Dark/Light Mode

PNM Bawa Suara Jutaan Pengusaha Ultra Mikro di Halal Expo Indonesia 2026

Kamis, 9 Juli 2026 18:52 WIB
Foto: PNM.
Foto: PNM.

RM.id  Rakyat Merdeka - PT Permodalan Nasional Madani (PNM) membawa pengalaman pemberdayaan jutaan pelaku usaha ultra mikro Indonesia ke panggung internasional dalam Halal Expo Indonesia (HEI) 2026.

Melalui forum yang dihadiri delegasi sembilan negara anggota Developing Eight (D-8), PNM menunjukkan bahwa keuangan syariah mampu menjadi instrumen nyata pengentasan kemiskinan berbasis pemberdayaan masyarakat.

Halal Expo Indonesia 2026 resmi dibuka di Jakarta pada Rabu dengan target memperdalam kerja sama perdagangan dan investasi halal dalam kerangka D-8, yang menargetkan peningkatan perdagangan intra-blok hingga US$500 miliar pada 2030.

Dalam sesi HEI Talk bertajuk Social Collateral, Real Impact: Rethinking Poverty Alleviation through Islamic Finance, Direktur Operasional dan Hubungan Kelembagaan PNM, Lalu Dodot Patria Ary, memaparkan model pembiayaan syariah inklusif yang dijalankan PNM di hadapan delegasi dari Bangladesh, Malaysia, Turki, Mesir, Nigeria, Pakistan, Iran, Azerbaijan, dan Indonesia.

Menurut Dodot, keuangan syariah yang dirancang secara tepat dapat menjadi instrumen efektif dalam mengentaskan kemiskinan, bukan sekadar menjadi produk jasa keuangan.

Baca juga : Arema FC Fokus Matangkan Tim di Piala Presiden 2026

Saat ini, PNM melayani 16,1 juta nasabah program Mekaar melalui 58 kantor cabang yang tersebar di 36 provinsi dan lebih dari 6.600 kecamatan.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 74 persen nasabah melaporkan peningkatan pendapatan setelah bergabung, 72 persen kini memiliki peran lebih besar dalam pengambilan keputusan rumah tangga, dan 90 persen merasakan peningkatan kemandirian finansial.

Sejak 2017, program Mekaar juga berkontribusi terhadap peningkatan konsumsi rumah tangga nasional sebesar Rp 55,81 triliun serta mendorong ekspor produk usaha binaan PNM yang nilainya telah melampaui US$3 miliar.

Menurut Dodot, salah satu keunggulan model pembiayaan PNM yang mendapat perhatian dalam forum internasional adalah penerapan konsep social collateral atau agunan sosial.

Melalui mekanisme ini, agunan fisik digantikan oleh tanggung jawab bersama antarkelompok perempuan yang saling menjamin dan bertemu setiap pekan.

Baca juga : KPK Dorong Penguatan Tata Kelola dan Budaya Antikorupsi di PT Pos Indonesia

Model tersebut dinilai sejalan dengan prinsip tanggung renteng dalam keuangan syariah, di mana akuntabilitas dibangun melalui kepercayaan dan solidaritas komunitas, bukan semata-mata melalui jaminan aset.

Dodot menegaskan, kehadiran PNM dalam forum internasional bukan sekadar untuk memaparkan capaian statistik, tetapi juga mengubah cara pandang terhadap perempuan prasejahtera sebagai pelaku ekonomi yang memiliki potensi besar.

"Enam belas juta perempuan tidak pernah meminta untuk diselamatkan. Mereka hanya ingin diberi ruang untuk bertumbuh dan tidak lagi dipandang sebelah mata. Ketika kepercayaan diberikan, mereka mampu mengubah kehidupan keluarga bahkan komunitasnya. Itulah hakikat pembiayaan ultra mikro berbasis syariah," ujarnya.

Pernyataan tersebut, lanjut Dodot, mencerminkan filosofi PNM bahwa perempuan di berbagai pelosok Indonesia bukan kelompok yang membutuhkan belas kasihan, melainkan kesempatan.

Melalui pendampingan rutin setiap pekan, PNM berupaya membuka akses permodalan sekaligus memperkuat kapasitas usaha mereka.

Baca juga : Ini 4 Kandidat Pemain Muda Terbaik Piala Dunia 2026

Keikutsertaan PNM dalam Halal Expo Indonesia 2026 sekaligus menegaskan posisi Indonesia bukan hanya sebagai tuan rumah, tetapi juga sebagai contoh penerapan keuangan syariah yang inklusif dan berdampak.

Dengan 73 persen portofolio pembiayaan PNM Mekaar telah berbasis syariah serta pendekatan pemberdayaan yang menggabungkan modal finansial, intelektual, dan sosial, PNM membawa pesan bahwa penguatan ekonomi halal global dimulai dari pemberdayaan masyarakat di tingkat akar rumput, khususnya perempuan pelaku usaha ultra mikro.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.