Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Indonesia-Australia Perkuat Kerja Sama Pembinaan Atlet Muda
- Persija Alihkan Fokus ke Persiapan Musim 2026/2027
- Pramono Siapkan 1.000 Mushaf Al-Quran Untuk Peringatan ke 500 Tahun Kota Jakarta
- KMP Putri Yasmin Terbakar di Perairan Sekotong, Tim SAR Evakuasi Penumpang
- Shin Tae-yong Fokus Benahi Fisik dan Taktik Persija
Indonesia Perkuat Perlindungan Varietas Tanaman di Forum Asia Pasifik
Rabu, 12 Agustus 2026 22:25 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Indonesia memperkuat kerja sama perlindungan varietas tanaman (PVT) melalui forum regional yang mempertemukan pemerintah dan industri benih Asia Pasifik. Pertemuan tersebut membahas harmonisasi pemeriksaan varietas, kerja sama teknis, serta peluang pertukaran pengalaman antarnegara peserta.
Forum APSA 2026 Regional Plant Variety Protection Consultation berlangsung di Seoul, Korea Selatan, pada 11-12 Agustus 2026. Kegiatan yang digelar Asia and Pacific Seed Alliance (APSA) itu mempertemukan pejabat pemerintah, pakar internasional, dan pelaku industri benih.
Indonesia mengirim Kepala Pusat Perlindungan Varietas Tanaman dan Perizinan Pertanian (PVTPP) Leli Nuryati bersama Nina Agusti Widaningsih. Nina merupakan Ketua Tim Kerja Pengelolaan PVT yang turut menjadi delegasi Indonesia dalam pertemuan tersebut.
Leli mengatakan, forum regional seperti ini penting untuk memperluas hubungan kerja sekaligus mencari bentuk kerja sama teknis. Menurut dia, pertukaran pengalaman antarnegara dapat memberikan masukan bagi penguatan pengelolaan PVT Indonesia.
“Forum regional seperti ini membuka peluang kerja sama lebih konkret dalam pengelolaan PVT,” ujar Leli dalam keterangan tertulis, Rabu (12/8/2026).
Baca juga : Forum Pajak Asia-Pasifik Soroti Dampak Geopolitik Pada Fiskal
Salah satu pembahasan utama dalam forum tersebut berkaitan dengan harmonisasi pengelolaan permohonan hak PVT dari luar negeri. Peserta juga membahas penerapan konsep varietas turunan esensial dalam sistem perlindungan varietas tanaman.
Leli memaparkan, permohonan hak PVT dari luar negeri di Indonesia menunjukkan peningkatan dalam lima tahun terakhir. Dalam periode tersebut, tercatat 26 permohonan hak PVT dari pemohon luar negeri.
Regulasi Indonesia memungkinkan varietas yang tidak dapat tumbuh normal di dalam negeri menjalani pemeriksaan substantif melalui dokumen. Mekanisme tersebut menggunakan laporan hasil uji BUSS dari negara asal varietas terkait.
Pemeriksaan substantif atau BUSS merupakan proses untuk menilai varietas berdasarkan kriteria Baru, Unik, Seragam, dan Stabil. Mekanisme ini menjadi bagian penting dalam memastikan varietas memenuhi persyaratan sebelum memperoleh perlindungan hukum.
“Pertukaran pengalaman dalam forum memberikan masukan relevan bagi penguatan pengelolaan PVT di Indonesia,” kata Leli.
Baca juga : PM Takaichi Buka Keran Ekspor Senjata Jepang
Pertemuan Seoul juga menghasilkan peluang kerja sama antara Indonesia, Laos, dan India dalam pengelolaan PVT. Kedua negara tersebut menyatakan ketertarikan menjajaki pertukaran serta harmonisasi Panduan Pelaksanaan Uji (PPU) BUSS.
APSA menyatakan kesediaannya menjadi mediator untuk membantu membangun kerja sama antarnegara dalam bidang tersebut. Organisasi tersebut juga memiliki jejaring regional yang dapat mempertemukan otoritas PVT dari berbagai negara.
Bagi Indonesia, kerja sama internasional diarahkan pada penyamaan standar teknis dan peningkatan kepercayaan terhadap hasil pemeriksaan. Penguatan kapasitas kelembagaan juga dinilai penting agar pengelolaan perlindungan varietas semakin konsisten.
Kerja sama teknis dapat mencakup harmonisasi prosedur pengujian BUSS serta kemungkinan pelaksanaan uji bersama atau joint DUS trials. Indonesia juga melihat peluang pengembangan platform digital yang aman untuk pertukaran laporan hasil pemeriksaan.
Leli menilai, kerja sama tersebut dapat memperluas jejaring Indonesia dengan organisasi internasional dan kantor penyelenggara PVT negara lain. Langkah ini sekaligus membuka ruang pertukaran pengetahuan yang lebih terarah dalam pengelolaan varietas tanaman.
Baca juga : Dubes Hari Prabowo Jalankan Tugas Di UN-ESCAP Perkuat Peran RI Di Asia Pasifik
“Partisipasi ini menjadi momentum penting memperluas jejaring kerja dengan organisasi internasional dan kantor PVT berbagai negara,” tegas Leli.
Pada akhir forum, APSA menyusun sejumlah langkah untuk memperkuat sistem perlindungan varietas tanaman di kawasan Asia Pasifik. Langkah tersebut mencakup pemetaan keselarasan antarnegara dan identifikasi peluang proyek percontohan BUSS.
Peserta juga didorong menentukan mitra yang sesuai untuk menjalankan kerja sama teknis di masing-masing negara. APSA akan memetakan kebutuhan kapasitas dan menyediakan dukungan teknis terkait penerapan sistem PVT.
Hasil forum diharapkan memperkuat efisiensi, konsistensi, dan kepercayaan dalam pemeriksaan varietas tanaman antarnegara. Bagi Indonesia, kerja sama tersebut sekaligus membuka peluang memperkuat sistem perlindungan inovasi varietas dan industri benih nasional.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya