Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Moody’s Beri Rating Baa2 Untuk Danantara Investment Management
Rabu, 3 Juni 2026 18:31 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Moody’s Ratings untuk pertama kalinya memberikan peringkat kredit Baa2 kepada PT Danantara Investment Management (DIM), entitas pengelola investasi di bawah struktur Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara). Dengan outlook negatif untuk seluruh peringkat yang diberikan.
Moody’s juga memberi peringkat sementara (P)Baa2 untuk program penerbitan surat utang global (MTN) dan peringkat Baa2 untuk obligasi senior tanpa jaminan, yang akan diterbitkan DIM.
Mengapa DIM mendapat Baa2?
Moody’s menjelaskan, peringkat DIM disamakan dengan peringkat Pemerintah Indonesia (Baa2, outlook negatif) karena hubungan yang sangat erat antara DIM dan pemerintah.
Berikut sejumlah alasan yang melatari hal tersebut, seperti disampaikan Moody's dalam keterangan resminya, Rabu (3/6/2026):
- DIM merupakan bagian dari struktur BPI Danantara.
- DIM sepenuhnya dimiliki oleh BPI Danantara.
- Pemerintah memiliki pengawasan yang kuat terhadap aktivitas DIM.
- Moody’s memperkirakan pemerintah akan memberikan dukungan luar biasa jika diperlukan.
Belum Dinilai dari Kekuatan Bisnis Mandiri
Baca juga : BAZNAS Salurkan Bantuan Untuk Korban Kebakaran Kemayoran
Moody’s tidak memberikan penilaian mandiri (Baseline Credit Assessment/BCA) kepada DIM karena entitas tersebut masih berada pada tahap awal pengembangan, memiliki rekam jejak operasional yang masih terbatas, dan belum memiliki operasi bisnis mandiri yang signifikan.
"Peringkat DIM saat ini lebih banyak ditopang oleh kedekatannya dengan negara, ketimbang kekuatan bisnisnya sendiri," beber Moody's.
Hubungan Erat dengan Pemerintah
Moody’s menilai DIM memiliki hubungan erat dengan pemerintah, karena entitas tersebut dibentuk berdasarkan UU Nomor 16 Tahun 2025 dan seluruh sahamnya dimiliki BPI Danantara. Selain itu, perubahan kepemilikan sahamnya juga harus melalui perubahan undang-undang. Di samping terdapat keterlibatan pejabat pemerintah dalam pengawasan dan pengambilan keputusan.
Dewan Pengawas BPI Danantara saat ini beranggotakan 11 orang, termasuk 9 menteri aktif.
Dukungan Keuangan
Baca juga : Yayasan RMHC Komit Berikan Bantu Keluarga Pasien Lewat Padel for Hope
Moody’s menyoroti dukungan pendanaan yang kuat terhadap DIM, ditandai dengan modal awal Rp 70 triliun yang disuntikkan pada tahun 2025. Rencananya, dana Rp 50 triliun akan ditambah pada tahun 2026.
Sejauh ini, DIM telah menghimpun dana melalui
Obligasi Patriot sebesar Rp 68,4 triliun, fasilitas kredit bergulir (revolving credit facility) senilai 10 miliar dolar AS, dengan komitmen 1 miliar dolar AS.
Likuiditas Sangat Baik
Moody’s menyebut DIM memiliki likuiditas DIM sangat kuat karena mendapat dukungan modal dari BPI Danantara, memiliki akses ke sumber pendanaan eksternal, tidak memiliki kewajiban membayar dividen, dan tidak ada jatuh tempo utang signifikan dalam 2–3 tahun mendatang.
Mengapa Outlook Negatif?
Moody's menjelaskan, outlook negatif bukan karena masalah khusus di DIM, melainkan karena mengikuti outlook negatif Pemerintah Indonesia.
Baca juga : Cerita Prabowo Keliling Ke Banyak Negara Untuk Amankan Supply Minyak Indonesia
"Artinya, jika peringkat utang Indonesia turun, peringkat DIM kemungkinan ikut turun. Jika hubungan DIM dengan pemerintah melemah, peringkat juga bisa tertekan," terang Moody's.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya