Dark/Light Mode

APINDO: ION Jadi Solusi Percepat Digitalisasi UMKM

Rabu, 15 Juli 2026 15:18 WIB
Ketua Umum APINDO Shinta Kamdani. (Dok. IG/@shintawidjajakandani)
Ketua Umum APINDO Shinta Kamdani. (Dok. IG/@shintawidjajakandani)

RM.id  Rakyat Merdeka - Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) menilai kehadiran Indonesia Open Network (ION) dapat menjadi solusi untuk mempercepat digitalisasi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Infrastruktur digital terbuka ini diyakini mampu memperluas akses pasar, menekan biaya usaha, serta menghubungkan pelaku usaha dengan berbagai layanan digital dalam satu ekosistem nasional.

Ketua Umum APINDO Shinta Kamdani mengatakan pihaknya mendukung pengembangan ION karena dinilai menjadi fondasi penting bagi pertumbuhan ekonomi digital Indonesia yang lebih inklusif.

"Interoperabilitas merupakan kunci menuju tahap berikutnya dalam perkembangan ekonomi digital Indonesia," kata Shinta dalam keterangannya di Jakarta, Rabu (15/7/2026).

Sebagai representasi dunia usaha nasional, APINDO bekerja sama dengan ION untuk memperluas partisipasi pelaku usaha sekaligus mempercepat pemanfaatan jaringan digital terbuka di berbagai sektor industri.

ION merupakan program nasional yang diluncurkan di Jakarta pada 7 Juli 2026 dan menjadi salah satu agenda strategis dalam kunjungan kenegaraan Perdana Menteri India Narendra Modi ke Indonesia. Peluncuran ION disambut Presiden Prabowo Subianto dan Narendra Modi sebagai bagian dari penguatan kemitraan strategis Indonesia-India di bidang ekonomi digital.

Program ini merupakan implementasi nota kesepahaman kerja sama pengembangan digital yang ditandatangani Indonesia dan India pada Januari 2025, yang mencakup pengembangan Digital Public Infrastructure (DPI), kecerdasan buatan, serta inovasi digital.

Baca juga : Genap 30 Tahun, Elnusa Petrofin Fokus Digitalisasi Dan Energi Hijau

Meski mengadopsi konsep Open Network for Digital Commerce (ONDC) dari India, ION dikembangkan sesuai kebutuhan, karakteristik ekonomi, serta kerangka kelembagaan Indonesia sehingga menjadi infrastruktur digital nasional milik Indonesia.

Managing Director dan CEO ONDC sekaligus anggota Dewan Penasihat Indonesia Open Network, T. Koshy, mengatakan keberhasilan jaringan digital terbuka bukan terletak pada meniru model negara lain, melainkan mengadaptasi prinsip-prinsip terbaik sesuai kebutuhan lokal.

"Indonesia telah mengembangkan pendekatan sendiri yang mencerminkan kondisi ekonomi, institusi, dan cita-cita pembangunan nasional," ujarnya.

Kurangi Fragmentasi Digital

Shinta yang juga menjabat Ketua Dewan Penasihat ION menjelaskan, selama ini digitalisasi UMKM masih menghadapi berbagai kendala, mulai dari fragmentasi marketplace, tingginya biaya integrasi teknologi, keterbatasan akses logistik dan pembiayaan, hingga mahalnya biaya memperoleh pelanggan.

Melalui ION, pelaku usaha hanya perlu melakukan satu kali integrasi agar dapat terhubung dengan berbagai marketplace, penyedia logistik, sistem pembayaran, lembaga keuangan, hingga aplikasi bisnis.

"ION membangun infrastruktur bersama yang menurunkan hambatan inovasi, mengurangi biaya usaha, dan membuka peluang bagi perusahaan dari berbagai skala untuk berkembang dalam perdagangan digital," kata Shinta.

Baca juga : Ini Kunci Spanyol Melaju ke Perempat Final Piala Dunia 2026

Dengan prinsip "Join Once, Sell Everywhere", pelaku usaha cukup bergabung satu kali untuk dapat berjualan di berbagai jaringan digital. Model tersebut diharapkan mampu menekan biaya integrasi teknologi, mendorong inovasi, menciptakan persaingan yang sehat, serta memperluas pilihan bagi pelaku usaha maupun konsumen.

Dukung Program SAPA UMKM

Sebagai implementasi awal, SMESCO Indonesia bersama PT Chairos International Ventures menandatangani Letter of Intent (LoI) guna memperluas partisipasi digital UMKM. Kerja sama tersebut mencakup peningkatan akses pasar, penguatan inklusi keuangan, serta pengembangan kapasitas usaha.

ION juga berkolaborasi dengan Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah melalui program SAPA UMKM dan PASAR SAPA, yang menghubungkan pelaku usaha dengan pembeli, penyedia logistik, layanan pembayaran digital, pembiayaan, asuransi, hingga layanan berbasis kecerdasan buatan (AI).

Menteri UMKM Maman Abdurrahman mengatakan pemerintah ingin memastikan seluruh UMKM memiliki kesempatan yang sama untuk masuk ke dalam ekonomi digital.

"Melalui SAPA UMKM dan Indonesia Open Network, kami membangun ekosistem terbuka yang menghubungkan pelaku usaha dengan pasar, layanan logistik, pembiayaan, layanan publik yang terintegrasi, hingga layanan berbasis kecerdasan buatan," ujar Maman.

Ia menyebut hingga kini terdapat sekitar 14,9 juta usaha mikro yang telah memiliki Nomor Induk Berusaha (NIB) melalui sistem OSS. Namun, dari sekitar 56 juta pelaku usaha mikro di Indonesia, masih ada sekitar 40 juta UMKM yang belum memiliki legalitas usaha sehingga perlu didorong masuk ke sektor formal.

Perkuat Ekonomi Digital Nasional

Baca juga : Peneliti BRIN Wahyu Purwanta: PSEL Jadi Solusi Krisis Sampah Nasional

Kehadiran ION diharapkan mampu mengatasi berbagai hambatan yang selama ini dihadapi jutaan UMKM, petani, koperasi, pasar tradisional, hingga pelaku usaha informal dalam memasuki ekonomi digital.

Melalui konsep ION Hyperlokal, desa, kecamatan, koperasi, petani, pasar tradisional, dan penyedia layanan lokal akan terhubung dalam satu ekosistem digital berbasis wilayah sehingga transaksi dan distribusi logistik dapat dilakukan lebih efisien sekaligus membuka akses ke pasar nasional.

Pengembangan ION juga mendapat dukungan Google.org untuk fase inkubasi infrastruktur perdagangan digital terbuka nasional, serta Networks for Humanity sebagai mitra pengetahuan. Sejumlah perusahaan teknologi dan penyedia layanan digital nasional maupun internasional turut bergabung sebagai mitra pendiri ekosistem.

Chief Executive Officer PT Chairos International Ventures Sachin Gopalan mengatakan ION bukan sekadar platform perdagangan elektronik, melainkan infrastruktur digital bersama yang memungkinkan berbagai layanan saling terhubung.

"Indonesia sedang membangun ekonomi digital yang menjadikan kolaborasi sebagai sumber inovasi," katanya.

Pemerintah berharap kehadiran ION menjadi fondasi penting menuju Indonesia Emas 2045 dengan memperluas akses pasar, menekan biaya transaksi, meningkatkan transparansi, serta memperkuat daya saing sekitar 64,2 juta UMKM Indonesia dalam ekonomi digital.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.