Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Danone Indonesia Dorong Bisnis Berkelanjutan Lewat Asia B Corp Summit
- Prancis Vs Swedia, Les Bleus Diunggulkan, Blagult Tanpa Beban
- Sekolah Rakyat Cirebon Gabungkan Budaya Lokal Dan Fasilitas Modern
- Mentan Pastikan Pasokan CPO Untuk Program B50 Aman
- Saat Jepang Out di Piala Dunia 2026, KUAI Jepang & Dubes Brazil Ternyata Nobar
Kawal PSN, Komut Pertamina M. Iriawan Pastikan Ketahanan Energi Nasional
Selasa, 30 Juni 2026 17:41 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Komisaris Utama PT Pertamina (Persero), Mochamad Iriawan, menegaskan komitmennya mengawal ketahanan energi nasional melalui kunjungan kerja hari kedua di Kabupaten Tuban, Jawa Timur, Selasa (30/6/2026).
Dalam lawatannya, pria yang akrab disapa Iwan Bule itu meninjau langsung proyek Grass Root Refinery (GRR) Tuban guna memastikan keberlangsungan salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN) tersebut.
Proyek pembangunan kilang minyak dan petrokimia terintegrasi yang dikelola PT Pertamina Rosneft Pengolahan dan Petrokimia (PRPP) ini diproyeksikan menjadi tulang punggung baru kemandirian energi Indonesia. Kilang tersebut ditargetkan memiliki kapasitas pengolahan minyak mentah hingga 300.000 barel per hari.
Dalam peninjauan tersebut, Mochamad Iriawan menerima laporan perkembangan proyek dari Presiden Direktur PT PRPP, Rezaldi Gustino. Ia menjelaskan proyek GRR Tuban kini memasuki tahap Final Investment Decision (FID) yang berjalan paralel dengan proses pengadaan sembilan paket tender Engineering, Procurement, and Construction (EPC).
Baca juga : Komut Pertamina Mochamad Iriawan Pastikan Kesiapan SAF & Operasional B50 di Jatim
Menanggapi perkembangan tersebut, Iriawan menegaskan proyek GRR Tuban memiliki peran strategis bagi masa depan ketahanan energi nasional.
"Ini adalah aset strategis nasional. Kehadiran saya secara langsung di Tuban hari ini adalah untuk memastikan dan mengawal keberlangsungan PSN tersebut agar berjalan sesuai target," tegasnya.
Usai meninjau GRR Tuban, Iriawan melanjutkan kunjungan ke fasilitas PT Trans-Pacific Petrochemical Indotama (TPPI), Fuel Terminal (FT) Tuban, hingga Terminal LPG Refrigerated Jawa Timur. Integrasi antara kilang baru dan fasilitas distribusi tersebut diharapkan menjadikan Tuban sebagai salah satu pusat energi terbesar di Indonesia.
FT Tuban sendiri berfungsi sebagai terminal transit strategis yang menerima pasokan BBM melalui kapal tanker maupun jaringan pipa. Fasilitas ini didukung belasan tangki penyimpanan dengan kapasitas total mencapai 305.192 kiloliter (KL) yang dirancang sesuai karakteristik masing-masing jenis BBM.
Baca juga : KAI Operasikan 17 Kereta Makan M1, Tingkatkan Kenyamanan Penumpang
Dalam kunjungan tersebut, Iriawan juga melihat langsung kemampuan operasional FT Tuban yang memiliki volume penyaluran sekitar 27.000 KL per hari.
"Kunjungan saya ini sekaligus memastikan bahwa seluruh instrumen di lapangan bekerja optimal dalam menjaga pasokan bahan bakar di berbagai wilayah tetap aman," tuturnya.
Secara geografis, FT Tuban kini menjadi salah satu pusat distribusi utama untuk wilayah Jawa Timur, Bali, dan Nusa Tenggara (Jatim Balinus). Selain itu, terminal ini juga melayani distribusi energi ke Kalimantan Selatan, NTB, NTT, Maluku, hingga Timor-Leste.
Pada kesempatan tersebut, Iriawan juga mengapresiasi keberadaan Terminal LPG Tuban yang diproyeksikan mampu menyuplai sekitar 35–40 persen kebutuhan LPG nasional.
Baca juga : Komut Pertamina M. Iriawan Pastikan Kesiapan SAF Juanda-B50 Surabaya
"Keberadaan terminal ini diharapkan mampu memangkas jalur distribusi, meningkatkan efisiensi logistik, dan memperkokoh kerahasiaan stok elpiji nasional," harapnya.
Mengakhiri kunjungan kerja, Iriawan memberikan arahan terkait pentingnya menjaga aspek keselamatan dan keandalan infrastruktur perpipaan yang menopang sekitar 58 persen throughput Subholding Gas.
"Angka ini adalah urat nadi operasional kita. Kegagalan apapun di lini ini akan berdampak langsung pada sistem ketahanan energi nasional," pungkasnya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya