Dark/Light Mode

Jejak Keberlanjutan AMMAN: Saat Tambang Mengubah Nasib Warga

Minggu, 26 Juli 2026 08:50 WIB
Produk UMKM binaan PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMMAN), seperti Bakso Emak Seteluk, ikan asin Bale Seafood, dan bawang putih hitam berhasil menembus pasar ekspor melalui program pemberdayaan dan pendampingan usaha. (Foto: Dok. AMMAN)
Produk UMKM binaan PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMMAN), seperti Bakso Emak Seteluk, ikan asin Bale Seafood, dan bawang putih hitam berhasil menembus pasar ekspor melalui program pemberdayaan dan pendampingan usaha. (Foto: Dok. AMMAN)

RM.id  Rakyat Merdeka - Di Seteluk, Sumbawa Barat, semangkuk bakso menjadi awal perubahan. Di pesisir Plampang, ikan asin yang dulu hanya dijual di pasar lokal kini menyeberangi lautan. Sementara di lereng Rinjani, bawang putih hitam dari Sembalun menemukan pembelinya hingga Rusia dan Meksiko.

Kisah-kisah itu mungkin tampak sederhana. Namun, di baliknya tersimpan makna yang lebih besar: bagaimana keberlanjutan tidak berhenti pada menjaga lingkungan, tetapi juga mengangkat harkat hidup masyarakat.

Di wilayah operasi PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMMAN), konsep pertambangan berkelanjutan diterjemahkan melalui pemberdayaan ekonomi, pengelolaan lingkungan, dan penciptaan nilai bersama.

Bukan sekadar program tanggung jawab sosial, melainkan membangun ekosistem agar masyarakat mampu tumbuh mandiri jauh setelah tambang beroperasi.

Zakia masih mengingat masa ketika Bakso Emak hanya dikenal warga sekitar. Kemasannya polos, pemasarannya terbatas, dan pelanggan datang dari lingkungan terdekat.

Semuanya berubah setelah mengikuti pendampingan usaha dari AMMAN. Ia belajar membangun merek, mengelola bisnis, hingga memanfaatkan pemasaran digital.

Kini bakso buatannya rutin dikirim ke Hong Kong untuk memenuhi kerinduan diaspora Indonesia sekaligus menarik minat konsumen lokal. Dampaknya terasa langsung di kampung halaman.

Baca juga : BPJS Ketenagakerjaan Serahkan Santunan JKM Untuk Ahli Waris Ketua RT

Usahanya mempekerjakan 10 ibu tunggal yang kini memiliki penghasilan tetap untuk membiayai pendidikan anak-anak mereka. Wisatawan asing pun mulai datang ke Seteluk demi mencicipi bakso yang telah dikenal hingga luar negeri.

Cerita serupa hadir dari Labuhan Jontal, Sumbawa. Fitria mengolah ikan bage', ikan asin khas Sumbawa, yang dahulu dipasarkan dalam kemasan sederhana.

Melalui program Bale Berdaya, ia mendapat pelatihan mengenai kualitas produk, pengemasan, dan strategi pemasaran. Produksinya meningkat dari sekitar lima kilogram menjadi 40 kilogram setiap siklus.

Dengan kemasan vakum berstandar ekspor, ikan bage' kini dikirim secara rutin ke Hong Kong, Malaysia, Singapura, dan Taiwan.

Di Lombok Timur, Saehun membawa cerita berbeda. Bawang putih hitam olahannya yang sebelumnya dijual dalam plastik bening kini tampil sebagai produk premium.

Ia bahkan memperoleh tawaran kerja sama dari wisatawan asal Meksiko dan Rusia. Di balik pertumbuhan usahanya, terdapat lapangan pekerjaan bagi lansia, ibu rumah tangga, hingga lulusan perguruan tinggi di sekitar Sembalun.

Keberhasilan tiga perempuan tersebut menunjukkan bahwa investasi terbesar bukan selalu berupa modal, melainkan pengetahuan, pendampingan, dan akses pasar.

Baca juga : AHY: Keberlanjutan Lingkungan Jadi Keharusan Dalam Pembangunan

Namun, keberlanjutan di AMMAN tidak berhenti pada pemberdayaan ekonomi. Di Batu Hijau, sisa makanan dari dapur dan kantin karyawan tidak berakhir di tempat pembuangan.

Limbah organik diolah bersama kelompok masyarakat menjadi pelet pakan ikan melalui teknologi pengeringan, pencampuran nutrisi, dan pengolahan khusus.

Pekerja menyiapkan makanan di dapur katering mitra AMMAN. Hasil budidaya ikan dari program ekonomi sirkular AMMAN diolah menjadi konsumsi karyawan, menciptakan nilai tambah bagi masyarakat sekaligus mengurangi limbah. (Foto: Dok. AMMAN)

Pakan tersebut dimanfaatkan peternak ikan lokal. Setelah dipanen, ikan dibeli kembali oleh mitra katering AMMAN untuk diolah menjadi konsumsi karyawan. Sebuah siklus ekonomi sirkular pun terbentuk.

Apa yang semula dianggap sampah berubah menjadi sumber pendapatan masyarakat sekaligus mengurangi timbulan limbah.

Vice President Corporate Communications AMMAN, Kartika Octaviana mengatakan, pengelolaan limbah merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari komitmen perusahaan terhadap keberlanjutan.

"Inovasi teknologi pengolahan limbah menjadi produk bernilai, yang dipadukan dengan pemberdayaan ekonomi berbasis komunitas, merupakan langkah nyata menuju operasi pertambangan yang berkelanjutan," ujarnya.

Pendekatan tersebut mendapat apresiasi Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat. Kepala Dinas Lingkungan Hidup Aku Nur Rahmadin menilai praktik ekonomi sirkular yang dijalankan AMMAN sejalan dengan target pengurangan sampah dan pengelolaan lingkungan daerah.

Baca juga : Pemerintah Benahi Total Program MBG

Dampak berbagai program itu juga tercermin dalam penelitian Lembaga Penelitian Ekonomi dan Sosial Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (LPEM FEB UI).

Studi terhadap periode 2018–2024 memperkirakan aktivitas operasional, pembangunan smelter, serta program pemberdayaan masyarakat AMMAN berkontribusi sebesar Rp 173,4 triliun terhadap produk domestik bruto nasional.

Penelitian tersebut juga mencatat kontribusi terhadap pendapatan rumah tangga mencapai Rp 67,6 triliun, membantu menurunkan tingkat kemiskinan hingga sekitar 80.000–206.000 orang, serta menciptakan rata-rata 55.000 lapangan kerja setiap tahun secara nasional.

Angka-angka itu penting. Namun, makna sesungguhnya hadir ketika manfaat ekonomi benar-benar dirasakan masyarakat.

Di Seteluk, seorang ibu tunggal memperoleh pekerjaan. Di Plampang, nelayan memiliki pasar yang lebih luas. Di Sembalun, petani bawang kembali melihat harapan. Di Batu Hijau, sampah berubah menjadi sumber penghidupan.

Barangkali, itulah ukuran paling nyata dari keberlanjutan: ketika kekayaan alam yang diambil dari bumi tidak hanya menghasilkan mineral, tetapi juga melahirkan kesempatan, menjaga lingkungan, dan meninggalkan masa depan yang lebih baik bagi masyarakat yang hidup di sekitarnya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.