Dark/Light Mode

BSI Kelola Tabungan Pelajar Hingga Rp 1,7 Triliun

Rabu, 3 Juni 2026 20:20 WIB
Program Tabungan Pelajar BSI. (Foto: Dok. BSI)
Program Tabungan Pelajar BSI. (Foto: Dok. BSI)

RM.id  Rakyat Merdeka - PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk atau BSI telah mengelola lebih dari 60 ribu pelajar SD hingga SMA di seluruh Indonesia. BSI telah mengelola Tabungan Pelajar yang mencapai Rp 1,7 triliun tahun ini.

Corporate Secretary BSI Wisnu Sunandar mengatakan, kalangan pelajar menjadi segmen yang akan kami sasar tahun ini dengan jumlah target pertumbuhan tabungan pelajar sekitar 10 persen dari tahun lalu.

“Hal ini juga menjadi langkah memperkuat komposisi dana murah sehingga bisa meningkatkan komposisi Dana Pihak Ketiga (DPK),” katanya di Jakarta, Rabu (3/6/2026).

Dia melanjutkan, BSI terus memacu penetrasi keuangan syariah di berbagai lintas sektor, salah satunya sektor pendidikan.

Baca juga : Prudential Catat Pendapatan Premi Rp 21,1 Triliun di 2025

Data tersebut menunjukkan keuangan syariah semakin diminati dan didukung dengan animo masyarakat cukup tinggi terhadap bank syariah.

Angka ini masih sekitar 10 persen jumlah sekolah dasar (SD) hingga SMA dari seluruh Indonesia. Sementara secara nasional, saat ini BSI dipercaya mengelola 23,7 juta basis nasabah/customer based.

“Tentunya angka ini terus ditingkatkan terutama penetrasi di kalangan pelajar yang menjadi tingkatan dasar untuk menjadi salah satu target literasi dan inklusi keuangan syariah,” ujarnya.

Langkah ini juga didukung atas kolaborasi bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang bertujuan, agar semakin memahami layanan keuangan syariah yang mudah diakses, aman, dan sesuai kebutuhan melalui program GENCARKAN (Gerakan Cerdas Keuangan).

Baca juga : SIM Keliling Tangerang Kota Selasa 2 Juni, Cek di Sini Lokasinya

Wisnu mengatakan, program yang diinisiasi OJK ini menyasar segmen pelajar, pengusaha, dan masyarakat umum.

Selain itu terdapat program KEJAR (Satu Rekening Satu Pelajar) yang bertujuan mendorong pelajar memiliki pemahaman keuangan yang baik sejak dini dan mulai membangun budaya menabung di bank.

Generasi muda memiliki potensi besar untuk menjadi bagian fokus literasi dan inklusi keuangan karena menjadi kelompok awal yang diharapkan mampu mengelola keuangan sejak dini.

“Mereka diharapkan menjadi motor penggerak literasi di lingkungannya,” imbaunya.

Baca juga : Menkop Apresiasi Kopdit Obor Mas NTT Jadi Penyalur KUR Beraset Rp1,5 Triliun

Wisnu menambahkan, selain memperluas kegiatan inklusi ke sekolah-sekolah, Bank Syariah Indonesia juga secara aktif mencetak duta-duta literasi yang tersebar di seluruh Indonesia.

Jumlahnya saat ini sekitar 5.000 duta literasi dari tingkat universitas. Selain program KEJAR, BSI juga mengoptimalkan program literasi GENCARKAN bagi segmen UMKM melalui pelatihan dan pendampingan usaha.

Program tersebut mencakup penguatan kapasitas usaha, peningkatan keterampilan, pengelolaan usaha berbasis prinsip syariah, hingga pemanfaatan e-channel untuk mendukung transaksi UMKM.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.