Dark/Light Mode

Capai 43,34 Persen, KUR Bank Mandiri Tembus Rp 17,77 Triliun Per Mei 2026

Senin, 6 Juli 2026 17:48 WIB
Foto: Dok. Bank Mandiri
Foto: Dok. Bank Mandiri

RM.id  Rakyat Merdeka - PT Bank Mandiri (Persero) Tbk telah menyalurkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) hingga Rp 17,77 triliun persen per 31 Mei 2026, atau setara 43,34 persen dari target penyaluran KUR Bank Mandiri tahun 2026.

Pembiayaan berbunga rendah ini telah dinikmati oleh 135.829 pelaku usaha di seluruh Indonesia.

Senior Vice President (SVP) Micro Development & Agent Banking Bank Mandiri Bayu Trisno Arief Setiawan mengatakan, Bank Mandiri semakin mengandalkan program KUR untuk memperluas akses permodalan bagi pelaku usaha produktif. Sekaligus mengakselerasi pertumbuhan sektor-sektor yang mampu menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Realisasi tersebut dan mencerminkan akselerasi yang bertumbuh dalam mendukung pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) sebagai tulang punggung perekonomian nasional,” kata Bayu dalam keterangan resmi, Senin (6/7/2026).

Penyaluran KUR Bank Mandiri selalu diimbangi dengan penerapan prinsip kehati-hatian dan pengelolaan risiko yang optimal, tercermin dari Non-Performing Loan (NPL) di kisaran 1 persen.

Bayu menuturkan, pencapaian ini menunjukkan keunggulan yang berkelanjutan dalam model bisnis mikro Bank Mandiri yang tidak hanya berfokus pada pertumbuhan pembiayaan. Tetapi juga menjaga kualitas portofolio agar tetap sehat dan berdaya tahan.

Menurutnya, keberhasilan penyaluran KUR tidak terlepas dari sinergi yang terintegrasi antara pemerintah, perbankan, pelaku usaha, serta berbagai pemangku kepentingan dalam mendorong penguatan sektor produktif di berbagai daerah.

Baca juga : Brahim Diaz Pede Maroko Tembus Final Piala Dunia 2026

Kolaborasi tersebut menjadi fondasi penting dalam menciptakan ekosistem usaha yang semakin inklusif dan kompetitif.

Bayu menegaskan, Bank Mandiri memandang KUR bukan sekadar fasilitas pembiayaan, tetapi sebagai instrumen untuk menghadirkan nilai tumbuh kepada masyarakat.

“Melalui akses modal yang lebih luas, kami ingin membantu pelaku usaha meningkatkan kapasitas produksi, memperluas jaringan pemasaran, dan membuka peluang kerja baru yang berdampak langsung pada perekonomian daerah,” katanya.

Bayu merinci, dari total penyaluran KUR hingga Mei 2026, sebesar 63,54 persen atau Rp 11,29 triliun disalurkan ke sektor produksi, sedangkan 36,46 persen atau Rp 6,48 triliun dialokasikan ke sektor non-produksi.

Dominasi sektor produktif tersebut sejalan dengan komitmen Bank Mandiri untuk memperkuat fondasi ekonomi nasional melalui pembiayaan yang memberikan multuplier effect lebih luas.

Adapun sektor pertanian menjadi kontributor terbesar dengan nilai penyaluran mencapai Rp 5,82 triliun atau 32,77 persen dari total KUR.

Selanjutnya sektor jasa produksi sebesar Rp 3,86 triliun atau 21,72 persen, industri pengolahan Rp 1,35 triliun atau 7,60 persen, serta sektor perikanan sebesar Rp 249 miliar atau 1,41 persen.

Baca juga : Laba PTPN Group Melonjak 81 Persen Jadi Rp 6,39 Triliun

Bayu menambahkan, selain mendukung pelaku UMKM, Bank Mandiri juga berperan aktif dalam mendukung program prioritas pemerintah, termasuk Program Tiga Juta Rumah.

“Hingga Mei 2026, kami telah menyalurkan Kredit Program Perumahan (KPP) untuk sisi demand sebesar Rp 493,10 miliar kepada 1.764 debitur dengan kualitas pembiayaan yang tetap terjaga optimal,”  ujarnya.

Dia mengatakan, pembiayaan pada sisi demand diperuntukkan bagi UMKM yang membutuhkan dukungan pembiayaan untuk pembelian, pembangunan, dan renovasi dalam rangka mendukung kegiatan usaha.

Secara kumulatif, sejak program KUR diluncurkan Pemerintah pada tahun 2008 hingga 31 Mei 2026, Bank Mandiri telah menyalurkan KUR sebesar Rp 321,01 triliun kepada 3,72 juta debitur di seluruh Indonesia.

“Konsistensi tersebut menjadikan Bank Mandiri sebagai salah satu penyalur KUR terbesar yang terus mendukung pengembangan ekonomi kerakyatan secara berkelanjutan,” kata Bayu.

Untuk mempercepat sekaligus menjaga kualitas penyaluran KUR, Bank Mandiri terus memperkuat strategi pembiayaan berbasis ekosistem melalui pendekatan closed-loop yang terhubung dengan nasabah wholesale, sentra produksi, dan sektor unggulan daerah.

“Strategi tersebut memungkinkan terciptanya sinergi ekosistem layanan yang semakin efektif antara UMKM, pemasok, distributor, agregator, hingga off-taker dalam satu rantai nilai usaha yang saling mendukung,” ucapnya.

Baca juga : Naik 39 Persen, KAI Logistik Angkut 9.352 Teus Komoditas Pendingin Per Mei 2026

Bayu menambahkan, Bank Mandiri juga terus memperluas akses layanan keuangan melalui jaringan Mandiri Agen, layanan digital, serta program edukasi literasi dan inklusi keuangan, guna meningkatkan kapasitas pelaku usaha dalam mengelola bisnis secara modern dan berkelanjutan.

Ia menambahkan, ke depan, Bank Mandiri akan terus memperkuat kolaborasi dengan pemerintah dan berbagai pemangku kepentingan untuk mengoptimalkan penyaluran KUR yang tepat sasaran serta memberikan dampak ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat.

“Dengan dukungan jaringan layanan yang semakin kuat dan ekosistem bisnis yang terus berkembang, kami optimis penyaluran KUR dapat semakin mempercepat pertumbuhan sektor produktif nasional,” ujarnya.

Bank Mandiri juga ingin memastikan setiap pembiayaan yang disalurkan mampu menciptakan nilai ekonomi baru, memperluas kesempatan kerja, dan memperkuat ketahanan ekonomi Indonesia secara berkelanjutan.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.