Dark/Light Mode

Bus Hidrogen Pertama Resmi Diluncurkan Menteri ESDM

Selasa, 21 Juli 2026 17:04 WIB
Peluncuran bus Hydrogen-Diesel Dual Fuel (H2-DDF) di di Jakarta Convention Center (JCC), Selasa (21/7/2026). (Foto: Kintan Pandu Jati/Rakyat Merdeka/RM.id)
Peluncuran bus Hydrogen-Diesel Dual Fuel (H2-DDF) di di Jakarta Convention Center (JCC), Selasa (21/7/2026). (Foto: Kintan Pandu Jati/Rakyat Merdeka/RM.id)

RM.id  Rakyat Merdeka - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia meluncurkan bus Hydrogen-Diesel Dual Fuel (H2-DDF) di sela pembukaan Global Hydrogen Ecosystem Summit (GHES) 2026 di Jakarta Convention Center (JCC), Selasa (21/7/2026).

Peluncuran tersebut turut disaksikan Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM Eniya Listiani Dewi, Direktur Utama PT PLN (Persero) Darmawan Prasodjo, serta Direktur Teknik dan Fasilitas Perum Damri Arifin. Bus H2-DDF merupakan hasil konversi bus berbahan bakar diesel menjadi bus berbahan bakar ganda (dual fuel) yang memanfaatkan solar dan hidrogen.

Proyek ini merupakan kolaborasi antara Perum Damri, PLN dan Kementerian ESDM dengan pengawasan serta sertifikasi dari Sucofindo.

Direktur Teknik dan Fasilitas Perum Damri Arifin mengatakan, bus tersebut menjadi kendaraan pertama di Indonesia yang menggunakan teknologi konversi diesel-hidrogen.

"Bus ini merupakan hasil konversi dari yang semula menggunakan 100 persen diesel menjadi dual fuel, yaitu diesel dan hidrogen. Konversinya kami kerjakan bersama Perum Damri, PLN dan Kementerian ESDM dengan pengawasan serta sertifikasi dari Sucofindo," kata Arifin.

Baca juga : Dukung Program MBG, Aliansi Asta Cita Luncurkan Gerakan Minum Susu

Menurutnya, penggunaan hidrogen tidak hanya lebih ramah lingkungan, tetapi juga mampu meningkatkan efisiensi penggunaan bahan bakar.

Berdasarkan hasil pengujian awal, penambahan hidrogen mampu mengurangi konsumsi solar hingga sekitar 47 persen.

"Dari hasil pengujian, setelah ditambahkan hidrogen terjadi efisiensi sekitar 47 persen. Artinya konsumsi diesel dapat berkurang cukup signifikan," ujarnya.

Saat ini, konsumsi hidrogen pada bus tersebut mencapai sekitar 4,5 Liter Setara Solar (LSP) per 100 kilometer.

Arifin memastikan, Damri akan terus melakukan penyempurnaan agar konsumsi hidrogen maupun diesel semakin efisien.

Baca juga : 3 Buku Seri Pemikiran Menteri Agama Dibedah di UIN Jakarta

"Kami akan terus melakukan penyempurnaan. Harapannya penggunaan 4,5 LSP per 100 kilometer bisa diturunkan lagi sehingga konsumsi hidrogen maupun dieselnya semakin hemat," ujarnya.

Arifin mengakui harga hidrogen saat ini masih lebih mahal dibandingkan solar sehingga secara ekonomi belum kompetitif. Namun, dari sisi emisi dan keberlanjutan lingkungan, hidrogen dinilai memiliki keunggulan.

"Kami akan menyelesaikan uji coba terlebih dahulu. Memang saat ini harga hidrogen masih lebih mahal dibandingkan diesel, tetapi dari sisi ramah lingkungan jauh lebih baik," ujarnya 

Nantinya, setelah seluruh proses sertifikasi dan perizinan dari Kementerian Perhubungan (Kemenhub) selesai, Damri akan menguji coba bus tersebut untuk melayani penumpang pada rute komersial.

"Karena stasiun pengisian hidrogen saat ini baru tersedia di Jakarta, kemungkinan akan dioperasikan pada rute-rute di Jakarta, termasuk layanan menuju Bandara Soekarno-Hatta," tutur Arifin.

Baca juga : Mitsubishi Siapkan Mobil Hybrid Pertama Untuk Indonesia, Meluncur 16 Juli

Direktur Utama PT Sucofindo (Persero) Sandry Pasambuna menyampaikan bahwa keterlibatan Sucofindo merupakan bentuk dukungan perusahaan dalam mendorong pengembangan teknologi energi bersih yang andal dan berkelanjutan di Indonesia.

Menurutnya, sebagai perusahaan Testing, Inspection, and Certification (TIC), Sucofindo berperan sebagai pihak independen yang memastikan implementasi teknologi H2-DDF pada bus Damri memenuhi aspek keselamatan, keandalan, dan kesesuaian teknis.

"Melalui verifikasi dan assurance yang kami lakukan, penerapan teknologi hidrogen dapat berlangsung secara aman, terukur, dan sesuai standar yang berlaku, sehingga mendukung pengembangan ekosistem hidrogen nasional yang kredibel dan berkelanjutan," ujar Sandry.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.