Dark/Light Mode

OVO Ungkap 3 Lapis Keamanan Saat Transaksi Digital

Rabu, 24 Juni 2026 21:05 WIB
Foto: Dok. OVO
Foto: Dok. OVO

RM.id  Rakyat Merdeka - Di tengah meningkatnya penggunaan transaksi digital, keamanan akun dan data pribadi menjadi hal yang semakin penting. Mulai dari pembayaran harian, transfer uang, top up, hingga belanja di merchant, pengguna dompet digital perlu mendapat perlindungan dari berbagai ancaman kejahatan siber.

Saat ini, berbagai modus penipuan digital masih marak terjadi. Mulai dari pencurian kode OTP, pengambilalihan akun, tautan palsu, hingga malware yang dapat mencuri data pengguna.

Karena itu, keamanan transaksi tidak hanya bergantung pada kewaspadaan pengguna, tetapi juga sistem perlindungan yang dimiliki penyedia layanan.

Untuk menjawab tantangan tersebut, dalam keterangan tertulisnya, Rabu (24/6/2026) OVO terus memperkuat sistem keamanannya melalui tiga lapisan perlindungan utama, yakni autentikasi pengguna, Fraud Detection System (FDS), dan teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI).

Lapisan pertama adalah autentikasi pengguna. OVO menggunakan PIN sebagai kode rahasia transaksi yang wajib dijaga kerahasiaannya.

Baca juga : "Ada OCTO Land", CIMB Niaga Target Pertumbuhan Transaksi Digital 30 Persen

Selain itu, terdapat verifikasi melalui One-Time Password (OTP) yang dikirim langsung ke perangkat pengguna saat melakukan aktivitas tertentu.

OVO juga mendukung fitur biometrik seperti sidik jari dan pengenalan wajah untuk memberikan keamanan tambahan sekaligus memudahkan proses verifikasi identitas.

Lapisan kedua adalah Fraud Detection System (FDS), yaitu sistem yang bekerja secara otomatis untuk memantau aktivitas akun dan transaksi pengguna.

Sistem ini dapat mendeteksi pola transaksi yang tidak biasa, mengenali akses dari perangkat baru, hingga mengidentifikasi perangkat yang telah di-root, jailbreak, atau terindikasi terinfeksi malware.

Jika ditemukan aktivitas mencurigakan, sistem dapat memicu verifikasi tambahan atau langkah pengamanan lainnya untuk mencegah penyalahgunaan akun.

Baca juga : Diperiksa KPK, Bos Maktour Tegaskan Tak Ada Transaksi Kuota Haji

Sementara itu, lapisan ketiga adalah pemanfaatan teknologi AI yang membantu OVO mendeteksi berbagai bentuk penipuan yang semakin kompleks.

Teknologi ini mampu mengenali manipulasi dokumen digital, bukti transfer palsu, hingga gambar hasil rekayasa AI yang berpotensi digunakan untuk melakukan penipuan.

AI juga membantu memetakan pola penipuan yang dilakukan secara terorganisir dan mengidentifikasi modus social engineering terbaru agar langkah pencegahan dapat dilakukan lebih cepat.

Selain memperkuat teknologi keamanan, OVO mengingatkan bahwa peran pengguna tetap sangat penting. Pengguna disarankan untuk tidak membagikan PIN maupun OTP kepada siapa pun, menghindari tautan mencurigakan, serta hanya mengunduh aplikasi dari sumber resmi.

Pengguna juga perlu waspada terhadap pihak yang mengaku sebagai petugas layanan pelanggan dan meminta data pribadi atau akses ke perangkat.

Baca juga : Manohara, Lagi Sibuk Selamatkan Satwa Langka

OVO menegaskan tidak pernah meminta PIN, OTP, password, maupun informasi rahasia lainnya melalui telepon atau pesan pribadi.

Head of Strategy Integrated Marketing Communication, Transport, OVO & Bank, Asep Haekal mengatakan, transaksi non-tunai kini telah menjadi bagian dari aktivitas finansial sehari-hari masyarakat. Karena itu, keamanan dan literasi digital menjadi aspek yang tidak bisa dipisahkan.

"Transaksi non tunai kini sudah menjadi bagian dari rutinitas harian finansial masyarakat. OVO meyakini kemudahan transaksi digital perlu diiringi dengan keamanan yang baik,"  ujar Asep.

Dengan kombinasi sistem keamanan berlapis dan kesadaran pengguna, OVO berharap dapat menghadirkan pengalaman transaksi digital yang aman, nyaman, dan terpercaya.

"Ke depan, perusahaan juga akan terus meningkatkan edukasi keamanan digital agar masyarakat semakin percaya diri dalam memanfaatkan layanan keuangan digital sehari-hari," pungkas Asep.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.