Dark/Light Mode

Dukung Indonesia Bebas PCBs 2028

PPLI Pamerkan Teknologi Pengelolaan Limbah Terpadu

Selasa, 12 Mei 2026 13:46 WIB
The 2nd Indonesia-Japan Environment Week di Jakarta, Senin (11/5/2026). Foto: PPLI
The 2nd Indonesia-Japan Environment Week di Jakarta, Senin (11/5/2026). Foto: PPLI

RM.id  Rakyat Merdeka - PT Prasadha Pamunah Limbah Industri (PPLI) kembali menegaskan komitmennya sebagai garda terdepan pelestarian lingkungan lewat fasilitas pengelolaan limbah terpadu (Comprehensive Waste Management Facility) dalam ajang The 2nd Indonesia-Japan Environment Week di Jakarta, Senin (11/5/2026).

Dalam forum tersebut, PPLI memamerkan berbagai teknologi pengelaan limbah berstandar global yang telah diadaptasi untuk mendukung kebutuhan industri di Indonesia.

Direktur Operasional PPLI, Tetsuya Yumoto menjelaskan, kekuatan utama perusahaan terletak pada layanan pengelolaan limbah yang terintegrasi dari hulu hingga hilir.

Menurut dia, PPLI menjadi salah satu perusahaan di Indonesia yang memiliki izin, infrastruktur, serta kapabilitas teknis untuk menangani seluruh tahapan pengelolaan limbah B3.

“Kami menyediakan layanan one stop service bagi pelanggan, mulai dari pengemasan limbah, pengangkutan menggunakan armada berizin, proses pengolahan secara kimia dan fisika, hingga pembuangan akhir di fasilitas landfill berstandar internasional,” ujar Yumoto, dalam keterangannya, di Jakarta, Selasa (12/5/2026).

Baca juga : Demokrasi Indonesia Butuh Fondasi Kuat, Bamsoet Tekankan Pembenahan Parpol

Dengan mengadopsi pengalaman dan teknologi DOWA Group yang telah berkembang lebih dari satu abad di Jepang, PPLI tidak hanya fokus pada pengolahan dan pemusnahan limbah. Perusahaan juga aktif mendorong konsep ekonomi sirkular melalui berbagai inisiatif resource recovery.

Yumoto mengatakan, PPLI memiliki teknologi yang mampu mengekstraksi material bernilai dari limbah industri untuk dimanfaatkan kembali. Langkah tersebut diyakini dapat membantu perusahaan mitra menekan emisi karbon sekaligus mencapai target keberlanjutan.

“Kami terus mendorong inovasi agar limbah yang kami kelola dapat dimanfaatkan kembali semaksimal mungkin, baik sebagai bahan baku alternatif maupun sumber energi terbarukan, sehingga mampu meminimalkan dampak negatif terhadap lingkungan,” katanya.

Salah satu sorotan utama dalam paparan tersebut adalah fasilitas pengolahan limbah PCBs (Polychlorinated Biphenyls) milik PPLI di Gunung Putri, Bogor.

Fasilitas itu disebut sebagai satu-satunya di Indonesia dan dibangun melalui kerja sama strategis antara Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan dengan United Nations Industrial Development Organization (UNIDO).

Baca juga : KKV Resmi Masuk Indonesia, Hadirkan Pengalaman Belanja Yang Lebih Interaktif

“Di Indonesia, PPLI merupakan satu-satunya perusahaan yang memiliki fasilitas pengolahan limbah PCBs. Limbah PCBs merupakan limbah beracun dan berbahaya. Melalui fasilitas ini, kami mendukung target pemerintah Indonesia untuk mewujudkan Indonesia bebas PCBs pada 2028 sesuai Konvensi Stockholm,” jelas Yumoto.

Pun, keberadaan fasilitas komprehensif milik PPLI juga dinilai berperan penting dalam mendukung komitmen internasional Indonesia, khususnya dalam pengelolaan limbah berbahaya yang membutuhkan teknologi tinggi dan penanganan khusus.

Yumoto turut mengapresiasi semakin kuatnya sinergi antara teknologi lingkungan asal Jepang dengan regulasi lingkungan di Indonesia yang terus berkembang. Dia juga mengajak para pelaku industri untuk aktif berkonsultasi mengenai praktik pengelolaan limbah yang aman dan efisien.

“Kami mengundang seluruh pemangku kepentingan untuk mengunjungi Booth PPLI nomor 18 di area pameran. Kami ingin menunjukkan bahwa pengelolaan limbah yang profesional dapat menjadi aset penting bagi pertumbuhan bisnis berkelanjutan di Indonesia,” tutupnya.

Dalam kesempatan yang sama, Wakil Menteri Urusan Lingkungan Global Jepang, Doi Kentaro menegaskan komitmen Jepang untuk memperkuat kemitraan dengan Indonesia melalui skema Joint Crediting Mechanism (JCM).

Baca juga : HUT ke-5 WiLAT Indonesia, Tegaskan Peran Perempuan di Tengah Krisis Global

“Kerja sama ini tidak hanya berfokus pada efisiensi energi, tetapi juga mencakup sektor penting lainnya seperti pengelolaan debu, konservasi tanah, dan tata guna lahan,” ujar Doi.

Menurut dia, penyelenggaraan Environment Week tahun ini menjadi jembatan penting yang menghubungkan prioritas kebijakan lingkungan Indonesia dengan solusi teknologi dari perusahaan kedua negara.

“Sistem pemulihan panas industri atau waste heat recovery system memberikan kontribusi signifikan terhadap dekarbonisasi industri sekaligus menyediakan pasokan listrik mandiri bagi pabrik. Ini merupakan contoh nyata solusi efisiensi energi berkelanjutan,” tambahnya.

Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan Indonesia-Japan Environment Week, Doi Kentaro juga mengunjungi fasilitas PPLI di Gunung Putri, Bogor, pada 11 Mei 2026.

Kunjungan tersebut menjadi simbol semakin eratnya kolaborasi Indonesia dan Jepang dalam mendorong pengembangan industri berkelanjutan dan teknologi pengelolaan lingkungan yang maju.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :