Dark/Light Mode

Gandeng Gapki Dan Majalah Sawit

BPDP Ajak Gen Z Jadi Wirausaha UMKM Berbasis Sawit

Jumat, 15 Mei 2026 11:17 WIB
Foto: Ist
Foto: Ist

RM.id  Rakyat Merdeka - Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) bersama Majalah Sawit Indonesia mendorong generasi muda atau Gen Z menjadi wirausaha UMKM berbasis sawit.

Hal itu disampaikan dalam Workshop Gen-Z Preneur UMKM Sawit bertema “Rintisan Wirausaha Perkebunan dan Oleofood” di AKPY-Stiper, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, Selasa (12/5/2026).

Ketua Pengurus Yayasan Pendidikan Kader Perkebunan Yogyakarta (YPKPY) Dr. Purwadi mengatakan Indonesia masih menjadi pemain utama industri sawit global, baik dari sisi produksi, ekspor, maupun konsumsi, sehingga generasi muda memiliki peluang besar untuk mengembangkan usaha berbasis komoditas tersebut.

“Indonesia memiliki area sawit terluas di dunia, eksportir terbesar, sekaligus konsumen terbesar. Sawit menjadi komoditas unggulan Indonesia di berbagai aspek,” kata Purwadi.

Menurut dia, sawit menjadi salah satu komoditas strategis karena memiliki ratusan produk turunan yang digunakan dalam kehidupan sehari-hari.

Ia menyebut, secara global lahan sawit hanya mencakup sekitar 6 persen dari total luas tanaman penghasil minyak nabati dunia, namun produktivitas dan ragam produk turunannya menjadikan sawit unggul dibanding minyak nabati lainnya.

“Dari bangun pagi sampai tidur, banyak produk yang kita gunakan mengandung sawit. Karena itu sawit menjadi pesaing besar minyak nabati lainnya,” ujarnya.

Baca juga : Kejagung Ajukan Kasasi Vonis Bebas Para Petinggi 3 BPD di Kasus Korupsi Sritex

Purwadi juga mengajak generasi muda memanfaatkan peluang bisnis di sektor sawit, khususnya pengembangan produk UMKM berbasis oleofood dan kerajinan turunan sawit.

“Peluang bisnis sawit ini masih sangat besar untuk dikembangkan terutama produk-produk UKM. Tetapi ingat anak mudanya jangan sampai letoy dan bermalas-malasan. Kita harus mau belajar salah satunya melalui workshop ini,” katanya.

Ketua Pelaksana Workshop Qayuum Amri mengatakan, kegiatan tersebut terselenggara melalui kerja sama Majalah Sawit Indonesia dengan dukungan BPDP, Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI), dan AKPY-STIPER.

Menurut dia, workshop dirancang untuk memperkenalkan potensi usaha sawit kepada generasi muda, termasuk praktik pembuatan produk oleofood berbasis sawit yang dilaksanakan di INSTIPER Bakery Academy pada hari kedua kegiatan.

“Kami ingin menarik minat Gen Z agar menjadi penerus keberlanjutan sawit di masa depan. Mahasiswa akan diajak belajar langsung membuat produk oleofood berbasis sawit,” ujar Qayuum.

Ia menilai pemilihan Yogyakarta sebagai lokasi kegiatan juga strategis karena merupakan salah satu destinasi wisata utama nasional dengan tingginya jumlah kunjungan wisatawan domestik.

Selain pelatihan teknis, peserta juga memperoleh materi kewirausahaan dan inspirasi dari pelaku usaha kreatif berbasis sawit.

Baca juga : Kedubes Jepang Ucapkan Duka Cita Atas Tragedi Tabrakan Kereta di Bekasi Timur

Qayuum mengatakan, industri sawit memiliki potensi besar karena memiliki lebih dari 170 produk turunan yang dapat dikembangkan menjadi peluang usaha baru bagi generasi muda.

Sementara itu, Deputi Bidang Usaha Menengah Kementerian UMKM Bagus Rachman mengapresiasi penyelenggaraan workshop tersebut karena dinilai mampu mendorong lahirnya pelaku usaha muda yang adaptif dan kolaboratif.

“Sangat menginspirasi sekali acara ini. Apresiasi setinggi-tingginya untuk Majalah Sawit, BPDP, dan AKPY. Tema ini sangat strategis untuk mendorong Gen-Z agar adaptif dan kolaboratif dalam optimalisasi sawit secara berkelanjutan,” kata Bagus dalam sambutan tertulis yang dibacakan Asisten Deputi Produksi dan Digitalisasi Usaha Menengah Kementerian UMKM Refani Anwar Azis.

Menurut dia, UMKM berbasis sawit memiliki peluang besar untuk dikembangkan, mulai dari sektor kerajinan, oleofood, energi hingga pangan.

“Kami mendorong Gen-Z Preneur untuk mengembangkan produk yang memiliki daya saing tinggi dan mampu bersaing secara global,” katanya.

Kepala Divisi Kerja Sama Kemasyarakatan dan UMKM BPDP Helmi Muhansah mengatakan pihaknya membuka berbagai program bagi generasi muda untuk terlibat dalam pengembangan industri sawit nasional, termasuk program beasiswa.

“Kalau teman-teman mau kuliah, BPDP punya program beasiswa dengan 42 kampus mitra BPDP untuk berbagai jenjang pendidikan mulai D3, D4, maupun S1,” ujar Helmi.

Baca juga : PLN EPI Gandeng Green Marte Olah Sampah Jadi Energi

Ia menambahkan, BPDP juga mendorong lahirnya lebih banyak pelaku UMKM berbasis sawit karena sektor tersebut memiliki kontribusi besar terhadap pertumbuhan ekonomi nasional, terutama dari ekspor nonmigas.

“BPDP siap berkolaborasi dengan teman-teman untuk mengembangkan sawit. Rasio kewirausahaan kita masih sekitar 3 persen, padahal indikator negara maju minimal 10 persen,” katanya.

Helmi mencontohkan sejumlah inovasi produk turunan sawit yang mulai berkembang di masyarakat, seperti kerajinan lidi sawit hingga batik berbahan sawit.

“Sekarang lidi sawit sudah dibuat menjadi peci dari Aceh seperti yang saya pakai saat ini. Ada juga batik sawit yang didirikan oleh CV Smart Batik. Kami berharap melalui program ini lahir inovasi UKM sawit lainnya,” ujarnya.

Workshop tersebut juga menghadirkan sesi talkshow dengan narasumber Kepala Bidang Perindustrian Disperindag Kabupaten Sleman Dwi Wulandari, Kepala Bidang Usaha Mikro Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Sleman Edy Santosa, serta pendiri CV Smart Batik Miftahudin Ihsan.

Pada 13 Mei 2026, peserta dijadwalkan mengikuti praktik pembuatan roti manis dan churros di INSTIPER Bakery Academy guna memperkenalkan inovasi pemanfaatan sawit dalam produk makanan.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.