Dark/Light Mode

Optimalkan Akses Pembiayaan Dan Digitalisasi

Pacu KUR, Pemerintah Dongkrak Peran UMKM

Rabu, 6 Mei 2026 06:55 WIB
Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto. Foto: Dok. Kemenko Perekonomian
Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto. Foto: Dok. Kemenko Perekonomian

RM.id  Rakyat Merdeka - Pemerintah mendorong peran Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) sebagai penggerak utama perekonomian nasional. Langkah ini ditempuh melalui peningkatan akses pembiayaan, penguatan literasi keuangan, serta pengembangan ekosistem digital bagi pelaku usaha di seluruh Indonesia.

Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, pertumbuhan ekonomi Indonesia tetap positif di level makro. Namun, sektor UMKM masih memerlukan dorongan lebih jauh, khususnya dalam aspek kesejahteraan dan pemahaman risiko keuangan.

“Artinya, mereka harus memiliki pengetahuan dan tahu risikonya,” kata Airlangga di Jakarta, Selasa (5/5/2026).

Dia menekankan bahwa inklusi keuangan harus dibarengi dengan literasi digital yang memadai agar pelaku usaha dapat memanfaatkan layanan keuangan secara optimal dan aman.

Baca juga : Dirjen Imigrasi: Tunduk Aturan Atau Segera Keluar!

Sebagai bentuk dukungan konkret, Pemerintah tahun ini mengoptimalkan penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) dengan target mencapai Rp 279 triliun. Skema pembiayaan ini dikembangkan secara terarah. Mulai dari sektor perumahan, industri padat karya, hingga sektor pertanian dan pangan.

Pemerintah juga mendorong inisiatif seperti pengembangan ekosistem ultra mikro dan inovasi investasi melalui Reksa Dana PINTAR.

Meski demikian, Airlangga mencatat rasio pembiayaan UMKM nasional masih tertinggal dibandingkan Thailand dan Malaysia yang sudah mencapai level dua digit.

“Kita harus merefleksikan hal-hal ini dengan lesson learned yang tertulis di buku. Jadi, saya membutuhkannya bukan hanya untuk dicetak, tapi juga untuk diimplementasikan pada fase kedua,” ujar Airlangga.

Baca juga : Bersiap Hadapi Tahun Politik, Golkar Jatim Tingkatkan Kapasitas Anggota Dewan

Menteri UMKM Maman Abdurrahman mengatakan, hingga 3 Mei 2026, total dana KUR yang telah dikucurkan mencapai Rp 96 triliun kepada sekitar 1,5 juta debitur.

Dari jumlah tersebut, porsi penyaluran ke sektor produksi mendominasi sebesar 63 persen.

Maman menegaskan, KUR merupakan instrumen strategis untuk mengikis angka kemiskinan ekstrem. Sebanyak Rp 70 triliun dari total dana yang tersalurkan masuk ke sektor mikro yang menyentuh masyarakat kategori desil 1 hingga desil 4.

“Sektor mikro ini berkontribusi terhadap upaya kita menghilangkan kemiskinan ekstrem. Karena sebagian besar yang bekerja di situ rata-rata ibu-ibu atau keluarga kita yang masuk kategori miskin ekstrem,” ujar Maman.

Baca juga : PKB Belum Tentukan Threshold Pemilu 2029

Kendati pembiayaan terus dipacu, Kementerian UMKM memberikan catatan mengenai pentingnya stabilisasi pasar. Maman mengingatkan, dukungan modal akan menjadi sia-sia apabila produk UMKM lokal kalah bersaing dengan derasnya arus barang impor di pasar domestik. DIR

Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 10, edisi Rabu, 6 Mei 2026 dengan judul "Optimalkan Akses Pembiayaan dAN Digitalisasi Pacu KUR, Pemerintah Dongkrak Peran UMKM"

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.