Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Kisah Perjuangan Ibu Ila Bersama PNM Mekaar Merajut Hidup dari Titik Terendah
Sabtu, 6 Juni 2026 20:50 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Di masa pandemi Covid-19, hidup Ibu Ila sempat berada pada titik yang tidak pernah ia bayangkan.
Penghasilan keluarga terguncang setelah sang suami terkena pemutusan hubungan kerja, sementara kondisinya sedang hamil dan kebutuhan rumah tangga serta masa depan pendidikan anak tetap harus disiapkan.
Di tengah keadaan yang serba terbatas, Ila tidak ingin terus terjebak dalam rasa pasrah.
Ia mulai merajut kembali hidupnya melalui PNM Mekaar, dengan keberanian sederhana untuk membuka jalan baru bagi keluarganya, menjadi seorang penjahit.
Baca juga : Golkar Papua Bertekad Perkuat Struktur Hingga Tingkat Desa
Kisah Ila menjadi potret perempuan prasejahtera yang berusaha bangkit di tengah masa paling sulit.
Melalui PNM Mekaar, ia mendapatkan akses permodalan untuk membeli mesin jahit sebagai langkah awal membangun usaha dari rumah.
Bagi Ila, mesin jahit itu bukan sekadar alat kerja, tetapi menjadi harapan baru. Dari tangan yang terus belajar dan bekerja, Ia mulai menerima pesanan jahitan, memperbaiki pakaian, hingga perlahan membangun kepercayaan pelanggan di sekitarnya.
“Saya tidak bisa hidup seperti ini terus, pasrah sama keadaan. Saya harus bangkit. Terima kasih kepada Bapak Presiden Prabowo, karena program PNM Mekaar sangat bermanfaat bagi UMKM di Indonesia," ujar Ila dalam keterangannya, Sabtu (6/6/2026).
Baca juga : Hattrick Juara Bersama Persib, Dado: Lebih dari Sekadar Mimpi
Dari program ini, Ila mengaku bisa menyekolahkan anak saya dan memiliki rumah yang layak.
Kalimat itu lahir dari perjalanan panjang yang tidak selalu mudah. Ada masa ketika pesanan belum datang, pendapatan belum menentu, dan kebutuhan keluarga tetap harus dipenuhi.
Namun, melalui pendampingan dan pertemuan kelompok Mekaar, Ila menemukan ruang untuk terus belajar, berusaha, dan percaya bahwa hidupnya bisa berubah.
Kini, hasil dari perjuangannya mulai terasa. Dari usaha menjahit yang dirintis di masa sulit, ia mampu membantu perekonomian keluarga, menyekolahkan anak, dan membangun kehidupan yang lebih layak.
Baca juga : Kemnaker Bersama BPJS Ketenagakerjaan Perkuat Budaya K3
Kisahnya menunjukkan bahwa pemberdayaan tidak selalu dimulai dari hal besar, tetapi dari kesempatan kecil yang dijaga dengan ketekunan.
"Bagi saya bangkit bukan berarti melupakan masa sulit, melainkan menjadikannya alasan untuk terus melangkah demi keluarga dan masa depan yang lebih baik," ucap Ila.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya