Dark/Light Mode

Setahun Terakhir

1,9 Juta Lapangan Kerja Baru Tercipta, Pengangguran Turun

Rabu, 6 Mei 2026 07:40 WIB
Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa (5/5/2026). (Foto: YouTube/BPS)
Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa (5/5/2026). (Foto: YouTube/BPS)

RM.id  Rakyat Merdeka - Setelah terakhir, 1,9 juta lapangan kerja baru tercipta dan mampu menekan jumlah pengangguran. 

Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan, sepanjang Februari 2025 hingga Februari 2026, penyerapan tenaga kerja bertambah 1,896 juta orang. Penambahan tersebut mendorong jumlah penduduk bekerja naik menjadi 147,57 juta orang per Februari 2026. Di saat yang sama, jumlah angkatan kerja juga meningkat menjadi 154,91 juta orang atau bertambah 1,862 juta orang dalam setahun. 

Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti mengatakan, peningkatan penyerapan tenaga kerja berdampak pada penurunan jumlah pengangguran.

“Jumlah pengangguran sebanyak 7,24 juta orang atau menurun 35 ribu orang dibanding Februari 2025,” ujar Amalia dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa (5/5/2026). 

Baca juga : Nunggu 5-10 Menit, Bus Shalawat Siap Layani Puluhan Ribu Jemaah

Amalia menjelaskan, tren penurunan pengangguran terjadi secara konsisten dalam beberapa tahun terakhir. Pada Februari 2022, jumlah pengangguran tercatat 8,40 juta orang atau 5,83 persen dari angkatan kerja. Angka tersebut turun menjadi 7,99 juta orang atau 5,45 persen pada Februari 2023. Kemudian kembali menurun menjadi 7,20 juta orang atau 4,82 persen pada Februari 2024. 

Pada Februari 2025, jumlah pengangguran tercatat 7,28 juta orang atau 4,76 persen. Sementara pada Februari 2026 kembali turun menjadi 7,24 juta orang atau 4,68 persen. 

Selain itu, jumlah pekerja formal juga mengalami peningkatan. Selama periode Februari 2025 hingga Februari 2026, jumlah pekerja formal naik dari 59,19 juta orang menjadi 59,93 juta orang. 

“Pekerja formal meningkat dari 59,19 juta orang menjadi 59,93 juta orang atau mencakup 40,58 persen dari total penduduk bekerja,” jelas Amalia.

Baca juga : Bersiap Hadapi Tahun Politik, Golkar Jatim Tingkatkan Kapasitas Anggota Dewan

Pertanian menjadi sektor penyerap tenaga kerja terbesar dengan 28,78 juta orang pekerja per Februari 2026. Diikuti perdagangan besar dan eceran sebanyak 17,95 juta orang, dan industri 13,57 juta orang. 

Kenaikan jumlah angkatan kerja baru tak terlepas dari program Makan Bergizi Gratis. Program andalan Presiden Prabowo Subianto itu berhasil membuka lapangan kerja dari hulu hingga hilir. Rantai pasok MBG dari pelaku UMKM hingga masuk Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau Dapur MBG menyerap banyak tenaga kerja. 

Sebelumnya, Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Bidang Operasional Pemenuhan Gizi Sony Sonjaya mengatakan, perkembangan program MBG berlangsung pesat. Masyarakat antusias berpartisipasi menyukseskannya. 

“Alhamdulillah, tanpa terasa sekarang MBG sudah berjalan 1 tahun 3 bulan,” ujar Sony di Jakarta, Kamis (16/4/2026). 

Baca juga : PKB Belum Tentukan Threshold Pemilu 2029

Berdasarkan data terbaru, jumlah SPPG terverifikasi mencapai 27.066 unit yang tersebar di seluruh Indonesia. Menurut Sony, keberadaan SPPG menjadi tulang punggung pelaksanaan program. Dari operasional SPPG, tercatat sekitar 1,18 juta relawan terlibat aktif. 
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.