Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Bangun PLTS 71,9 MW, Indocement Lakukan Langkah Nyata Dekarbonisasi
Senin, 25 Mei 2026 08:33 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk. mengambil langkah terdepan dalam transformasi industri dengan membangun Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) terbesar di sektor semen Indonesia. PLTS ini memiliki total kapasitas 71,9 MW yang tersebar di tiga kompleks pabrik utama: Citeureup, Cirebon, dan Tarjun.
Langkah ini menegaskan posisi Indocement sebagai pionir dekarbonisasi di industri berat atau hard-to-abate sector. Inisiatif ini juga menjadi benchmark bahwa transisi energi sudah berjalan dalam skala industri dan bukan sekadar wacana. Proyek ini turut mendukung target pemerintah mencapai net zero emission 2060 dan percepatan bauran energi terbarukan.
Instalasi PLTS diproyeksikan menghasilkan lebih dari 108 juta kWh energi bersih per tahun. Dari sisi lingkungan, proyek ini mampu menurunkan emisi karbon lebih dari 85 ribu ton CO₂ per tahun, setara dampak penanaman 1,4 juta pohon per tahun. Capaian ini menempatkan proyek sebagai salah satu inisiatif dekarbonisasi industri paling signifikan di Indonesia saat ini.
Baca juga : Perang Harus Berhenti, Bebas Aktif Bukan Pasif Demi Cegah Kejahatan Kemanusiaan
Direktur Indocement Holger Mørch mengatakan, industri semen harus bertransformasi. “Di Indocement, kami memilih untuk memimpinnya. Pembangunan PLTS terbesar di sektor ini adalah bukti bahwa dekarbonisasi bisa dilakukan secara nyata, dalam skala besar, terukur, dan terintegrasi dengan kebutuhan operasional industri,” ujarnya, dalam keterangan resmi, Senin (25/5/2026).
Bagi Indocement, transformasi ini merupakan bagian strategi jangka panjang menurunkan jejak karbon operasional secara menyeluruh.
Strategi dekarbonisasi Indocement:
- Bahan bakar alternatif: Pemanfaatan refuse-derived fuel atau RDF
- Bahan baku: Optimalisasi bahan baku alternatif untuk menekan emisi proses
- Energi: Pengembangan roadmap energi rendah karbon
- Produk: Inovasi semen yang lebih ramah lingkungan
Baca juga : Bank BSN Relokasi Kantor Layanan Tangerang Selatan Fokus Garap Ekosistem Urban
Sebagai bagian dari grup global Heidelberg Materials, Indocement membawa standar keberlanjutan kelas dunia ke operasional di Indonesia agar transformasi tetap kompetitif secara global.
Untuk merealisasikan inisiatif ini, Indocement menggandeng SUN Energy sebagai mitra strategis. Melalui pendekatan sustainability-as-a-service, SUN menghadirkan solusi yang memastikan keandalan energi untuk operasional industri berat, efisiensi biaya jangka panjang, dan peningkatan energy security di tengah volatilitas energi global.
Director of Power SUN, Jefferson Kuesar, mengatakan peran SUN bukan hanya sebagai penyedia PLTS, tetapi sebagai mitra dekarbonisasi bagi industri. “Kami memastikan solusi yang kami hadirkan adaptif terhadap kebutuhan operasional, tetap andal dalam jangka panjang, dan relevan secara bisnis. Kolaborasi dengan Indocement ini menunjukkan bahwa transisi energi bisa dijalankan tanpa mengganggu produktivitas, bahkan justru memperkuat daya saing industri,” kata Jefferson.
Baca juga : PSM Waspadai Persik, Penentu Laga Adalah Mentalitas
Kolaborasi ini menandai pergeseran penting dari inisiatif keberlanjutan yang bersifat tambahan menjadi core strategy dalam operasional industri. Dengan skala dan pendekatan terintegrasi, proyek ini menjadi sinyal kuat bahwa dekarbonisasi industri di Indonesia sedang terjadi sekarang melalui langkah yang terukur dan berkelanjutan.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya