Dark/Light Mode

PINTU Catat Lonjakan Trading Token Saham AS, ETF Jadi Favorit Investor

Kamis, 23 Juli 2026 15:44 WIB
Presiden Direktur PINTU Andy Putra memaparkan pertumbuhan aktivitas trading token berbasis saham Amerika Serikat yang meningkat sepanjang kuartal II 2026. Dok. Pintu
Presiden Direktur PINTU Andy Putra memaparkan pertumbuhan aktivitas trading token berbasis saham Amerika Serikat yang meningkat sepanjang kuartal II 2026. Dok. Pintu

RM.id  Rakyat Merdeka - Platform investasi aset kripto PINTU mencatat pertumbuhan signifikan pada aktivitas perdagangan aset tertokenisasi berbasis saham Amerika Serikat (US Stocks Tokenized Assets) sepanjang kuartal II 2026. Kenaikan terjadi pada seluruh indikator utama, mulai dari jumlah trader aktif, transaksi, hingga volume perdagangan.

Berdasarkan data PINTU, dibandingkan kuartal sebelumnya (quarter-on-quarter/QoQ), jumlah trader aktif pada kategori tersebut meningkat 18 persen. Sementara itu, jumlah transaksi naik 17 persen dan volume trading bertambah 11 persen.

Presiden Direktur PINTU, Andy Putra mengatakan, pertumbuhan tersebut menunjukkan semakin besarnya minat investor Indonesia terhadap aset dunia nyata atau real world asset (RWA), khususnya saham Amerika Serikat yang ditokenisasi sebagai bagian dari strategi diversifikasi portofolio.

"Pertumbuhan yang merata di seluruh indikator utama pada kuartal II 2026 menunjukkan bahwa token berbasis aset dunia nyata, khususnya saham AS tertokenisasi, semakin menjadi pilihan investor dan trader kripto di Indonesia. Kenaikan jumlah trader aktif hingga 18 persen secara kuartalan mengindikasikan basis investor yang semakin meluas," ujar Andy dalam keterangannya, Kamis (23/7/2026).

Baca juga : S&P Pertahankan Rating Indonesia, Kepercayaan Investor Tetap Kuat

Menurutnya, salah satu tren paling menonjol selama kuartal II adalah meningkatnya minat terhadap instrumen Exchange Traded Fund (ETF) berbasis indeks utama bursa saham Amerika Serikat.

Token ETF Nasdaq-100 mencatat lonjakan volume perdagangan hingga 115 persen dibandingkan kuartal sebelumnya, disertai peningkatan jumlah trader aktif sebesar 196 persen. Sementara itu, token ETF S&P 500 membukukan kenaikan volume perdagangan sebesar 74 persen dengan pertumbuhan trader aktif mencapai 160 persen.

Andy menilai tingginya pertumbuhan investor pada kedua instrumen tersebut menjadi sinyal positif bahwa investor mulai mengutamakan diversifikasi dibanding hanya berfokus pada saham individual.

"Tersedianya beragam pilihan aset tertokenisasi berbasis saham dan ETF Amerika Serikat di aplikasi PINTU mendorong minat trader terhadap kelas aset ini. Investor kini tidak lagi sekadar mengejar satu nama populer, tetapi mulai memanfaatkan tokenisasi untuk memperoleh eksposur yang lebih terdiversifikasi terhadap pasar saham Amerika Serikat secara keseluruhan," katanya.

Baca juga : AFTECH Petakan 5 Transisi yang Bentuk Masa Depan Fintech Indonesia

Selain ETF, token berbasis saham perusahaan teknologi juga mencatat pertumbuhan kuat sepanjang kuartal II 2026. Token berbasis saham Apple (AAPLX) menjadi salah satu aset dengan kenaikan volume perdagangan tertinggi, yakni lebih dari dua kali lipat dibandingkan kuartal sebelumnya.

Beberapa aset lain juga mencatat kenaikan dua digit, antara lain token berbasis saham Circle (CRCLX) yang naik 60 persen, Microsoft (MSFTX) meningkat 39 persen, serta token berbasis komoditas perak (tokenized silver) yang turut tumbuh 39 persen.

Menurut Andy, pertumbuhan pada berbagai sektor tersebut menunjukkan bahwa minat investor terhadap aset RWA di PINTU semakin beragam dan tidak hanya terkonsentrasi pada satu jenis aset.

Ia menambahkan, edukasi kepada investor tetap menjadi prioritas agar pertumbuhan adopsi aset tertokenisasi berlangsung secara sehat dan bertanggung jawab.

Baca juga : Jadi Top Performer, Saham BSI Diborong Investor

"Investor tetap perlu memahami karakteristik, potensi imbal hasil, serta risiko masing-masing aset sebelum bertransaksi. Ke depan, PINTU akan terus memperkenalkan, mengedukasi, dan memperluas pilihan aset RWA bagi investor dan trader di Indonesia secara bertanggung jawab," tutup Andy.

Saat ini, PINTU telah menyediakan 45 aset tertokenisasi berbasis saham dan ETF Amerika Serikat sejak diluncurkan pada September 2025. Pilihan aset tersebut mencakup saham perusahaan global seperti Apple, Microsoft, NVIDIA, Amazon, Meta, Netflix, Tesla, Alphabet, AMD, Coinbase, Circle, hingga aset berbasis komoditas seperti emas.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.