Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
PLN EPI Dampingi Gapoktan Gunungkidul, Populasi Kambing Perah Naik 52 Persen
Sabtu, 18 Juli 2026 06:02 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Program budidaya kambing perah Peranakan Etawa (PE) yang dijalankan PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) melalui Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Desa Berdaya Energi mulai memberikan dampak bagi masyarakat di Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).
Dalam sekitar dua tahun sejak dimulai pada Januari 2024, populasi kambing di Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Tani Mulya, Kalurahan Gombang, meningkat 52 persen dari 21 ekor menjadi 32 ekor.
Program tersebut juga mulai menambah pendapatan peternak sekaligus mengembangkan sistem peternakan terintegrasi berbasis ekonomi sirkular yang menghubungkan sektor peternakan, pertanian, dan pengembangan biomassa.
Pada tahap awal, PLN EPI menyalurkan masing-masing 21 ekor kambing Peranakan Etawa kepada Gapoktan Tani Mulya Kalurahan Gombang dan Gapoktan Asem Mulya Kalurahan Karangasem.
Selain bantuan ternak, perusahaan juga memberikan pendampingan melalui pelatihan budidaya kambing perah.
Baca juga : Ramalan 3 Lembaga Dunia, Ekonomi RI Masih Tumbuh 5 Persen
"Ada juga pelatihan pengelolaan kesehatan ternak, pengembangan pakan fermentasi, pengolahan pupuk organik, hingga pemanfaatan tanaman Indigofera, Kaliandra dan Jatiputih yang daunnya bisa untuk pakan ternak dan rantingnya untuk biomassa," ujar Sekretaris Perusahaan PLN EPI Mamit Setiawan.
Mamit mengatakan, pendekatan tersebut dirancang untuk membangun ekosistem peternakan yang produktif, mandiri, dan berkelanjutan dengan memanfaatkan potensi lokal sebagai penggerak ekonomi masyarakat.
Selain meningkatnya populasi ternak, masing-masing kelompok peternak kini memperoleh tambahan pendapatan sekitar Rp 1,5 juta dari hasil budidaya kambing PE.
"Sementara produksi susu kambing masih diprioritaskan untuk memenuhi kebutuhan nutrisi anakan, guna mempercepat pengembangbiakan ternak sebelum dikembangkan sebagai produk bernilai ekonomi bagi masyarakat," ujar Mamit.
Menurut dia, Program Desa Berdaya Energi merupakan wujud komitmen PLN EPI dalam membangun kemandirian masyarakat melalui pengembangan potensi lokal yang terintegrasi dengan prinsip keberlanjutan.
Baca juga : Kejagung Tetapkan 3 Tersangka Manipulasi Ekspor Logam Tanah Jarang
"PLN EPI meyakini bahwa keberlanjutan tidak hanya diwujudkan melalui penyediaan energi, tetapi juga melalui pemberdayaan masyarakat yang mampu menciptakan nilai ekonomi sekaligus menjaga kelestarian lingkungan," ujar Mamit.
Ia menjelaskan, pengembangan budidaya kambing etawa tidak hanya berfokus pada peningkatan populasi ternak, tetapi juga membangun rantai nilai yang berkelanjutan.
Limbah peternakan diolah menjadi pupuk organik, pupuk dimanfaatkan untuk membudidayakan tanaman biomassa seperti kaliandra dan indigofera, sedangkan daun tanaman tersebut kembali digunakan sebagai pakan ternak sehingga membentuk siklus produksi yang efisien dan ramah lingkungan.
"Serta susu kambing dimanfaatkan untuk bahan baku coklat dan penanggulangan stunting," tegas Mamit.
Ketua Gapoktan Tani Mulya Kalurahan Gombang, Satiman, mengatakan program tersebut telah membawa perubahan positif bagi kelompok tani dan peternak di wilayahnya.
Baca juga : Kemitraan AS-RI Tingkatkan Produksi Susu Peternak 32,5 Persen
"Program ini memberikan manfaat yang sangat besar bagi kami. Kami tidak hanya menerima bantuan kambing etawa, tetapi juga mendapatkan pelatihan dan pendampingan mengenai cara beternak yang baik, pembuatan pupuk organik, hingga tanaman biomassa seperti Indigofera," ujarnya.
Satiman menilai sistem peternakan yang terintegrasi membuka peluang bagi masyarakat untuk meningkatkan pendapatan sekaligus mengembangkan usaha peternakan yang lebih berkelanjutan.
Program Desa Berdaya Energi menjadi salah satu bentuk kolaborasi perusahaan dan masyarakat dalam mendorong pemberdayaan ekonomi berbasis potensi lokal.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya