Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Ekspor Mineral Kembali Normal
Aturan Direvisi Untuk Beri Kepastian Hukum
Selasa, 4 Agustus 2026 06:30 WIB
Sebelumnya
Direktur Hilirisasi Mineral dan Batu Bara Kementerian Investasi dan Hilirisasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Rizwan Aryadi Ramdhan menambahkan, Pemerintah mendorong perusahaan tambang memperluas hilirisasi hingga pemanfaatan logam tanah jarang atau rare earth elements yang terkandung dalam komoditas mineral.
Menurut Rizwan, Pemerintah akan mendukung setiap investasi yang mampu mempercepat hilirisasi dan meningkatkan nilai tambah mineral.
“Kalau ada hal-hal yang perlu dibahas dalam memfasilitasi investasi, kami akan lakukan hal tersebut,” ujarnya.
Baca juga : Perkuat Deteksi Dini Cegah Konflik Sosial
Rizwan mengatakan, Pemerintah berharap hilirisasi tidak berhenti pada produk antara, tetapi berlanjut hingga menghasilkan produk bernilai ekonomi lebih tinggi.
Sementara, pelaku usaha pertambangan meminta Pemerintah segera memastikan kepastian regulasi agar ekspor produk mineral yang sempat tertahan tidak kembali terganggu. Mereka menilai, belum jelasnya aturan mengenai LTJ sebagai mineral ikutan telah menghambat ekspor dan memicu kerugian bagi industri.
Ketua Forum Industri Nikel Indonesia (FINI) Arif Perdanakusumah mengatakan, isu LTJ menjadi perhatian utama pelaku usaha karena tata kelolanya belum diatur jelas.
Baca juga : River Plate Diguncang Prahara
Menurut Arif, industri nikel saat ini menghadapi tekanan dari berbagai sisi. Mulai dari dampak geopolitik Timur Tengah yang meningkatkan biaya energi dan logistik hingga persoalan domestik seperti kenaikan tarif royalti, keterbatasan pasokan bijih, dan kebijakan terkait LTJ.
“Kami berdarah-darah. Kami terdampak sangat luar biasa. Geopolitik yang terjadi di sana langsung berdampak terhadap cost production dari industri,” curhat Arif. DIR
Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 10, edisi Selasa, 4 Agustus 2026 dengan judul "Ekspor Mineral Kembali Normal Aturan Direvisi Untuk Beri Kepastian Hukum"
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya