Dark/Light Mode

PLN EPI Tanam 1.680 Mangrove di Karawang untuk Mitigasi Perubahan Iklim

Senin, 15 Juni 2026 19:00 WIB
PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) bersama anak perusahaan PLN EPI Group menanam 1.680 bibit mangrove di Pantai Tanjung Pakis, Kecamatan Pakisjaya, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026.
PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) bersama anak perusahaan PLN EPI Group menanam 1.680 bibit mangrove di Pantai Tanjung Pakis, Kecamatan Pakisjaya, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026.

RM.id  Rakyat Merdeka - PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) bersama anak perusahaan PLN EPI Group menanam 1.680 bibit mangrove di Pantai Tanjung Pakis, Kecamatan Pakisjaya, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026.

Kegiatan yang mengusung tema “Saatnya Bekerja untuk Keadilan Iklim” itu menjadi bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung mitigasi perubahan iklim sekaligus memperkuat ketahanan masyarakat pesisir.

Aksi penanaman mangrove dilakukan melalui kolaborasi dengan CarbonEthics sebagai mitra lingkungan yang mendukung proses penanaman, pemeliharaan, hingga pemantauan pertumbuhan mangrove secara berkelanjutan untuk memastikan manfaat lingkungan yang optimal dalam jangka panjang.

Vice President Keselamatan, Kesehatan Kerja, Keamanan, dan Lingkungan (K3KL) PLN EPI Muhammad Aminuddin mengatakan, keadilan iklim tidak hanya berkaitan dengan upaya pengurangan emisi, tetapi juga memastikan masyarakat yang paling rentan terhadap dampak perubahan iklim memperoleh perlindungan dan manfaat dari berbagai program lingkungan.

“Penanaman mangrove di Tanjung Pakis merupakan langkah konkret PLN EPI untuk memperkuat ketahanan wilayah pesisir, memulihkan ekosistem, sekaligus berkontribusi terhadap penyerapan karbon. Melalui aksi ini, kami ingin memastikan manfaat lingkungan dapat dirasakan langsung oleh masyarakat,” ujar Aminuddin.

Baca juga : PLN EPI Dorong CBG dari Limbah Sawit untuk Kurangi Emisi dan LNG

Pantai Tanjung Pakis dipilih karena memiliki peran penting sebagai kawasan penyangga pesisir yang menghadapi tantangan abrasi dan tekanan terhadap ekosistem mangrove.

Keberadaan mangrove dinilai mampu menjadi benteng alami yang melindungi garis pantai dari gelombang, abrasi, serta dampak kenaikan muka air laut.

Selain berfungsi sebagai pelindung kawasan pesisir, mangrove juga dikenal sebagai salah satu ekosistem blue carbon yang efektif menyerap dan menyimpan karbon.

Ekosistem tersebut turut mendukung kualitas perairan, menjadi habitat berbagai biota laut, serta menjaga keberlanjutan sumber penghidupan masyarakat pesisir.

Melalui program ini, PLN EPI tidak hanya berupaya meningkatkan tutupan vegetasi pesisir, tetapi juga mendukung pemulihan fungsi ekologis kawasan pantai.

Baca juga : PLN EPI Bidik Pengembangan Bio-CNG Sawit untuk Percepat Transisi Energi

Kegiatan tersebut melibatkan jajaran manajemen PLN EPI, perwakilan anak perusahaan, kelompok masyarakat setempat, serta berbagai pemangku kepentingan yang memiliki perhatian terhadap pelestarian lingkungan.

Sebagai bagian dari pendekatan keberlanjutan yang terukur, program rehabilitasi mangrove tidak berhenti pada kegiatan penanaman.

Bersama CarbonEthics, PLN EPI akan melakukan pemeliharaan, monitoring, dan evaluasi secara berkala untuk memastikan tingkat keberhasilan hidup tanaman serta mengukur manfaat lingkungan yang dihasilkan.

Program rehabilitasi mangrove ini merupakan bagian dari implementasi komitmen PLN EPI terhadap prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) serta dukungan terhadap target Net Zero Emissions (NZE) Indonesia.

Sebagai subholding PT PLN (Persero) yang bertanggung jawab atas pengelolaan energi primer nasional, PLN EPI terus mendorong berbagai inisiatif dekarbonisasi dan solusi berbasis alam (Nature-Based Solutions) sebagai bagian dari strategi keberlanjutan perusahaan.

Baca juga : Lewat Pantun, RI-Malaysia Perkuat Benteng Ekonomi

Melalui momentum Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026, PLN EPI mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk mengambil peran aktif dalam menghadapi tantangan perubahan iklim melalui aksi nyata yang memberikan manfaat bagi lingkungan dan masyarakat.

Penanaman 1.680 mangrove di Tanjung Pakis menjadi bukti bahwa kolaborasi antara dunia usaha, masyarakat, dan mitra lingkungan dapat menghasilkan dampak nyata bagi pelestarian ekosistem pesisir serta mendukung terciptanya lingkungan yang lebih tangguh, rendah karbon, dan berkelanjutan bagi generasi mendatang.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.