Dark/Light Mode

Seequent Connect 2026 Perkuat Kolaborasi Geosains untuk Industri Nasional

Kamis, 6 Agustus 2026 16:49 WIB
Foto: Ist.
Foto: Ist.

RM.id  Rakyat Merdeka - Seequent, bagian dari The Bentley Subsurface Company, memperkuat komitmennya dalam mendukung pengembangan sektor pertambangan, panas bumi, energi, dan infrastruktur di Indonesia melalui penyelenggaraan Seequent Connect Indonesia 2026.

Forum yang digelar di Fairmont Jakarta ini menjadi wadah kolaborasi bagi lebih dari 100 profesional industri, akademisi, dan asosiasi profesi untuk membahas inovasi serta strategi pengelolaan data bawah permukaan (subsurface) guna meningkatkan kualitas pengambilan keputusan proyek.

Kegiatan yang didukung Masyarakat Geologi Ekonomi Indonesia (MGEI) tersebut menghadirkan pembicara dari Seequent, PT Vale, Ormat Technologies, PT Promisco, Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI), MGEI, serta Institut Teknologi Bandung (ITB).

Melalui forum ini, para peserta mendiskusikan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam memperkuat kapasitas geosains nasional sekaligus mengoptimalkan pemanfaatan data subsurface yang lebih terintegrasi.

Berbagai sesi membahas penerapan teknologi geosains modern, mulai dari pemanfaatan energi panas bumi untuk mendukung operasi pertambangan hingga penggunaan pemodelan geologi tiga dimensi (3D) dan analisis geoteknik tingkat lanjut.

Teknologi tersebut dinilai mampu mengurangi ketidakpastian, mengidentifikasi risiko teknis sejak tahap awal, serta meningkatkan efisiensi dan keberhasilan proyek di sektor pertambangan maupun infrastruktur.

Baca juga : Antisipasi Dampak Perang AS-Israel Vs Iran, Menperin Perkuat Ketahanan Industri

Seequent Connect Indonesia 2026 juga menjadi penutup rangkaian pembelajaran teknis selama tiga hari di Jakarta.

Sebelumnya, peserta mengikuti lokakarya pemodelan geologi 3D dan estimasi sumber daya menggunakan perangkat lunak Leapfrog Geo dan Leapfrog Edge, serta pelatihan GeoStudio yang membahas stabilitas lereng, analisis rembesan, hingga pemodelan kondisi pertambangan yang kompleks.

Direktur Pengembangan Bisnis Seequent, Scott Moore, mengatakan Indonesia merupakan pasar strategis bagi perusahaan di kawasan Asia Pasifik karena besarnya potensi sektor pertambangan, panas bumi, energi, dan infrastruktur.

"Indonesia merupakan salah satu pasar terpenting Seequent di kawasan Asia Pasifik. Sektor pertambangan, panas bumi, energi, dan infrastruktur di Indonesia sama-sama bergantung pada pemahaman yang lebih baik terhadap kondisi subsurface. Seequent Connect Indonesia 2026 adalah wujud investasi berkelanjutan kami dalam membangun kemitraan lokal, meningkatkan kapasitas profesional, dan mendukung pengambilan keputusan yang lebih strategis," ujar Scott Moore.

Menurutnya, pemahaman yang lebih baik terhadap kondisi bawah permukaan akan menjadi fondasi penting dalam mendukung target pembangunan nasional menuju Indonesia Emas 2045.

Seequent mengungkapkan, teknologinya telah digunakan di Indonesia selama lebih dari dua dekade dan memberikan dampak nyata terhadap efisiensi berbagai proyek strategis.

Baca juga : Masuki Ramadan, IKI Februari 2026 Tetap Ekspansi Di Level 54,02

Pada proyek nikel PT Stargate di Sulawesi, penggunaan perangkat lunak Seequent mampu menghemat biaya pengeboran hingga US$8 juta, mengurangi kebutuhan pengeboran sebesar 80 persen, serta meningkatkan produktivitas karyawan hingga 50 persen.

Sementara itu, pada proyek Unit 3 Lumut Balai milik Pertamina Geothermal Energy, pemodelan bawah permukaan multidisiplin berhasil menurunkan biaya pengeboran dari US$9 juta menjadi US$7,5 juta.

Di sektor infrastruktur, teknologi Bentley dan Seequent juga diterapkan pada proyek Jalan Trans-Papua yang dikerjakan PT Hutama Karya.

Optimalisasi desain melalui teknologi tersebut menghasilkan penghematan hingga US$1 juta sekaligus mempercepat penyelesaian proyek sekitar dua bulan.

Selain mendukung industri, Seequent terus memperluas kolaborasi dengan perguruan tinggi dan organisasi profesi untuk mencetak talenta geosains yang siap menjawab kebutuhan industri masa depan.

Ketua MGEI, Rosalyn Wullandhary, menilai sinergi antara industri, akademisi, dan asosiasi profesi menjadi kunci dalam meningkatkan kapasitas geosains nasional.

Baca juga : Nurdin Halid: Impor 105 Ribu Kendaraan Niaga Harus Perkuat Industri Nasional

"Sektor geosains Indonesia akan terus berkembang melalui kolaborasi yang lebih erat antara industri, asosiasi profesi, dan akademisi. Seequent Connect Indonesia menjadi forum penting untuk berbagi pengalaman praktis dan mengembangkan kapasitas profesional. MGEI mengapresiasi kemitraan yang menghubungkan pendidikan, inovasi, dan industri guna membangun komunitas geosains Indonesia yang lebih kuat, kolaboratif, dan siap menghadapi masa depan," ujarnya.

Melalui kerja sama dengan ITB, Seequent juga menyediakan lisensi perangkat lunak untuk kegiatan pembelajaran, pelatihan kompetensi, serta akses terhadap teknologi profesional bagi mahasiswa dan calon ahli geosains.

Seequent menegaskan akan terus memperkuat kolaborasi dengan organisasi profesi, perguruan tinggi, dan pelaku industri untuk meningkatkan pemahaman subsurface, mendukung pengambilan keputusan proyek yang lebih akurat, serta mencetak sumber daya manusia unggul bagi sektor pertambangan, energi, panas bumi, dan infrastruktur nasional.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.