Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Danantara: Penguatan IHSG Bukti Investor Percaya Fundamental Indonesia
Minggu, 14 Juni 2026 15:38 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Danantara Indonesia menilai penguatan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menjadi sinyal positif meningkatnya kepercayaan investor terhadap prospek perekonomian nasional.
Optimisme pasar tersebut mencerminkan keyakinan investor terhadap kuatnya fundamental ekonomi Indonesia serta kinerja perusahaan-perusahaan nasional.
Chief Operating Officer (COO) Danantara Indonesia sekaligus Kepala BP BUMN, Dony Oskaria mengatakan, apresiasi pasar modal menjadi bukti bahwa investor semakin melihat potensi jangka panjang Indonesia berdasarkan kondisi fundamental yang solid.
“Kita tentu berterima kasih kepada seluruh investor yang menunjukkan kepercayaan terhadap fundamental ekonomi kita maupun fundamental perusahaan-perusahaan Indonesia. Kinerja yang baik tersebut membuat IHSG menguat cukup signifikan, termasuk rupiah yang juga menunjukkan penguatan,” ujar Dony usai melepas peserta BTN Jakarta International Marathon di Monas, Jakarta, Minggu (14/6/2026).
Menurut Dony, pergerakan pasar dalam jangka pendek memang dapat dipengaruhi oleh berbagai sentimen. Namun pada akhirnya, investor akan menilai kekuatan fundamental ekonomi nasional dan kinerja masing-masing perusahaan.
Baca juga : BHS: Penguatan UMKM Kunci Kejar Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen
"Tentu ada isu dan sentimen yang cukup mempengaruhi, tetapi pada akhirnya seluruh investor akan melihat fundamental perusahaan maupun negara,” jelasnya.
Dony menambahkan, perusahaan-perusahaan nasional, khususnya BUMN, masih memiliki fundamental yang kuat di berbagai sektor strategis.
Kondisi tersebut menjadi modal penting untuk terus meningkatkan nilai perusahaan sekaligus menjaga kepercayaan investor.
“Teman-teman bisa melihat bahwa fundamental perusahaan kita, baik perbankan, tambang, infrastruktur maupun perusahaan BUMN lainnya, semuanya bagus,” ucapnya.
Terkait aksi korporasi seperti pembelian kembali (buyback) saham oleh perusahaan BUMN, Dony menegaskan hal tersebut merupakan mekanisme bisnis yang wajar apabila perusahaan menilai harga saham belum mencerminkan nilai fundamental sebenarnya.
Baca juga : Pertamina Pastikan Stok Pertalite Tersedia
“Buyback itu sebetulnya proses yang normal. Kalau kita melihat saham kita terlalu rendah, tentu pasti kita ambil. Sayang kan daripada investasi di tempat lain, lebih baik kita investasi dengan saham kita sendiri,” jelasnya.
Dony optimistis kepercayaan investor terhadap Indonesia akan terus menguat seiring kokohnya fundamental ekonomi nasional dan transformasi yang dijalankan perusahaan-perusahaan BUMN.
“Kalau barang bagus, tentu sayang kalau tidak kita optimalkan,” tutup Dony.
Sejalan dengan optimisme tersebut, Direktur Utama PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk, Nixon LP Napitupulu, menilai kuatnya fundamental ekonomi juga perlu didukung oleh bergeraknya sektor riil, termasuk industri perumahan yang memiliki efek berganda (multiplier effect) besar terhadap perekonomian.
Nixon mengatakan, BTN tetap optimistis menjaga momentum pertumbuhan dengan terus mendorong permintaan masyarakat terhadap hunian melalui berbagai inovasi pembiayaan.
Baca juga : Dasco Ajak Orang Kaya Jual Dolar
“Kita harus bisa menciptakan demand, jangan hanya menunggu market. Karena itu, BTN terus mendorong berbagai strategi supaya sektor perumahan tetap bergerak dan masyarakat tetap memiliki akses untuk membeli rumah,” ujarnya.
Menurut Nixon, perseroan juga terus menjaga target pertumbuhan secara prudent di tengah dinamika ekonomi, sekaligus memperkuat strategi bisnis melalui ekspansi kredit yang sehat dan pengelolaan kualitas aset.
“Kita masih percaya pertumbuhan bisa tetap dijaga. Segala cara kita pikirkan agar masyarakat tetap bisa memiliki rumah,” tutup Nixon.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya