Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- AS Vs Bosnia-Herzegovina, Tuan Rumah Punya Rekor Buruk Lawan Tim Eropa
- RD Kongo Vs Inggris, Tiga Singa Diancam Macan Tutul
- Mesin Hidrogen 100 Persen Diuji Di Laboratorium Bermeo Spanyol Milik Wartsila
- Menteri Dody Usulkan Tiga Isu Prioritas Masuk Agenda World Water Forum ke-11
- Apresiasi Catatan Seskab Teddy, TII Minta Perluasan Kuota Magang Transparan
BSI Target Masuk Top 5 Global Islamic Bank Beraset Rp 1.000 Triliun di 2030
Rabu, 1 Juli 2026 20:38 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk atau BSI memastikan penguatan layanan digital telah rampung. Transformasi digital menjadi kebutuhan mutlak seiring dengan peningkatan status dan target pengembangan bank ke depan, mencapai visi menjadi Top 5 Global Islamic Bank dengan aset hingga Rp 1.000 triliun di tahun 2030.
Direktur Utama BSI Anggoro Eko Cahyo mengatakan, saat ini BSI berdampingan dengan bank besar alias Himpunan Bank Milik Negara (Himbara), dan sudah masuk lima besar bank di Indonesia. Ekspektasi nasabah adalah layanan, sistem harus sama dengan bank besar.
“Peningkatan sistem ini bukan sekadar perbaikan atas gangguan teknis semata, melainkan berupaya menyediakan layanan dan kapabilitas yang setara (dengan Himbara),” kata Anggoro dalam acara Forum Ngopi Bersama Media: Penguatan Sistem IT untuk BSI Modern dan Reliable, di Jakarta, Rabu (1/7/2026).
Anggoro mengatakan, transformasi ini merupakan bagian dari agenda strategis BSI selama satu tahun terakhir yang dijalankan dengan dukungan dan supervisi aktif Danantara, sehingga perseroan siap memasuki fase pertumbuhan berikutnya.
Dia juga merinci, BSI telah menyiapkan anggaran belanja modal (Capital Expenditure/Capex) sekitar Rp 70 triliun untuk pengembangan dan peningkatan sistem teknologi informasi dalam kurun waktu empat tahun, yakni dari tahun 2023-2026.
“Dana tersebut menjadi pendorong utama modernisasi sistem inti perbankan (core banking system), guna mendukung target pertumbuhan bisnis jangka panjang,” ujarnya.
Kini, BSI memiliki 24 juta nasabah dengan total aset mencapai Rp 456 triliun. Ke depannya, bank menargetkan memiliki aset senilai Rp 1.000 triliun, dengan jumlah nasabah hingga 40 juta nasabah, serta menempati posisi sebagai lima besar bank syariah terbesar di dunia pada tahun 2030.
Baca juga : Bongkar Kasus Narkoba Senilai Rp 10,4 Triliun, Polri Selamatkan 89 Juta Jiwa
BSI juga memiliki izin usaha baru Bank Bulion sejak Februari 2025 yang memungkinkan pengembangan produk baru seperti tabungan emas dan pembiayaan emas.
“Produk ini mencatat pertumbuhan sangat tinggi, dengan jumlah rekening tabungan emas mencapai 1,1 juta per Mei 2026. Semua perkembangan ini butuh sistem yang kuat untuk menopangnya,” kata Anggoro.
Proses Migrasi Bertahap
Migrasi core banking BSI dari R10 ke R24 yang rampung pada pertengahan Mei 2026 menjadi salah satu proyek teknologi terbesar BSI dengan melibatkan sekitar 1.500 personel lintas fungsi.
Anggoro menambahkan, seluruh proses dilakukan secara bertahap melalui berbagai rehearsal, dengan pengawasan OJK dan Danantara untuk memastikan implementasi berjalan aman, terkendali, dan transparan.
Transformasi tersebut meningkatkan efisiensi operasional hingga sekitar 80 persen, mempercepat proses Close of Business (COB), serta memperbesar kapasitas sistem untuk mendukung ekspansi bisnis digital dan inovasi produk.
“Saat ini availability all channell BSI 99,99 persen sehingga transaksi melalui channel digital dan cabang berlangsung lancar," ujarnya.
Tak hanya itu, ruang untuk menumbuhkan nasabah, inovasi untuk fitur baru di Byond sangat luas karena kapasitas terpakai masih di bawah 10 persen.
Baca juga : BI Ekspansi Rp 1.000 Triliun Hingga Juni 2026, Demi Jaga Likuiditas
“Nasabah akan merasakan manfaat dari kekuatan dan kecepatan IT BSI yang baru," ujarnya.
Dalam mendukung pertumbuhan tersebut, BSI terus memperkuat layanan digital melalui Byond by BSI untuk segmen ritel dan BEWIZE by BSI bagi nasabah institusi/wholesale.
Tercatat per Mei 2026, layanan mobile banking BSI telah digunakan lebih dari 10 juta pengguna dengan nilai transaksi melampaui Rp 450 triliun, sementara BEWIZE terus mencatat pertumbuhan pengguna dan transaksi sebagai penggerak bisnis wholesale.
Transformasi teknologi dan ekspansi bisnis tersebut tercermin pada kinerja keuangan BSI yang tetap solid.
Hingga Mei 2026, BSI membukukan laba bersih (unaudited) sebesar Rp 3,39 triliun atau tumbuh 16,73 persen secara tahunan (year on year/yoy).
Total aset BSI saat ini mencapai Rp 444 triliun, Dana Pihak Ketiga (DPK) sebesar Rp 372 triliun, dan pembiayaan sebesar Rp 335 triliun dengan kualitas terjaga.
Anggoro menegaskan, dengan dukungan ekosistem yang semakin kuat bersama Danantara, transformasi teknologi yang telah selesai, serta model bisnis yang terus berkembang, BSI optimistis mampu menjadi motor penggerak ekonomi syariah nasional sekaligus menghadirkan layanan keuangan yang semakin modern, inklusif, dan kompetitif.
Baca juga : Pramono Targetkan Jakarta Jadi Kota Global Jelang Usia 500 Tahun pada 2027
Sementara itu, Direktur Information Technology (IT) BSI Muharto Hadi Suprapto menjelaskan, bahwa pemutakhiran sistem IT ini dikembangkan berdasarkan arsitektur teknologi yang dirancang sejak tahun 2010.
Setelah melalui berbagai kajian mendalam, pihaknya memutuskan untuk melakukan pembaruan pada sistem yang sudah ada, menggunakan versi terbaru bernama Theranos 204 yang memiliki kapasitas lebih besar dan standar keamanan yang lebih tinggi.
“Keputusan ini diambil setelah mempertimbangkan efisiensi, keamanan, dan kesesuaian dengan standar industri. Sistem ini telah terbukti andal dan digunakan secara luas di berbagai negara, termasuk di perbankan terbesar di Arab Saudi,” ujar Muharto.
Selain pembaruan sistem dasar, BSI juga mulai menerapkan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) untuk meningkatkan efisiensi kerja dan keamanan transaksi.
Penerapannya meliputi proses verifikasi identitas nasabah secara daring, deteksi dini terhadap transaksi yang mencurigakan, hingga rekomendasi produk yang sesuai dengan kebutuhan nasabah.
“Cara kerja baru ini berbasis data dan tidak lagi mengandalkan proses konvensional. Kami yakin dengan dukungan teknologi dan perubahan pola pikir ini, target pertumbuhan bisa dicapai, bahkan berpotensi dipercepat,” tegasnya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya