Dark/Light Mode

Tekan Angka Kebutaan, JEC-PERDAMI Perbanyak Operasi Katarak

Rabu, 15 Juli 2026 11:15 WIB
Tim medis melakukan operasi katarak di Klinik Utama Mata JEC ANWARI @ Purwokerto dalam Bulan Bakti PERDAMI 2026 untuk membantu menekan angka kebutaan. Dok. Ist
Tim medis melakukan operasi katarak di Klinik Utama Mata JEC ANWARI @ Purwokerto dalam Bulan Bakti PERDAMI 2026 untuk membantu menekan angka kebutaan. Dok. Ist

RM.id  Rakyat Merdeka - Klinik Utama Mata JEC ANWARI @ Purwokerto bersama Persatuan Dokter Spesialis Mata Indonesia (PERDAMI) memperluas akses operasi katarak melalui Bulan Bakti PERDAMI 2026. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya menekan angka kebutaan akibat katarak sekaligus meningkatkan produktivitas dan kualitas hidup masyarakat.

Bakti sosial operasi katarak berlangsung pada 7-9 Juli 2026 di Klinik Utama Mata JEC ANWARI @ Purwokerto. Kegiatan mengusung tema "Satu Hari Sejuta Harapan untuk Indonesia Kembali Melihat, One Doctor One Sight" dengan layanan mulai dari skrining, pemeriksaan, operasi, hingga kontrol pascaoperasi.

Katarak merupakan kondisi ketika lensa mata menjadi keruh sehingga cahaya tidak dapat masuk ke retina secara optimal. Gejalanya meliputi penglihatan kabur, silau, kesulitan melihat pada malam hari, hingga terganggunya aktivitas sehari-hari.

Penyakit ini umumnya berkaitan dengan proses penuaan, tetapi juga dapat dipicu diabetes, cedera mata, penggunaan obat tertentu, paparan sinar ultraviolet, maupun faktor bawaan. Penanganan yang tepat memungkinkan pasien memperoleh kembali kualitas penglihatan yang lebih baik.

Di Indonesia, katarak masih menjadi penyebab utama kebutaan. Survei Rapid Assessment of Avoidable Blindness (RAAB) 2014-2016 yang dilakukan PERDAMI bersama Badan Litbangkes Kementerian Kesehatan di 15 provinsi mencatat angka kebutaan pada penduduk berusia 50 tahun ke atas mencapai 3 persen. Sekitar 81,2 persen kasus kebutaan tersebut disebabkan oleh katarak.

Baca juga : RI Kenalkan B50 Ke Rusia, Incar Peluang Investasi Baru

Gangguan penglihatan akibat katarak tidak hanya berdampak pada kesehatan. Kondisi ini juga memengaruhi produktivitas, kemampuan bekerja, beribadah, membaca, hingga menjalankan aktivitas sosial sehingga berdampak terhadap perekonomian keluarga.

Kepala Klinik Utama Mata JEC ANWARI @ Purwokerto Dr. Kukuh Prasetyo mengatakan, partisipasi kliniknya dalam Bulan Bakti PERDAMI 2026 menjadi bentuk kepedulian terhadap masyarakat yang mengalami gangguan penglihatan akibat katarak.

"Semakin banyak pasien mendapat kesempatan melihat kembali dan hidup lebih mandiri," ujar Kukuh dalam keterangan tertulis, Rabu (15/7/2026).

Kukuh menjelaskan, bakti sosial tidak hanya menyediakan tindakan operasi. Seluruh peserta menjalani pendataan, skrining, pemeriksaan mata, pemeriksaan penunjang, operasi bagi pasien yang memenuhi syarat medis, hingga kontrol H+7 setelah tindakan.

Pendekatan tersebut diterapkan agar setiap pasien memperoleh layanan yang aman dan sesuai kondisi kesehatannya. Pemeriksaan menyeluruh juga membantu meningkatkan keberhasilan operasi sekaligus mengurangi risiko komplikasi.

Baca juga : Prabowo dan Modi Nikmati Kemegahan Candi Prambanan dari Udara

Dia menambahkan, kemampuan melihat kembali memberikan dampak besar terhadap kehidupan pasien. Banyak penderita dapat kembali bekerja, beribadah, mengenali anggota keluarga, bepergian dengan lebih aman, serta kembali beraktivitas di lingkungan sosial.

"Bagi kami, setiap pasien yang kembali melihat adalah harapan baru," kata Kukuh.

JEC Eye Hospitals and Clinics menjelaskan, penanganan katarak terus berkembang seiring kemajuan teknologi kesehatan mata. Operasi kini dapat dilakukan menggunakan berbagai metode yang disesuaikan dengan kondisi mata dan kebutuhan setiap pasien.

Pilihan layanan tersebut meliputi teknik phacoemulsification hingga Femtosecond Laser-Assisted Cataract Surgery (FLACS). Pemilihan metode dilakukan untuk menghasilkan tindakan yang lebih presisi, aman, dan mendukung kualitas penglihatan setelah operasi.

Sebagai jaringan layanan kesehatan mata yang berdiri sejak 1984, JEC Eye Hospitals and Clinics telah menangani lebih dari 200.000 operasi katarak di Indonesia. Pengalaman tersebut menjadi modal memperluas akses layanan kesehatan mata di berbagai daerah.

Baca juga : HUT ke-118 INI Tekankan Persatuan, Etika Profesi, dan Adaptasi Digital

Komitmen itu juga diwujudkan melalui kolaborasi bersama PERDAMI dalam Bulan Bakti PERDAMI 2026. Kegiatan ini mendorong keterlibatan dokter spesialis mata dan fasilitas kesehatan untuk mempercepat penanganan kebutaan yang sebenarnya dapat dicegah.

Operasi katarak juga memberikan manfaat ekonomi karena pasien berpeluang kembali bekerja, meningkatkan produktivitas, serta mengurangi ketergantungan terhadap keluarga. JEC berharap masyarakat semakin memahami pentingnya deteksi dini dan tidak menunda operasi ketika katarak mulai mengganggu penglihatan sehingga kualitas hidup dapat terus meningkat.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.