Dark/Light Mode

ASKARINDO Minta Transjakarta Prioritaskan Karoseri Lokal untuk Bus Listrik

Kamis, 6 Agustus 2026 18:12 WIB
Foto: ASKARINDO.
Foto: ASKARINDO.

RM.id  Rakyat Merdeka - Asosiasi Karoseri Indonesia (ASKARINDO) menyatakan kesiapan penuh industri manufaktur dalam negeri untuk mendukung pengadaan 10.000 armada bus listrik yang direncanakan PT Transportasi Jakarta (Transjakarta).

Bersamaan dengan itu, ASKARINDO mendorong Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan manajemen Transjakarta menjadikan penggunaan karoseri lokal sebagai prioritas dalam proses pengadaan.

Langkah tersebut dinilai penting untuk memperkuat daya saing industri nasional sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi.

Pernyataan tersebut disampaikan dalam Talk Show Interaktif bertajuk Kesiapan Industri Karoseri Dalam Negeri guna Mendukung Elektrifikasi Angkutan Umum di Jakarta yang diselenggarakan Jabodetabek Transport Community (JTC) bekerja sama dengan ASKARINDO dan Dewan Transportasi Kota Jakarta (DTKJ) di BSD City, Tangerang, Kamis (6/8/2026).

Baca juga : Tok, Tarif Transjakarta Blok M-Bandara Soekarno-Hatta Naik Jadi Rp 15 Ribu

Dewan Pengawas ASKARINDO, Sommy Lumadjeng menegaskan, program elektrifikasi angkutan umum seharusnya menjadi momentum bagi industri nasional untuk berkembang, bukan sekadar membuka pasar bagi kendaraan impor utuh atau completely built up (CBU).

"Kualitas karoseri lokal kita sudah sangat baik dan mumpuni. Standar keamanan serta keselamatan produk kita telah teruji dan sepenuhnya sesuai dengan standar internasional. Kami siap menyambut rencana 10.000 bus listrik Transjakarta. Kini saatnya karoseri lokal menjadi tuan rumah di negeri sendiri," ujar Sommy.

Menurutnya, industri karoseri merupakan sektor manufaktur padat karya yang memiliki kontribusi besar terhadap penyerapan tenaga kerja.

Karena itu, memprioritaskan produk dalam negeri berarti turut menjaga keberlangsungan pekerjaan bagi ribuan tenaga kerja di sektor manufaktur.

Baca juga : Transjakarta Gandeng APKI-PERDOKI, Perkuat Standar Kesehatan Pramudi

Selain itu, produksi bus listrik di dalam negeri juga diyakini akan memberikan efek berganda terhadap industri pendukung, mulai dari produsen kaca, kursi, sistem kelistrikan, hingga pendingin udara.

Dengan demikian, anggaran pengadaan armada dapat berputar di dalam negeri dan memperkuat ekosistem industri nasional.

Di sisi lain, Sommy menilai industri karoseri lokal masih menghadapi tantangan berupa persaingan harga dengan produk CBU impor yang dinilai memperoleh dukungan dari negara asalnya.

Karena itu, ASKARINDO mendorong pemerintah memberikan intervensi melalui kebijakan fiskal agar industri nasional memiliki daya saing yang lebih baik.

Baca juga : Respons Warganet, Pramono Bakal Hubungan JPO Transjakarta dan LRT di Rasuna Said

"Pemerintah harus turun tangan dan melindungi industri nasional. Agar kita bisa bersaing secara harga dengan kendaraan CBU asal luar negeri, pemerintah perlu mempertimbangkan penurunan pajak atau insentif fiskal lainnya. Industri nasional harus dilindungi agar roda perekonomian dapat terus berputar," katanya.

ASKARINDO juga berharap, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan Transjakarta menerapkan persyaratan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) secara ketat dalam setiap proses pengadaan armada bus listrik.

Menurut organisasi tersebut, kebijakan itu tidak hanya akan mendukung target elektrifikasi transportasi publik dan kualitas udara Jakarta, tetapi juga menjadi momentum memperkuat industri otomotif dan karoseri nasional.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.