Dark/Light Mode

Kebut Program 3 Juta Rumah, Himbara Gelar Akad Massal 62.710 Debitur

Sabtu, 1 Agustus 2026 06:40 WIB
Akad Massal Debitur KPR Sejahtera Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) serta Kredit Program Perumahan (KPP) yang digelar di Perumahan Puri Delta City Side, Kabupaten Batang, Jawa Tengah, Kamis (30/7/2026). (Foto: Biro Pers)
Akad Massal Debitur KPR Sejahtera Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) serta Kredit Program Perumahan (KPP) yang digelar di Perumahan Puri Delta City Side, Kabupaten Batang, Jawa Tengah, Kamis (30/7/2026). (Foto: Biro Pers)

RM.id  Rakyat Merdeka - Pemerintah bersama Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) mempercepat Program 3 Juta Rumah melalui akad massal 62.710 debitur Kredit Pemilikan Rumah (KPR) Sejahtera Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP). Program yang digelar serentak di 130 titik di 36 provinsi itu, diharapkan memperluas akses kepemilikan rumah bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR).

Akad massal tersebut digelar di Perumahan Puri Delta City Side, Kabupaten Batang, Jawa Tengah, Kamis (30/7/2026). Rinciannya, diikuti 200 debitur secara langsung dan 62.510 debitur secara dalam jaringan (daring). 

Sebagai bagian dari program tersebut, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) melaksanakan akad massal bagi 6.059 debitur. 

Selain itu, BRI juga menyalurkan Kredit Program Perumahan (KPP) senilai Rp 880 miliar kepada 7.100 debitur, yang terdiri atas pembiayaan sisi supply sebesar Rp 308 miliar kepada 227 debitur dan sisi demand sebesar Rp 572 miliar kepada 6.873 debitur. 

Direktur Utama BRI Hery Gunardi menegaskan, perseroan akan terus memperkuat dukungan terhadap Program 3 Juta Rumah. 

“Sebagai bank yang berfokus pada pemberdayaan ekonomi kerakyatan, BRI akan terus memperkuat penyaluran pembiayaan perumahan melalui berbagai skema yang menjangkau masyarakat maupun pelaku usaha,” kata Hery dalam keterangan resmi, Jumat (31/7/2026). 

Baca juga : DPRD Restui Pemprov DKI Terbitkan Obligasi Rp 3,5 T

Sejak Oktober 2025 hingga 28 Juli 2026, BRI telah menyalurkan KPP senilai Rp 12,17 triliun kepada 87.055 penerima. 

Adapun sepanjang Januari-28 Juli 2026, realisasi penyaluran KPP mencapai Rp 10,94 triliun kepada 78.520 penerima atau 91,18 persen dari target penyaluran tahun ini sebesar Rp 12 triliun. 

Di sektor pembiayaan usaha, BRI juga telah menyalurkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) senilai Rp 1.539 triliun kepada 45,4 juta penerima sejak 2015 hingga Juni 2026. Sementara pada Januari-Juni 2026, realisasi penyaluran KUR mencapai Rp 103,81 triliun kepada 2.009.310 penerima. 

Hery menilai, sektor perumahan memiliki efek berganda (multiplier effect) yang besar terhadap perekonomian karena mendorong aktivitas industri bahan bangunan, jasa konstruksi, transportasi, hingga penyerapan tenaga kerja. 

Sementara itu, PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) menjadi bank penyalur terbesar dalam akad massal KPR rumah subsidi skema FLPP. 

Sebanyak 30.203 debitur BTN mengikuti akad secara langsung maupun daring dari berbagai daerah di Indonesia. 

Baca juga : Tembus Semifinal Taipei Open, Rehan/Gloria Jaga Asa Merah Putih...

“Keikutsertaan 30.203 debitur BTN menunjukkan tingginya kebutuhan masyarakat terhadap rumah yang layak dan terjangkau,” ujar Direktur Utama BTN Nixon LP Napitupulu dalam keterangan resminya. 

Hingga 29 Juli 2026, Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera) mencatat penyaluran FLPP telah mencapai 118.756 unit rumah senilai Rp 14,76 triliun melalui 43 bank penyalur. 

Sementara berdasarkan data Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), BTN telah menyalurkan 55.766 unit KPR FLPP, tertinggi di antara bank-bank Himbara. 

Adapun PT Bank Syariah Nasional (BSN) telah menyalurkan 28.282 unit. Dengan demikian, BTN dan BSN secara bersama-sama telah menyalurkan 84.048 unit rumah subsidi melalui layanan konvensional dan syariah. 

Selain menyalurkan KPR kepada masyarakat, BTN juga memperkuat pembiayaan sektor perumahan melalui KPP. Hingga 29 Juli 2026, realisasi KPP BTN mencapai sekitar Rp 4,39 triliun untuk mendukung pembiayaan pengembang, kontraktor, toko bahan bangunan, dan pelaku usaha dalam rantai pasok perumahan. 

Dalam kesempatan yang sama, Presiden Prabowo Subianto menegaskan sinergi Pemerintah, perbankan, pengembang, dan dunia usaha menjadi fondasi penting untuk mempercepat penyediaan rumah bagi masyarakat. 

Baca juga : Dari Suap, Judol Sampai Selingkuh, 121 Hakim Dihukum Etik

“Inilah yang dimaksud dengan Indonesia Incorporated. Yang besar membantu yang kecil, dan yang kecil bekerja keras untuk menjadi produktif,” ujar Prabowo. 

Menurut Presiden, capaian tersebut patut diapresiasi. Namun, kebutuhan rumah masyarakat masih sangat besar. 

Karena itu, Pemerintah, perbankan, pengembang, dan seluruh pemangku kepentingan didorong bekerja lebih cepat, memperkuat kolaborasi, serta menghadirkan berbagai terobosan guna memperluas penyediaan rumah layak bagi rakyat. 

“Serta menghadirkan berbagai terobosan guna memperluas penyediaan rumah layak bagi rakyat,” tutup Presiden. [DWI]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.