Dark/Light Mode

Hari Anak Nasional 2026, PNM Revitalisasi SD Inpres Wae Moto

Rabu, 22 Juli 2026 22:52 WIB
Foto: PNM.
Foto: PNM.

RM.id  Rakyat Merdeka - Di Desa Wae Moto, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, sekolah bukan sekadar tempat belajar, tetapi juga ruang bagi anak-anak untuk menumbuhkan harapan akan masa depan yang lebih baik. Berada di kawasan terdepan, terluar, dan tertinggal (3T), anak-anak di desa ini tetap bersemangat menempuh pendidikan meski dihadapkan pada keterbatasan sarana dan prasarana.

Bertepatan dengan Hari Anak Nasional 2026 yang mengusung tema "Sayang Anak, Lindungi dan Bangun Masa Depan", PT Permodalan Nasional Madani (PNM) melalui program PNM Peduli melakukan revitalisasi SD Inpres Wae Moto sebagai bentuk dukungan terhadap peningkatan kualitas pendidikan di daerah tersebut.

Program tersebut meliputi renovasi ruang belajar agar lebih aman dan nyaman, perbaikan fasilitas sanitasi dan kebersihan, serta penyediaan sarana dan prasarana sekolah sesuai kebutuhan yang dihimpun bersama pihak sekolah.

Baca juga : Hari Anak Nasional 2026, KCIC Ajak Anak Belajar Peduli Lingkungan Lewat Whoosh

Semangat untuk terus belajar tercermin dari Mariva Yankezia (10), salah seorang siswi SD Inpres Wae Moto. Baginya, pendidikan adalah cara untuk menghargai perjuangan kedua orang tuanya.

"Saya tetap semangat sekolah karena saya tahu orang tua saya bekerja keras supaya saya bisa menimba ilmu. Saya ingin belajar sungguh-sungguh agar bisa membanggakan mereka," tuturnya.

Kisah Mariva menggambarkan semangat banyak anak di Wae Moto yang menyadari bahwa setiap kesempatan untuk bersekolah merupakan hasil kerja keras orang tua mereka.

Baca juga : Hari Anak Nasional, Regina Art Dan Indonesia Kaya Hadirkan Fantasy Land

Kesadaran itu menjadikan pendidikan bukan sekadar kewajiban, tetapi juga bentuk penghormatan terhadap pengorbanan keluarga.

PNM menilai, lingkungan belajar yang layak menjadi salah satu faktor penting dalam meningkatkan kualitas pendidikan. Di wilayah yang masih menghadapi tantangan akses air bersih dan fasilitas sanitasi, perbaikan sarana kebersihan diharapkan dapat mendukung kesehatan siswa sekaligus menciptakan lingkungan belajar yang lebih nyaman.

Direktur Utama PNM Kindaris mengatakan, pemberdayaan yang dilakukan PNM tidak hanya berfokus pada penyediaan akses permodalan bagi perempuan prasejahtera, tetapi juga melalui pendampingan usaha yang manfaatnya dapat dirasakan seluruh anggota keluarga, terutama anak-anak.

Baca juga : Hari Anak Nasional, Regina Art Hadirkan Teater Musikal Ramah Autisme

"Pemberdayaan bukan sekadar memberikan permodalan, tetapi yang tak kalah penting adalah pendampingan usaha sehingga manfaatnya dirasakan oleh keluarga, terutama anaknya. Saya berharap 15 tahun lagi, saat mereka mulai menggapai cita-citanya, mereka akan ingat bahwa hari ini PNM percaya pada mimpi-mimpi mereka," ujar Kindaris.

Saat ini, sebanyak 14 dari 64 siswa SD Inpres Wae Moto merupakan anak nasabah PNM Mekaar.

Melalui program PNM Peduli, perusahaan berharap kehadiran ruang belajar yang lebih layak, fasilitas sanitasi yang memadai, serta sarana pendidikan yang lebih baik dapat membantu anak-anak belajar dengan aman, sehat, dan terus mengejar cita-citanya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.