Dark/Light Mode

HUT ke-5 WiLAT Indonesia, Tegaskan Peran Perempuan di Tengah Krisis Global

Jumat, 24 April 2026 10:49 WIB
Foto: WiLAT Indonesia.
Foto: WiLAT Indonesia.

RM.id  Rakyat Merdeka - Women in Logistics and Transport (WiLAT) Indonesia menegaskan peran strategis perempuan dalam menjaga ketahanan rantai pasok nasional di tengah disrupsi logistik global.

Hal ini disampaikan saat memperingati hari jadinya yang ke-5 melalui seminar bertema bertajuk “Navigating Logistics Disruption Amid Rising Geopolitical Tension” di Jakarta.

Kegiatan ini dihadiri sekitar 200 peserta dari unsur pemerintah, pelaku industri, akademisi, serta mitra global.

Momentum ini menegaskan peran krusial perempuan dalam menjaga ketahanan rantai pasok Indonesia di tengah meningkatnya ketidakpastian geopolitik global.

Ketegangan geopolitik, mulai dari konflik di Laut Merah dan Selat Hormuz, perang dagang, hingga krisis energi, telah berdampak signifikan terhadap rantai pasok global.

Baca juga : Universitas Indonesia Hadirkan Teknologi XPS untuk Perkuat Kapasitas Material

Kondisi tersebut menyebabkan kenaikan tarif pengiriman (freight) hingga 300 persen serta penambahan waktu pengiriman (lead time) selama 14–21 hari.

Di sisi lain, Indonesia masih menghadapi tantangan tingginya biaya logistik yang mencapai 23 persen, berdasarkan data Bank Dunia.

Ketua WiLAT Indonesia, Nurmaria Sarosa, menegaskan bahwa perjalanan lima tahun organisasi telah membuktikan peran strategis perempuan di sektor logistik.

“Dulu kami ditanya, ‘Memangnya ada perempuan di logistik?’. Hari ini, dengan lebih dari 300 anggota di empat kota besar, kami duduk bersama para pengambil keputusan untuk mendorong industri logistik dan transportasi Indonesia agar lebih kompetitif di tingkat global,” ujarnya.

Dalam menghadapi disrupsi global, WILAT Indonesia mendorong penguatan tiga aspek utama, yakni peningkatan agilitas melalui digitalisasi, diversifikasi rute distribusi, serta peningkatan kualitas pemasok melalui kolaborasi lintas sektor guna mendukung multimodal dan green logistics.

Baca juga : HUT Ke-27 Rakyat Merdeka, Dirut BTN Nixon: Teruslah Jadi Perisai Penangkis Hoaks

“Sebagai pelaku industri, kami memiliki tanggung jawab bersama pemerintah untuk menurunkan biaya logistik. Perlu diingat, setiap penurunan 1 persen biaya logistik dapat berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 0,1–0,3 persen,” tambahnya.

Pada kesempatan tersebut, WiLAT Indonesia juga meluncurkan WiLAT e-Bulletin sebagai wadah berbagi pengetahuan sekaligus mencetak talenta perempuan di bidang digital freight, risk management, dan green supply chain.

“Masa depan logistik Indonesia tidak dibangun untuk perempuan, tetapi bersama dan oleh perempuan,” tegas Nurmaria.

Acara ini turut dihadiri perwakilan Kementerian Perhubungan, BUMN seperti Pelindo dan Pelni, serta pelaku usaha swasta seperti Blue Bird dan Samudera Indonesia.

Hadir pula berbagai asosiasi, di antaranya ALI, Aptrindo, AHLI, NLC, ALFI, dan IMTA, serta akademisi dari ITL Trisakti dan Universitas Mahakarya Asia.

Baca juga : Kemenperin Pastikan Industri TPT Tetap Terkendali Di Tengah Krisis

Presiden Chartered Institute of Logistics and Transport Indonesia, Iman Gandhi, mengapresiasi WiLAT sebagai organisasi yang konsisten mengembangkan kompetensi perempuan di industri logistik dan transportasi.

Turut hadir pula Juliana Sofia Dhamu yang menunjukkan eksistensi perempuan Indonesia di tingkat internasional.

Sementara itu, pakar halal logistics, Marco Tieman, menekankan besarnya peluang Indonesia dalam mengembangkan sistem logistik halal.

WiLAT Indonesia berkomitmen memperkuat lima pilar utama, yakni Leadership, Mentoring, Entrepreneurship, Empowering, dan Social, guna menciptakan ekosistem logistik yang inklusif, tangguh, dan berkelanjutan.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.