Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Siap Jadi Operator Terbesar Kedua Di Tanah Air
InJourney Tancap Gas Satukan Hotel BUMN
Senin, 29 Juni 2026 06:40 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - PT Aviasi Pariwisata Indonesia (Persero) atau InJourney tancap gas melakukan konsolidasi hotel-hotel Badan Usaha Milik Negara (BUMN) melalui anak usahanya, PT Hotel Indonesia Natour (InJourney Hospitality). Langkah ini diharapkan cepat mencapai target InJourney menjadi operator hotel terbesar kedua di Indonesia.
Direktur Utama InJourney Maya Watono menegaskan, langkah tersebut merupakan realisasi mandat dari pemegang saham untuk membangun industri perhotelan nasional yang lebih kuat, terintegrasi, dan mampu meningkatkan nilai aset negara.
Konsolidasi juga diharapkan mampu memperkuat daya saing pariwisata Indonesia di tingkat global. “Konsolidasi ini bukan sekadar penyatuan aset hotel. Tetapi merupakan langkah transformasi untuk membangun fondasi industri hospitality Indonesia yang lebih kompetitif di tingkat global,” ujar Maya dalam keterangannya, Minggu (28/6/2026).
Maya menjelaskan, tahap awal konsolidasi ditandai dengan penandatanganan Conditional Sale and Purchase Agreement (CSPA) pada 11 Juni 2026.
Baca juga : Nih, 5 Jurus Purbaya Gaet Investor Korsel
Kesepakatan tersebut mencakup pengalihan unit bisnis hotel milik InJourney Group kepada InJourney Hospitality. Yakni The Manohara Hotel, Pullman Mandalika, serta lima hotel bandara yang dikelola IAS Group (InJourney Aviation Services).
Pada kesempatan yang sama juga dilakukan penandatanganan Perjanjian Pengikatan Jual Beli Saham Bersyarat PT Hotel Indonesia Properti (HIPRO) sebagai bagian dari penataan struktur kepemilikan portofolio hotel di lingkungan InJourney Group.
Selanjutnya, pada 26 Juni 2026, InJourney kembali menandatangani CSPA bersama sembilan BUMN, yakni PT Adhi Karya (Persero) Tbk Group, PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Group, PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk Group, PT Hutama Karya (Persero) Group, PT Krakatau Steel (Persero) Tbk Group, PT Nindya Karya, PT Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk Group, PT Waskita Karya (Persero) Tbk Group, serta PT Wijaya Karya (Persero) Tbk Group.
“Tahapan ini mencakup proses pengambilalihan aset, pemisahan usaha, serta pengambilalihan saham unit bisnis hotel sebagai bagian dari konsolidasi hotel BUMN,” jelas Maya.
Baca juga : Agar Pengunjung Nyaman, Rano Karno Turun Tangan Atasi Bau Taman Bendera
Menurutnya, dua tahapan tersebut menjadi fondasi awal dalam membangun industri perhotelan yang lebih efisien, terintegrasi, dan berorientasi pada penciptaan nilai jangka panjang.
Sebagai holding BUMN sektor aviasi dan pariwisata, InJourney berperan mengorkestrasi, sekaligus mengakselerasi transformasi ekosistem pariwisata nasional.
Dalam upaya itu, InJourney Hospitality menjadi entitas yang memimpin pengelolaan portofolio hotel BUMN untuk menghadirkan layanan hospitality berstandar global dengan mengedepankan kekayaan budaya dan karakter khas Indonesia.
Melalui InJourney Hospitality, kata Maya, perusahaan ingin membangun portofolio hotel yang lebih terstruktur, mengangkat keunggulan warisan budaya Indonesia sebagai diferensiasi, sekaligus menciptakan nilai tambah yang berkelanjutan.
Baca juga : Cape Verde Siap Libas Argentina
“Serta menciptakan value creation yang berkelanjutan,” ujarnya.
Ia menambahkan, konsolidasi tersebut juga menjadi jawaban atas berbagai tantangan yang selama ini dihadapi hotel-hotel BUMN, mulai dari fragmentasi brand, perbedaan standar layanan, hingga optimalisasi kinerja operasional.
“Melalui pengelolaan yang lebih terintegrasi, setiap aset diharapkan mampu mencapai potensi terbaiknya, sekaligus menciptakan sinergi yang memberikan nilai tambah bagi seluruh ekosistem,” katanya.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya