Dark/Light Mode

Ekonom Bank Danamon Jempolin Kenaikan BI-Rate 5,50%: Pasar Merespons Positif

Selasa, 9 Juni 2026 17:12 WIB
Ekonom Bank Danamon Hosianna Evalita Situmorang (Foto: Antara)
Ekonom Bank Danamon Hosianna Evalita Situmorang (Foto: Antara)

RM.id  Rakyat Merdeka - Ekonom Bank Danamon Hosianna Evalita Situmorang mengapresiasi keputusan Bank Indonesia (BI) menaikkan suku bunga acuan atau BI-Rate sebesar 25 basis poin menjadi 5,50 persen, dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) mingguan pada Selasa (9/6).

Hosianna menilai kebijakan tersebut sebagai langkah pre-emptive atau antisipatif untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah dan mengendalikan tekanan inflasi impor.

Dalam RDG hari ini, BI tak hanya menaikkan BI-Rate BI, tetapi juga mengerek suku bunga Deposit Facility sebesar 25 bps menjadi 4,50 persen, dan suku bunga Lending Facility sebesar 25 bps menjadi 6,25 persen. 

"Keputusan BI menaikkan BI-Rate dalam RDG mingguan hari ini, merupakan langkah positif dan pre-emptive untuk menjaga stabilitas nilai tukar. Mengingat rupiah secara year-to-date sempat melemah hingga 8 persen saat USD/IDR menyentuh Rp 18.190," jelas Hosianna kepada RM.id, Selasa (9/6/2026).

"Intervensi ini krusial demi meredam risiko imported inflation beserta dampak rambatannya,"  imbuhnya. 

Baca juga : Potensi Dampak Kenaikan Dolar Amerika Pada Kesehatan

Hosianna mengatakan, pasar langsung merespons positif keputusan BI. Rupiah pada perdagangan siang hari tercatat menguat signifikan 0,7 persen terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dengan angka Rp 18.070.

"Kebijakan ini juga diproyeksi bakal mendongkrak daya tarik imbal hasil instrumen domestik," ujarnya.

Dorong Aliran Investasi Asing 

Selain kenaikan BI-Rate menjadi 5,50 persen, BI juga menempuh langkah-langkah penguatan stabilisasi nilai tukar rupiah, dengan meningkatkan imbal hasil dan sejumlah insentif lain dalam operasi moneter bagi masuknya aliran investasi asing. Berikut rinciannya: 

1. Kenaikan struktur suku bunga Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) pada seluruh tenor 6, 9, dan 12 bulan untuk semakin meningkatkan imbal hasil bagi masuknya investasi portofolio asing.

Kenaikan struktur suku bunga SRBI tersebut dilakukan sesuai mekanisme pasar, dan untuk menjadikan investasi portofolio di Indonesia tetap kompetitif dengan negara lain.

Baca juga : Bank Sentral Naikkan BI Rate Menjadi 5,25 Persen

2. Pemberian insentif berupa penurunan tingkat swap lindung nilai (hedging swap) bagi investor asing sebesar 10 persen, untuk semakin meningkatkan daya tarik masuknya investor asing, serta mengkompensasi kewajiban yang selama ini ditanggung investor.

Sebagaimana diketahui, selama ini Bank Indonesia memberikan fasilitas swap lindung nilai bagi masuknya investasi asing melalui bank-bank di Indonesia, yang kemudian meneruskan kepada Bank Indonesia.

Sementara penentuan tingkat swap yang reguler (reguler swap) tetap terus diberikan Bank Indonesia sesuai mekanisme pasar yang berlaku.

3. Pembukaan kembali window lelang instrumen repurchase agreement (repo) untuk tenor-tenor 3, 6, 9, dan 12 bulan bagi perbankan, demi memastikan kecukupan likuiditas di pasar uang dan perbankan dengan sasaran agar pertumbuhan Uang Primer (M0) tetap double digit (di atas 10 persen).

Perluasan fasilitas repo ini akan menjadi instrumen utama dalam pengelolaan likuiditas moneter dibandingkan dengan mekanisme lain, termasuk melalui pembelian SBN dari pasar sekunder yang selama ini ditempuh Bank Indonesia.

Baca juga : Bank Indonesia Naikkan BI Rate 50 Bps Jadi 5,25 Persen

4. Peningkatan intensitas operasi moneter, baik rupiah maupun valuta asing, untuk memperkuat stabilisasi nilai tukar rupiah.

Penguatan operasi moneter rupiah ditempuh dengan pembukaan lelang SRBI dua kali seminggu. Sementara penguatan operasi moneter valuta asing terus dilakukan dengan meningkatkan intensitas intervensi, baik melalui transaksi spot dan DNDF di pasar domestik atau transaksi NDF di pasar luar negeri.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.