Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Rupiah Lebih Tahan Banting Dari Mata Uang Negara Lain, Ini Buktinya
Selasa, 5 Mei 2026 19:24 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Nilai tukar rupiah pada perdagangan Selasa (5/5/2026) dibuka melemah tipis ke posisi Rp 17.420 per dolar Amerika Serikat (AS), di tengah tekanan global yang masih berlangsung.
Meski demikian, pelemahan tersebut dinilai masih dalam batas wajar dan relatif lebih moderat dibandingkan sejumlah mata uang negara berkembang lainnya.
Kepala Departemen Pengelolaan Moneter dan Aset Sekuritas Bank Indonesia, Erwin G. Hutapea mengatakan, pergerakan rupiah sejauh ini masih sejalan dengan mayoritas mata uang emerging market sejak awal konflik di Timur Tengah.
Baca juga : Wamenag: Keselamatan Santri Harga Mati, Negara Hadir Lindungi Anak di Pesantren
“Pergerakan rupiah masih sejalan dengan mayoritas mata uang emerging market lainnya,” ujar Erwin di Jakarta, Selasa (5/5/2026).
Ia memaparkan, beberapa mata uang tercatat mengalami pelemahan lebih dalam, antara lain peso Filipina sebesar 6,58 persen, baht Thailand 5,04 persen, rupee India 4,32 persen, serta peso Chile 4,24 persen.
Sementara itu, rupiah berada di kisaran pelemahan 3,65 persen, lebih rendah dibanding sebagian besar mata uang tersebut. Adapun won Korea mencatat pelemahan sebesar 2,29 persen.
Baca juga : Karding: Barantin Dari Penjaga Gerbang Jadi Alat Ekonomi Dan Diplomasi
Data tersebut menunjukkan bahwa meskipun rupiah berada di kisaran Rp17.400 per dolar AS, tekanan yang terjadi masih tergolong moderat dibandingkan negara lain di kawasan maupun global.
Untuk menjaga stabilitas nilai tukar, Bank Indonesia memastikan terus melakukan intervensi di pasar melalui berbagai instrumen, seperti transaksi Non-Deliverable Forward (NDF) di pasar offshore, transaksi spot dan Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF) di pasar domestik, serta pembelian Surat Berharga Negara (SBN) di pasar sekunder.
Erwin menegaskan, langkah tersebut dilakukan secara konsisten dan terukur agar mekanisme pasar tetap berjalan dengan baik serta nilai tukar rupiah mencerminkan fundamental ekonomi domestik.
Baca juga : Maung Bandung Tentukan Nasib Juara di 5 Laga Sisa
“Bank Indonesia akan terus hadir di pasar untuk memastikan mekanisme pasar berjalan dengan baik dalam rangka menjaga stabilitas nilai tukar rupiah sesuai dengan nilai fundamentalnya,” kata dia.
Di tengah tekanan global, komitmen otoritas moneter tersebut dinilai menjadi penopang penting untuk mencegah gejolak nilai tukar berkembang menjadi risiko yang lebih besar bagi perekonomian nasional.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya