Dark/Light Mode

Transformasi IFG Pangkas 12 Entitas, Perkuat Tata Kelola & Cegah Salah Investasi

Kamis, 23 Juli 2026 16:22 WIB
Kepala BP BUMN sekaligus COO Danantara Dony Oskaria memberikan arahan kepada jajaran Direksi IFG terkait transformasi holding dan penguatan tata kelola. Dok. BP BUMN
Kepala BP BUMN sekaligus COO Danantara Dony Oskaria memberikan arahan kepada jajaran Direksi IFG terkait transformasi holding dan penguatan tata kelola. Dok. BP BUMN

RM.id  Rakyat Merdeka - Indonesia Financial Group (IFG) terus mempercepat transformasi bisnis melalui program streamlining dengan memangkas 12 entitas di lingkungan holding. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat tata kelola, meningkatkan efisiensi, serta mencegah terulangnya kesalahan investasi di industri asuransi BUMN.

Transformasi tersebut sejalan dengan program penyederhanaan BUMN yang terus didorong pemerintah. Hingga Juli 2026, Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan program streamlining telah memangkas sekitar 250 entitas BUMN dan menghasilkan efisiensi biaya hingga Rp50 triliun.

Percepatan transformasi IFG menjadi salah satu pembahasan dalam pertemuan Kepala Badan Pengelola BUMN sekaligus Chief Operating Officer (COO) Danantara, Dony Oskaria, dengan jajaran Direksi IFG pada Rabu (22/7). Pertemuan itu membahas perkembangan transformasi holding, program streamlining, serta penguatan tata kelola dan efisiensi perusahaan asuransi BUMN.

Baca juga : Reformasi Subsidi Energi Perkuat Ketahanan Fiskal & Percepat Energi Bersih

Dalam arahannya, Dony menegaskan bahwa keberhasilan transformasi tidak hanya diukur dari berkurangnya jumlah entitas perusahaan, tetapi juga dari kualitas pengelolaan investasi yang lebih baik.

Menurutnya, berbagai persoalan yang pernah menimpa industri asuransi banyak dipicu oleh penempatan investasi yang tidak seimbang dengan kewajiban (liabilities), sehingga meningkatkan eksposur risiko perusahaan.

"Kita belajar dan memetakan persoalan-persoalan yang terjadi sebelumnya. Salah satu yang paling banyak terjadi adalah misinvestment. Selama ini banyak persoalan muncul karena tidak seimbang antara liabilities dan investasinya. Inilah yang menyebabkan kita terekspos dengan risiko yang cukup besar," ujar Dony, dikutip dari akun Instagram resmi BP BUMN.

Baca juga : Transformasi Transjakarta: Perluasan Aksesibilitas, Mutu & Dinamika Subsidi APBD

Dony juga mengingatkan masih adanya ketidakseimbangan pada portofolio investasi yang harus segera diselesaikan. Ia menilai pertumbuhan kewajiban yang tidak diimbangi dengan kinerja aset investasi, khususnya pada sektor properti, berpotensi memperlebar kesenjangan keuangan perusahaan.

"Sekarang kita menyadari ada ketidakseimbangan dalam portofolio kita. Saya khawatir gap-nya justru semakin besar karena liabilities terus meningkat, sementara ada portofolio di sisi properti yang belum menghasilkan margin yang cukup untuk menutupi kewajiban tersebut. Ini harus diselesaikan dengan cepat," tegasnya.

Melalui transformasi holding dan program streamlining, IFG diarahkan membangun sistem pengelolaan investasi yang lebih disiplin, memperkuat manajemen risiko, serta memastikan pengembangan produk asuransi dilakukan berdasarkan analisis risiko yang sehat.

Baca juga : Airlangga Bertemu Mendag China, Perkuat Perdagangan, Investasi dan Ekonomi

Langkah tersebut diharapkan mampu meningkatkan keberlanjutan industri asuransi BUMN, memperkuat kesehatan keuangan perusahaan, serta mencegah terulangnya kesalahan investasi pada masa mendatang. 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.