Dark/Light Mode

PLN EPI Gandeng Sorbu Agro Kembangkan Bioenergi Sorgum

Selasa, 19 Mei 2026 21:27 WIB
PLN EPI dan Sorbu Agro Energi mengembangkan bioenergi sorgum di Gorontalo untuk mendukung transisi energi dan target net zero emission 2060.
PLN EPI dan Sorbu Agro Energi mengembangkan bioenergi sorgum di Gorontalo untuk mendukung transisi energi dan target net zero emission 2060.

RM.id  Rakyat Merdeka - PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) menjajaki kerja sama pengembangan bioenergi berbasis sorgum dengan PT Sorbu Agro Energi untuk mendukung transisi energi dan target net zero emission (NZE).

Kolaborasi tersebut ditandai dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) di Jakarta, Senin (18/5/2026).

Direktur Biomassa PT PLN Energi Primer Indonesia Hokkop Situngkir mengatakan biomassa memiliki keunggulan dalam menurunkan emisi karbon secara langsung melalui substitusi batu bara pada pembangkit listrik tenaga uap (PLTU).

“Berbeda dengan energi terbarukan lain yang bersifat menggantikan, biomassa mampu mereduksi emisi secara langsung. Substitusi sebagian penggunaan batu bara dengan biomassa menjadi langkah nyata dalam menurunkan emisi,” ujarnya.

Baca juga : APHI Gandeng Verra Perkuat Perdagangan Karbon Hutan

Menurut dia, pengembangan bioenergi berbasis sorgum juga sejalan dengan agenda Asta Cita Pemerintah, terutama dalam memperkuat ketahanan energi dan ketahanan pangan nasional.

Hokkop menuturkan, sejumlah negara seperti Jepang dan Korea Selatan terus meningkatkan pemanfaatan biomassa sekaligus mencari sumber pasokan baru.

Saat ini, PLN EPI telah mengembangkan hampir 14 jenis biomassa untuk kebutuhan cofiring PLTU. Perusahaan juga telah mengamankan kontrak pasokan biomassa sekitar 1 juta ton melalui hampir 100 kerja sama dengan berbagai mitra.

Dalam kerja sama tersebut, PLN EPI berperan sebagai offtaker biomassa sekaligus pengembang ekosistem energi primer, sedangkan kegiatan budidaya dilakukan oleh mitra.

Baca juga : Lion Parcel Gandeng AstraPay, Agen Kini Bisa Bayar via QRIS

“Kami berfokus pada penyediaan dan penyerapan biomassa untuk pembangkit. Untuk sektor budidaya, kami bekerja sama dengan mitra agar tercipta ekosistem yang berkelanjutan,” tambah Hokkop.

Sementara itu, Direktur PT Sorbu Agro Energi Verdi Budiman mengatakan pihaknya saat ini mengelola konsesi sekitar 10.000 hektare di Gorontalo, dengan potensi pengembangan hingga 40.000 hektare melalui program perhutanan sosial.

Pengembangan awal akan dilakukan di Desa Totopo dengan luas 218 hektare yang berlokasi sekitar 56 kilometer dari PLTU Anggrek, Gorontalo Utara.

Verdi menjelaskan, proyek tersebut akan dikembangkan melalui pendekatan pentahelix yang melibatkan pemerintah dan badan usaha milik negara (BUMN), masyarakat, swasta, akademisi, serta media.

Baca juga : BJGN Gandeng RSUP M Djamil Perkuat Bank Jaringan dan Biomaterial Nasional

“Kami diharapkan menjadi lokomotif program perhutanan sosial berbasis ekosistem terintegrasi yang mencakup energi biomassa, peternakan, biogas, dan produk turunan lainnya. Kolaborasi ini akan melibatkan berbagai pihak, termasuk PLN EPI dan Fakultas Pertanian Universitas Negeri Gorontalo,” ujarnya.

Adapun ruang lingkup kerja sama kedua pihak meliputi studi pengembangan bioenergi, pengembangan biomass hub di Sulawesi, kajian teknologi, hingga penjajakan pemanfaatan biomassa kayu dan sumber daya hayati lain untuk mendukung transisi energi nasional.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.