Dark/Light Mode

Food Estate Wanam Disebut Tak Terkait Film “Pesta Babi”

Selasa, 19 Mei 2026 23:25 WIB
Alat berat memadatkan badan jalan di kawasan food estate Wanam, Distrik Ilwayab, Kabupaten Merauke, Papua Selatan, sebagai bagian dari pembangunan infrastruktur pendukung program swasembada pangan nasional, Senin (2/2/2026). (Foto: Istimewa)
Alat berat memadatkan badan jalan di kawasan food estate Wanam, Distrik Ilwayab, Kabupaten Merauke, Papua Selatan, sebagai bagian dari pembangunan infrastruktur pendukung program swasembada pangan nasional, Senin (2/2/2026). (Foto: Istimewa)

RM.id  Rakyat Merdeka - Proyek Strategis Nasional (PSN) lumbung pangan atau food estate di Wanam, Merauke, Papua Selatan, disebut tidak berkaitan dengan film “Pesta Babi” yang ramai beredar belakangan ini.

Karena itu, proyek tersebut dinilai perlu terus dilanjutkan guna mendukung program ketahanan pangan yang digagas Presiden Prabowo Subianto.

Film karya Dandhy Laksono dan Cypri Paju Dale itu menggambarkan perjuangan masyarakat adat di Papua Selatan dalam mempertahankan tanah leluhur dan hutan adat mereka dari ancaman proyek-proyek pembangunan berskala besar.

Namun, kawasan hutan dan lahan yang ditampilkan dalam film disebut bukan bagian dari PSN food estate Wanam dan tidak berada di lokasi proyek cetak sawah satu juta hektare tersebut.

Direktur Indonesia Political Review (IPR) Iwan Setiawan menilai proyek PSN Wanam tetap relevan dan visioner jika melihat situasi global saat ini, terutama terkait isu ketahanan pangan.

“Menurut saya, kebijakan PSN Wanam ini cukup visioner karena ke depan negara-negara global pun akan fokus pada isu pangan mereka masing-masing. Kalau Indonesia sampai mengalami defisit pangan, itu justru lebih berbahaya,” ujar Iwan, Selasa (19/5/2026).

Ia menjelaskan, program cetak sawah di Wanam diproyeksikan untuk memperkuat kemandirian dan ketahanan pangan nasional.

Baca juga : Dipastikan Amran: MBG Tak Terkait Pilpres 2029

Manfaat program tersebut antara lain mendukung target swasembada beras, menciptakan lapangan kerja baru di pedesaan, meningkatkan pendapatan masyarakat dan petani hingga 20–30 persen, serta mengubah lahan tidur menjadi area produktif.

Menurut Iwan, kritik yang disampaikan melalui film merupakan bagian dari hak demokrasi dalam menyampaikan pendapat melalui karya kreatif.

Namun, ia mengingatkan agar kritik tersebut tidak diarahkan untuk delegitimasi atau agenda politik tertentu.

“Soal kritik di film ‘Pesta Babi’, itu hak demokrasi dalam bentuk kreativitas film. Yang salah jika hal tersebut dilakukan dengan tujuan delegitimasi dan agenda politik terselubung,” tegasnya.

Terkait isu lingkungan dan kehutanan, Iwan meyakini pemerintah telah memiliki kajian dan mengikuti aturan perundang-undangan yang berlaku.

“Dalam situasi tekanan global yang berdampak pada kondisi ekonomi Indonesia saat ini, kita perlu membangun narasi optimisme dan bukan malah melakukan provokasi,” katanya.

Harapan Baru bagi Warga

PSN Wanam di Papua Selatan disebut telah menunjukkan progres signifikan dengan sejumlah fasilitas utama yang telah rampung 100 persen.

Baca juga : Geopolitik Memanas, Bamsoet Ajak Seluruh Elemen Perkuat Persatuan Bangsa

Kehadiran proyek itu juga dinilai membawa harapan baru bagi masyarakat lokal, terutama dalam meningkatkan kesejahteraan dan pemerataan pembangunan.

Salah seorang warga Papua, Tarsan Balagaize, mengaku bersyukur pembangunan kini menjangkau kampung dan dusun mereka.

Menurutnya, manfaat proyek tidak hanya dirasakan saat ini, tetapi juga untuk generasi mendatang.

“Kami harus bersyukur karena kapan lagi kami bisa menerima pembangunan seperti ini? Bukan hanya untuk kami, tetapi juga untuk anak-cucu kami,” ujar Tarsan di Jakarta, Kamis (14/5/2026).

Ia menilai, program pembangunan dari pemerintah pusat dapat membuka peluang kehidupan masyarakat lokal menjadi lebih baik dan makmur.

“Kalau memang sudah ada program ini dari pemerintah pusat, berarti kehidupan masyarakat lokal di sini mungkin akan menjadi lebih makmur,” katanya.

Tarsan juga menyampaikan apresiasi karena pembangunan kini menjangkau kawasan yang sebelumnya belum tersentuh infrastruktur.

Baca juga : Mauro Zijlstra Catat Debut Manis Bersama Persija

“Masyarakat menerima penuh pembangunan PSN Wanam ini. Kami sangat berterima kasih dan menerima 100 persen program pembangunan ini,” tuturnya.

Diproyeksikan Jadi Pusat Cadangan Pangan

Sementara itu, seorang petugas proyek menjelaskan progres pembangunan sejumlah fasilitas penunjang di kawasan PSN Wanam hampir seluruhnya selesai. Area jetty multipurpose dan fasilitas solar cell disebut telah mencapai progres 100 persen.

“Untuk progres area jetty multipurpose sudah mencapai 100 persen,” ujar petugas proyek.

Selain itu, pembangunan tangki HSD berkapasitas 5.000 metrik ton telah mencapai 97 persen, sedangkan warehouse multipurpose mencapai 88 persen.

“Untuk HSD tank kapasitas 5.000 metrik ton progresnya sudah 97 persen. Warehouse multipurpose sudah mencapai 88 persen, sedangkan solar cell sudah 100 persen,” katanya.

Wanam diproyeksikan menjadi pusat Cadangan Pangan Nasional melalui program cetak sawah baru seluas satu juta hektare. PSN yang didanai dan dikerjakan oleh Jhonlin Group tersebut tidak hanya membuka lahan pertanian, tetapi juga membangun ekosistem baru yang mencakup jaringan irigasi, industri biodiesel, hingga penguatan pertahanan negara.

Namun, salah satu kunci utama keberhasilan pengembangan ekosistem tersebut adalah konektivitas wilayah.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.