Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Jangan Terlambat, Masa Depan Green Jobs Inklusif Jadi Fokus Disnaker Kepri
Senin, 18 Mei 2026 21:29 WIB
Dunia kerja sedang berubah. Pelan, tetapi pasti. Jika dulu orang hanya bicara soal bagaimana mendapatkan pekerjaan, sekarang tantangannya bertambah, bagaimana pekerjaan itu juga mampu menjaga lingkungan dan tetap membuka ruang bagi semua kelompok masyarakat.
Di tengah perubahan itu, istilah green jobs atau pekerjaan hijau mulai menjadi perhatian serius. Ini bukan lagi sekadar isu lingkungan atau kampanye penghijauan. Green jobs telah menjadi bagian dari strategi ekonomi masa depan.
Kepulauan Riau (Kepri) tidak boleh terlambat membaca arah perubahan ini. Sebagai daerah industri dan kawasan strategis investasi, Kepri selama ini identik dengan manufaktur, galangan kapal, elektronik, hingga sektor jasa. Namun di balik pertumbuhan ekonomi tersebut, masih ada tantangan besar yang belum sepenuhnya selesai, pengangguran, ketimpangan akses kerja perempuan, kelompok rentan, hingga persoalan lingkungan yang semakin nyata.
Persoalan sampah misalnya. Timbulan sampah di Kepri terus meningkat setiap tahun. Infrastruktur pengelolaan sampah mulai mengalami tekanan. Banyak daerah mulai menghadapi persoalan overload tempat pembuangan akhir. Di sisi lain, masyarakat sering melihat sampah hanya sebagai limbah, bukan peluang ekonomi.
Padahal di situlah sebenarnya peluang baru sedang muncul. Ekonomi sirkular mulai membuka ruang lahirnya pekerjaan-pekerjaan baru berbasis lingkungan. Pengelolaan sampah, bank sampah, daur ulang, hingga pengolahan limbah kini bukan sekadar aktivitas sosial, tetapi sudah menjadi bagian dari rantai ekonomi baru.
Yang menarik, sektor ini justru sangat dekat dengan masyarakat kecil. Perempuan, pekerja informal, penyandang disabilitas, pemuda yang belum bekerja, hingga kelompok rentan lainnya sebenarnya memiliki peluang besar terlibat di dalamnya. Persoalannya, mereka sering tidak mendapatkan akses pelatihan, pendampingan, dan pengakuan formal.
Karena itu pendekatan lama harus mulai diubah. Selama ini banyak program ketenagakerjaan hanya fokus pada pelatihan teknis dan penempatan kerja formal. Pendekatan tersebut memang penting, tetapi belum cukup untuk menjawab tantangan ekonomi masa depan yang semakin kompleks.
Kita membutuhkan model pembangunan tenaga kerja yang lebih inklusif. Green jobs memberi ruang itu. Bukan hanya menciptakan pekerjaan, tetapi juga membangun kesadaran lingkungan, memperkuat ekonomi keluarga, sekaligus membuka partisipasi kelompok yang selama ini berada di pinggir sistem ekonomi formal.
Saya melihat inilah yang mulai dibangun melalui kolaborasi berbagai pihak di Kepri, termasuk dalam pembahasan program pelatihan penggerak komunitas untuk pekerjaan hijau dan ekonomi sirkular.
Konsepnya sederhana tetapi kuat, masyarakat tidak hanya diberi teori, tetapi didorong menjadi penggerak di komunitasnya sendiri. Mereka belajar mengelola lingkungan, membangun usaha berbasis ekonomi sirkular, hingga mengedukasi masyarakat sekitar.
Artinya, solusi pengangguran tidak lagi hanya menunggu lowongan kerja datang dari perusahaan besar. Tetapi juga mendorong lahirnya aktivitas ekonomi baru berbasis komunitas.
Tentu tantangannya tidak kecil. Masih banyak masyarakat yang belum memahami konsep green jobs. Akses pelatihan di wilayah kepulauan juga belum merata. Belum lagi persoalan budaya, beban domestik perempuan, hingga keterbatasan akses teknologi bagi kelompok rentan.
Karena itu program seperti ini tidak bisa berjalan sendiri. Dibutuhkan kolaborasi pemerintah, perguruan tinggi, dunia usaha, komunitas, dan masyarakat. Pemerintah tidak mungkin bekerja sendiri menghadapi perubahan dunia kerja yang sangat cepat.
Bagi Disnaker Kepri, tantangan ketenagakerjaan hari ini bukan hanya soal menurunkan angka pengangguran. Tetapi bagaimana memastikan transformasi ekonomi hijau juga mampu membuka peluang kerja yang inklusif dan berkelanjutan bagi seluruh masyarakat.
Ke depan, keberhasilan daerah tidak lagi hanya diukur dari banyaknya investasi yang masuk, tetapi juga dari seberapa besar pembangunan ekonomi mampu melibatkan masyarakat secara adil dan berkelanjutan.
Green jobs bukan sekadar tren global. Ini tentang bagaimana masa depan pekerjaan dibangun dengan cara yang lebih manusiawi, lebih adil, dan lebih ramah lingkungan.
Dan Kepri memiliki peluang besar untuk menjadi salah satu daerah yang memulainya lebih awal.
Suryadi.kangboi
Kepala Bidang Pelatihan dan Penempatan Tenaga Kerja Disnakertrans Kepri
Kepala Bidang Pelatihan dan Penempatan Tenaga Kerja Disnakertrans Kepri
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya