Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
BRI Salurkan KUR Rp65,95 Triliun, Jangkau 558 Ribu Petani dan 23 Ribu Nelayan
Kamis, 28 Mei 2026 15:17 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Penguatan fondasi ekonomi kerakyatan menjadi fokus PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI dalam menyalurkan pembiayaan sekaligus membuka peluang usaha bagi masyarakat.
Upaya ini diwujudkan melalui penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang tidak hanya berfokus pada akses permodalan, tetapi juga pada pengembangan sektor produktif, khususnya pertanian, guna mendorong peningkatan kapasitas usaha dan kesejahteraan masyarakat.
Secara kinerja, hingga April 2026 BRI berhasil menyalurkan KUR sebesar Rp65,95 triliun kepada sekitar 1,3 juta debitur di seluruh Indonesia.
Mayoritas penyaluran tersebut diarahkan ke sektor produksi, meliputi pertanian, perikanan, dan industri pengolahan, dengan porsi mencapai 66,47 persen.
Baca juga : Banjir Rendam 51 RT di Jakarta Selatan dan 4 RT di Jakarta Barat
Dari total tersebut, sektor pertanian menjadi kontributor terbesar dengan penyaluran mencapai Rp27,95 triliun atau setara 42,38 persen.
Capaian ini tidak hanya menunjukkan peran dominan sektor pertanian dalam portofolio KUR BRI, tetapi juga mempertegas posisi Perseroan, khususnya dalam mendukung ketahanan pangan nasional.
Direktur Micro BRI Akhmad Purwakajaya mengatakan bahwa sebagai penyalur KUR terbesar di Indonesia, BRI terus memperkuat kontribusinya terhadap program Asta Cita ke-2 Pemerintah, yakni kemandirian bangsa melalui swasembada pangan.
Adapun, dalam empat bulan pertama tahun 2026, penyaluran KUR BRI telah menjangkau 558 ribu petani dan 23 ribu nelayan.
Baca juga : BRI Saluran Kredit UMKM Capai Rp1.211 T, Ekosistem Pemberdayaan Kian Luas
“KUR merupakan instrumen pembiayaan BRI dalam mendukung sektor usaha mikro dan sektor produktif," ujar Akhmad dalam keterangannya, Kamis (28/5/2026)
Akhmad menambahkan, BRI pun senantiasa menyalurkan KUR dengan memperluas akses permodalan, yang tidak hanya berdampak pada penciptaan lapangan kerja, tetapi juga mendorong peningkatan produktivitas usaha serta perputaran ekonomi di berbagai wilayah..
Dalam implementasinya, Akhmad menyatakan bahwa BRI terus menerapkan prinsip kehati-hatian dengan mengedepankan aspek transparansi dan akuntabilitas.
Hal ini penting mengingat KUR sepenuhnya bersumber dari dana perbankan yang berasal dari penghimpunan dana masyarakat, sehingga kualitas kredit harus tetap terjaga.
Baca juga : Bagikan Dividen Rp52,1 triliun, BRI Siap Dorong Pertumbuhan Berkualitas
Lebih lanjut Akhmad mengatakan, penyaluran KUR BRI diarahkan untuk mendorong pelaku usaha berkembang seiring dengan meningkatnya akses permodalan.
Hal ini tercermin dari kemampuan debitur dalam memperluas skala usaha dan meningkatkan kapasitas bisnisnya.
Capaian tersebut terlihat dari jumlah debitur yang berhasil naik kelas, yakni sebanyak 307 ribu debitur atau mencapai 31,96 persen dari target 962 ribu debitur.
Di sisi lain, jangkauan KUR BRI terhadap rumah tangga juga menunjukkan tren peningkatan yang konsisten. Hingga April 2026, sekitar 19 dari setiap 100 rumah tangga telah mengakses fasilitas KUR BRI, meningkat dibandingkan 18 rumah tangga pada 2025 dan 17 rumah tangga pada 2024.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya