Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Siemens Tech Summit 2026 Perkuat Digitalisasi dan Transisi Energi
Kamis, 18 Juni 2026 19:57 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - PT Siemens Indonesia resmi menggelar Siemens Tech Summit 2026 (STS 2026) di Hotel Bidakara, Jakarta, Kamis (18/6/2026).
Acara ini mempertemukan para pemimpin industri, mitra teknologi, dan akademisi untuk mendorong agenda digitalisasi serta transisi energi di Indonesia.
Sekitar 1.000 peserta dari berbagai sektor industri hadir dalam forum tersebut. STS 2026 menyoroti langkah-langkah konkret untuk mempercepat transformasi industri dan mendukung pencapaian target net-zero emission melalui integrasi dunia fisik (hardware) dan dunia digital (software).
Acara ini didukung oleh AWS Indonesia, TWINK Indonesia, serta Metro Abdibina Sentosa Group sebagai Platinum Event Partners.
President Director dan CEO Siemens Indonesia, Surya Fitri mengatakan, STS 2026 bukan sekadar ajang pamer teknologi, melainkan katalis untuk mendorong implementasi solusi nyata melalui kolaborasi dengan berbagai mitra strategis.
“Siemens Tech Summit 2026 bukan sekadar ajang pamer teknologi, tetapi menjadi katalis untuk implementasi nyata. Dengan menggabungkan portofolio digital kami dengan kemitraan lokal yang kuat, kami turut menciptakan masa depan Indonesia yang lebih berkelanjutan dan kompetitif,” ujar Surya.
Salah satu fokus utama STS 2026 adalah pengenalan portofolio digital "X" milik Siemens, sebuah platform digital terbuka yang dirancang untuk mempercepat transformasi lintas sektor industri.
Portofolio tersebut meliputi:
Baca juga : Menkop Perkuat Peran Koperasi Dalam Ekosistem Energi Terbarukan
- Industrial Operations X, untuk mendorong manufaktur otonom berbasis data.
- Electrification X, menghadirkan sistem energi yang lebih cerdas dan tangguh.
- Building X, meningkatkan efisiensi dan keberlanjutan bangunan.
- Gridscale X, mendukung transisi menuju jaringan energi yang lebih otonom.
Teknologi tersebut didukung oleh Knowledge Hub yang membahas berbagai isu strategis, seperti pembiayaan, transisi energi, kecerdasan buatan (AI), transformasi digital, keberlanjutan, dan keamanan siber.
Berbagai solusi juga ditampilkan melalui demonstrasi langsung dalam Technology Expo.
Salah satu capaian penting dalam STS 2026 adalah penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dengan PT Accenture Indonesia, PT Prima Layanan Nasional Enjiniring (PLN Enjiniring), dan PT Telekomunikasi Selular (Telkomsel).
Kolaborasi tersebut menjadi bagian dari upaya Siemens mempercepat digitalisasi industri sekaligus mendukung transisi menuju sistem energi yang lebih tangguh dan berkelanjutan.
Baca juga : Akan Diteken Trump Jumat, Perdamaian AS-Iran Bikin Dunia Senang
1. Transformasi Digital End-to-End
Bersama PT Accenture Indonesia, Siemens akan mengembangkan solusi transformasi digital end-to-end dengan mengintegrasikan Operational Technology (OT) dan Information Technology (IT), memanfaatkan kecerdasan buatan (AI), serta mengimplementasikan platform digital terintegrasi untuk menjawab kebutuhan industri secara menyeluruh.
2. Penguatan Ekosistem Engineering Ketenagalistrikan
Melalui kemitraan dengan PT Prima Layanan Nasional Enjiniring, Siemens akan memperkuat ekosistem engineering ketenagalistrikan melalui pengembangan layanan engineering bersama, pertukaran pengetahuan, kerja sama teknis, serta program peningkatan kapasitas.
3. Digitalisasi Enterprise Berbasis IoT
Bersama Telkomsel, Siemens akan mendorong percepatan digitalisasi sektor enterprise melalui integrasi Internet of Things (IoT), penguatan teknologi, dan pemanfaatan analitik data guna meningkatkan efisiensi operasional serta mendukung pengambilan keputusan berbasis data.
Sebagai bagian dari komitmen jangka panjang di Indonesia, Siemens juga menjalin kemitraan dengan tujuh perguruan tinggi melalui pemberian perangkat lunak PSS SINCAL yang mendukung simulasi sistem tenaga listrik dan pendidikan teknik tingkat lanjut.
Tujuh institusi penerima program tersebut meliputi Sekolah Teknik Elektro dan Informatika Institut Teknologi Bandung (STEI ITB) Institut Teknologi Nasional Malang (ITN Malang) Universitas Brawijaya Institut Teknologi Sumatera (ITERA) Universitas Trisakti Universitas Jember Politeknik Negeri Sriwijaya.
Baca juga : DPR Akan Perkuat Kelembagaan Pangan
Kemitraan terbaru ini memperkuat komitmen Siemens di bidang pendidikan yang sebelumnya telah menjangkau sembilan universitas.
Pada 2026, cakupan program diperluas dengan tujuh institusi tambahan yang masing-masing menerima perangkat lunak PSS SINCAL senilai Rp 100 juta.
Dampak program tersebut telah terlihat di Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) dan Institut Teknologi PLN.
Sejak 2024, perangkat lunak tersebut menjadi bagian dari kurikulum dan telah membantu sekitar 40 lulusan memperoleh kesempatan magang maupun berkarier di sektor terkait.
Akses berkelanjutan terhadap teknologi industri memungkinkan mahasiswa memperoleh pengalaman praktis yang mendekati kebutuhan dunia kerja sehingga lebih siap memasuki industri.
Untuk semakin memperkuat pengembangan talenta, Siemens juga akan meluncurkan Kompetisi Mahasiswa SINCAL pada tahun depan.
Kompetisi tersebut akan menantang mahasiswa menyelesaikan studi kasus nyata sistem tenaga listrik menggunakan perangkat lunak PSS SINCAL, dengan penilaian oleh para ahli industri serta hadiah uang tunai bagi para pemenang.
Inisiatif ini menegaskan komitmen berkelanjutan Siemens dalam menyiapkan talenta masa depan sekaligus mendukung transformasi sektor kelistrikan Indonesia menuju sistem yang lebih tangguh, cerdas, dan berkelanjutan.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya