor gandum pakan melalui BUMN merupakan langkah yang dapat dipahami dalam kerangka penguatan kontrol pasokan dan harga komoditas strategis.
Menurut dia, penunjukan BUMN seperti PT Berdikari memungkinkan pengelolaan impor yang lebih terkoordinasi, sekaligus berfungsi sebagai instrumen stabilisasi dalam menjaga ketahanan pangan dan mendukung kebijakan industri nasional.
“Pendekatan ini dapat mengurangi volatilitas pasokan global serta menjadikan BUMN sebagai buffer dalam menjaga stabilitas harga,” ujar Saleh dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (5/5/2026).
Baca juga : BNI Konsisten Dorong Pemerataan Pendidikan Lewat Beasiswa Nasional
Meski demikian, ia mengingatkan, adanya potensi inefisiensi yang perlu diwaspadai. Perbedaan harga yang mencapai sekitar 100 dolar AS per ton dinilai mencerminkan adanya distorsi dalam mekanisme pasar akibat berkurangnya kompetisi.
Ia menilai, kondisi tersebut berisiko meningkatkan biaya input bagi industri peternakan, yang pada akhirnya dapat menekan margin pelaku usaha dan berdampak pada kenaikan harga produk pangan.
“Kenaikan biaya tersebut berpotensi diteruskan ke konsumen dalam bentuk harga ayam, telur, dan daging yang lebih tinggi, sehingga dapat menambah tekanan inflasi,” katanya.
Baca juga : Telkom Dorong UMKM Perempuan Bangun Brand Relatable Di Era Digital
Saleh menambahkan, meskipun kebijakan tersebut memiliki justifikasi pada level makro, implementasi yang kurang efisien dan terlalu tertutup justru dapat menjadi kontraproduktif bagi perekonomian.
Untuk itu, ia menyarankan, pemerintah mempertimbangkan pendekatan yang lebih seimbang, seperti membuka opsi impor langsung secara terbatas, sembari tetap mempertahankan peran BUMN sebagai stabilisator pasar.
“Langkah tersebut diharapkan mampu menjaga keseimbangan antara stabilitas pasokan dan efisiensi industri,” ujarnya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya